Suatu terobosan yang sangat strategis telah dilakukan oleh Pemda Jatim di bawah Gubernur Bapak Dr. Sukarwo SH, MHum yang kemudian digantikan oleh Ibu Dra Khofifah Indar Parawansa sampai sekarang. Pada waktu itu Yayasan Damandiri yang dipimpin oleh Prof. Dr. Haryono Suyono selalu membantu beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur, termasuk Universitas PGRI dari seluruh Jatim, khususnya dari Madiun yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Panji MPd yang sedang bersiap mengadakan Kuliah Kerja Nyata.
Read MoreDiundang Hadiri Konperensi Generasi Muda Internasional di Rabat, Maroko
Read MoreSiang ini PWRI Pusat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan bersama para anggota dari seluruh Indonesia secara khusus mengikuti Webinar bulanan mendengarkan arahan Ketua Umum PB PWRI, Prof. Dr. Haryono Suyono, bahwa para anggota PWRI yang berusia antara 70 – 90 tahun memiliki risiko tertular Covid-19 jauh lebih tinggi dari anak-anak dan anggota yang lebih muda. Oleh karena itu kepada para anggota PWRI agar berusaha menggunakan empat prosedur kesehatan secara ketat, memakai Masker, mengambil jarak lebih dari satu setengah meter, tidak bersalaman, tidak bergerombol dan apabila tidak sangat perlu tidak keluar rumah. Tidak juga menyentuh mata, mulut dan hidung. Lebih dari itu di halaman rumahnya mengajak anak, cucu dan cicitnya yang masih sekolah agar setiap pagi rajin-rajin mengumpulkan sampah untuk dijadikan pupuk kompos Organik serta mengolah halaman sekitar rumah, kiri kanan, muka dan belakang rumah ditanami sayur dan buah. Yang relatif mudah jenis sayur itu adalah kelor, bayam, kangkung, kacang panjang dan buah-buahan agar tidak banyak anggota keluarga yang pergi ke pasar terlalu sering guna menghindari kerumunan yang berbahaya.
Read MoreJauh hari sebelum Pemerintah melanjutkan upaya Pembangunan Desa dan masyarakat Desa meneruskan Program IDT dan IKM yang berhasil, ada pengalaman indah dan perlu dikenang yaitu kerja sama guna melanjutkan beberapa program yang di masa lalu memberikan hasil atau setidaknya menjanjikan hasil positif. Bentuk kerja sama itu adalah pengalaman yang berharga sebagai aset bangsa yang perlu dilanjutkan agar menjadi bagian dari budaya gotong royong sebagai amalan Panca Sila.
Read MoreJauh hari sebelum Pemerintah melanjutkan upaya Pembangunan Desa dan masyarakat Desa meneruskan Program IDT dan IKM yang berhasil, ada pengalaman indah dan perlu dikenang yaitu kerja sama guna melanjutkan beberapa program yang di masa lalu memberikan hasil atau setidaknya menjanjikan hasil positif. Bentuk kerja sama itu adalah pengalaman yang berharga sebagai aset bangsa yang perlu dilanjutkan agar menjadi bagian dari budaya gotong royong sebagai amalan Panca Sila.
Read MoreSetelah bebarapa tahun Gerakan Non Blok didirikan, maka pada tahun 1994 tatkala PBB, khususnya UNFPA menggelar Pertemuan Kependudukan Dunia di Cairo, Mesir pada tahun 1994, beberapa Negara disponsori antara lain oleh Indonesia, Mesir, Zimbabwe, Bangladesh dan lainnya membangun Gerakan Pembangunan Keluarga dan Kependudukan Dunia khusus untuk anggota Gerakan Non Blok. Lembaga Dunia itu diberi nama “Partners in Population and Development” dan diumumkan dan diresmikan pada saat deselenggarakan Konperensi Kependudukan di Cairo Mesir.
Read MorePada tanggal 23 Februari 2016, mantan Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono bersama Ketua Umum DNIKS, Bapak Tantyo Sudharmono beserta Ibu Niken Indra Dhamayanti, bersama-sama mengembangkan usaha Kesejahteraan Keluarga melalui upaya pemberdayaan di Kota dan Kabupaten Cirebon. Upaya itu dilakukan bersama Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) di Cirebon. Seperti diketahui, menurut UU upaya kesejahteraan sosial perlu dilakukan melalui tiga pendekatan, pertama, bersifat bantuan sosial, kedua, bersifat pemberdayaan dan ketiga, bersifat perlindungan sosial.
Ibu Anak Agung Ayu Arini tatkala Bapak Kepakisan SH dipindahkan dari Bali ikut menyertai suami pindah ke Sulawesi Selatan. Tidak ada yang tahu bahwa sesungguhnya kepindahannya adalah dalam rangka persiapan untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi. Kalau mengetahui, tidak ada yang tahu kapan akan dikembalikan ke Bali karena semuanya tergantung bagaimana perkembangan sikap dan tingkah lakunya di Provinsi yang baru. Kapan pula oleh Pimpinan di Jakarta beliau dianggap siap menjadi Pimpinan baru di BKKBN Bali. Keputusan Ibu Anak Agung Ayu Arini ikut serta sungguh bijaksana karena bisa saja Bapak Kepakisan, karena kesepian tergoda dan “tidak lulus” dalam proses percobaan menjadi calon pemimpin suatu provinsi yang sangat strategis di Bali.
Read MoreGagasan membangun Kebun Bergizi di halaman rumah setiap penduduk makin gencar dan menyebar luas. Guna memberikan tugas kepada penduduk lansia untuk menjadi penggerak keluarganya semula hanya berupa anjuran. Tetapi setelah dipikir dan direnung dengan matang, Jajaran Kerta wredatama bagian penting dari PWRI yang terdiri dari para ibu anggota PWRI pusat dan DKI Jakarta mengajak para pensiunan dari Kementerian Pertanian. Lebih-lebih setelah Ketua Umum, Prof Dr Haryono Suyono dan Ir Sutarto Alimoeso, mantan Dirjen dan Kepala Bulog, bertemu para Dirjen di Kementerian Pertanian, maka para Ibu anggota OPI Pertanian bersama para Pengurus yang digerakkan Ibu Dra Masni Rani dan almarhum Sekjen PWRI Probo Nurjaman sepakat membaut gebrakan dengan mengubah Kebun di halaman Kantor Pusat menjadi Model untuk dipamerkan kepada Pengurus PWRI dari seluruh Indonesia yang kebetulan berkunjung ke Kantor Pusat.
Read MoreSebagai mantan Kepala BKKBN yang kebetulan ahli dalam Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi, kami sangat bangga dan mengagumi Acara Webinar tentang pengalaman para pejabat Senior dari daerah yang pagi ini mengikuti Acara yang dibuka oleh Kepala BKKBN Dr(HC) dr. Hasto Wardoyo SpOG. Beliau memberikan arahan bahwa Bangga Kencana, dulu dinamakan Bangga Suka Desa, karena dulu merangsang pembangunan Desa dalam suasana Kota dengan keluarga modern yang mengadopsi norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Kini Kepala BKKBN mengarahkan pada “pembagunan keluarga” yang dalam Acara Webinar diutamakan dari Kependudukan karena keluarga dianggap sebagai unit terkecil dalam masyarakat sebagai pusat pemberdayaan penduduk, anak-anaknya, pada umumnya.
Read MoreSebagai mantan Kepala BKKBN yang kebetulan ahli dalam Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi, kami sangat bangga dan mengagumi Acara Webinar tentang pengalaman para pejabat Senior dari daerah yang pagi ini mengikuti Acara yang dibuka oleh Kepala BKKBN Dr(HC) dr. Hasto Wardoyo SpOG. Beliau memberikan arahan bahwa Bangga Kencana, dulu dinamakan Bangga Suka Desa, karena dulu merangsang pembangunan Desa dalam suasana Kota dengan keluarga modern yang mengadopsi norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Kini Kepala BKKBN mengarahkan pada “pembagunan keluarga” yang dalam Acara Webinar diutamakan dari Kependudukan karena keluarga dianggap sebagai unit terkecil dalam masyarakat sebagai pusat pemberdayaan penduduk, anak-anaknya, pada umumnya.
Read MoreSejak kami ditunjuk sebagai Kepala BKKBN mulai tahun 1983, kita mengajak para Dosen Senior FKM UI di Jakarta sebagai konsultan menyusun strategi manajemen handal agar mampu menyelesaikan target penurunan fertilitas sepuluh tahun lebih cepat seperti kita laporkan kepada Bapak Presiden.
Read MorePada tanggal 15 Juni 1994 kami berdua, Haryono Suyono bersama Ibu Astuty di antar mas Fajar hadir pada upacara pernikahan Ananda Tjokorda Agung Panji Indra, biasa kami panggil Mas Panji, dengan kekasihnya Tjokorda Istri Inten Kusuma Dewi, teman anak kami Mas Fajar, yang sejak lama menjadi sahabat dan selalu belajar di Kampus “Perdatam di Meja Makan” sederhana. Kami sungguh sangat terharu dan gembira menerima kiriman foto yang penuh arti. Kami bayangkan ibu Astuty, kalau masih hidup akan sangat terharu dan gembira melihat foto tersebut karena sebagai istri biasa tidak membayangkan tatkala sebagai istri seorang Menteri mendapat kehormatan yang begitu akrab dan sangat tinggi.
Read MoreBelajar pengalaman yang lama bersama BKKBN pada waktu memulai Program Pembangunan Keluarga di tahun 1990, pelaksanaan suatu program perlu landasan hukum. Upaya pembangunan keluarga semula mendapat kritik tajam karena BKKBN belum memiliki landasan hukum melakukan intervensi secara langsung kepada setiap keluarga. Maka Kepala BKKBN didampingi Menteri Kependudukan segera menyusun Rancangan UU Kependudukan dan Keluarga. Dengan Pengantar Presiden RUU itu diserahkan kepada DPR. Pada tahun 1992 RUU itu disahkan sebagai UU Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menjadi dasar kuat dalam program pemberdayaan keluarga sejahtera sampai dewasa ini.
Read MoreSaya mulai mengenal Oom Haryono Suyono di tahun 1985. Kebetulan anak ketiga Oom Haryono, Fajar Wiryono, adalah teman satu angkatan di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Oom Haryono dan keluarga yang terlihat demikian terbuka menerima kehadiran teman-teman anaknya menjadikan saya tidak takut untuk sering berkunjung ke Perdatam, rumah beliau.
Read MoreHari ini salah seorang sahabat baik anak kami Drs. Fajar Wiryono yang berasal dari Bali, yaitu Drs Panji hari ini secara kebetulan kakaknya mantan Kepala BKKBN. Kebetulan setelah pensiun menemukan foto lama pada waktu kakaknya bersama-sama teman-temannya ikut menyambut kunjungan kami bersama istri dan Kepla Biro Umum dr. Loet Affandi SpOG.