Ada beberapa syarat dan langkah yang perlu diambil agar suatu pembangunan bisa dilaksanakan dan membawa hasil yang posiif. Salah satu syarat yang terpenting adalah bahwa pembangunan itu direncanakan dengan baik menyangkut urgensinya untuk masyarakat luas serta bagaimana suatu rencana pembangunan dibiayai serta dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi oleh para pelaksananya di lapangan. Komitmen yang tinggi itu biasanya hanya bisa diperoleh kalau semua elemen yang terlibat dalam pembangunan merasa memiliki kepentingan yang sama dan mengharapkan bahwa hasil pembangunan akan meningkatkan pemenuhan kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang menjadi tangung jawabnya.
Disamping ini adalah sebuah gambar kuno kenangan indah yang diambil sekitar akhir tahun 1975-an di suatu desa di Jawa Tengah terlihat dengan senyum penuh kekeluargaan dan hormat Deputy Operasional KB, Dr. Haryono Suyono di muka dua ibu calon akseptor KB pada pertemuan terbuka, disertai petugas Desa dan disaksikan ratusan ibu-ibu lainnya. Secara sengaja dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi selalu diadakan dialog dengan ibu-ibu muda yang biasanya sangat polos menyatakan siap untuk ikut KB. Apabila itu terjadi selalu diundang tepuk tangan secara spontan yang disambut Ibu-ibu lainnya dengan gegap gempita ibu-ibu biasanya tanpa malu-malu menyatakan di muka publik bahwa mereka ingin tetap cantik agar suaminya makin sayang kepadanya.
Read MoreTeman-teman saya ternyata banyak yang memiliki nama tunggal, nama dengan hanya satu kata, yaitu nama tanpa nama kedua atau nama keluarga (surname), sepeti Endri, Rizal, Widodo, Tukiman, Arman, dan lain-lain. Mengapa mereka hanya memiliki nama tunggal? kenapa nama bapaknya atau nama keluarganya tidak dicantumkan sebagai nama kedua, ketiga ataupun nama keluarga (surname)?. Alasannya: Sudah dari sononya begitu. Itulah kemudian yang tertulis di akte mereka, sampai KTP dan kartu keluarga, termasuk ijasah dan surat-surat berharga lainnya.
Nama bagaimanapun merupakan “personal identity”, yang melekat dengan sang pemilik nama dan membedakan dengan orang-orang pemilik nama lainnya. Bagaimana orang tua memberi nama umumnya tersirat harapan dan doa atas perjalanan hidup anaknya. Sehingga pemilihan nama seringkali didasarkan atas preferensi dan hak preogratif orang tua.
Read MoreSelama tahun 2005 sampai 2015, bekerja sama dengan sekitar 450 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Yayasan Damandiri yang kala itu oleh Presiden HM Soeharto sebagai pendiri bersama tiga tokoh nasional lainnya Prof. Dr. Haryono, Sudwikatmono dan Liem Soei Liong, kepemimpinannya diserahkan kepada salah seorang pendirinya Haryono Suyono, setiap tahun selalu memberi dukungan terhadap kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dewasa ini oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mas Nadiem Makarim disebut sebagai Kuliah Merdeka.
Read More“Jadwal” kepergian kita ke alam baka hanya Allah yang tahu, namun tentunya ini suatu kepastian. Belakangan ini kita banyak kehilangan tokoh-tokoh nasional yang telah memberi warna dalam kehidupan berkebangsaan kita. Salah satunya adalah Dr. (HC) Subiakto Tjakrawerdaya, Ketua Yayasan Damandiri, Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) yang menaungi dan membina Universitas Trilogi, serta mantan Menteri Koperasi di Era Pemerintahan Presiden Suharto.
Read MoreSebagai anggota dari Internasional Council on Social Welfre (ICSW), pada tanggal 30 Juni sampai 4 Juli tahun 2008 DNIKS diundang menghadiri suatu Konperensi Dunia di Kota Tours Perancis. Utusan Indonesia diwakili oleh Ketua Umum DNIKS Prof. Dr. Haryono Suyono didampingi Dr. Mulyono Dani Prawiro. Perjalanan dari Paris ke tempat Konperensi Dunia di Kota Tours cukup jauh dan ditempuh melalui perjalanan kereta api yang nyaman selama tiga setengah jam.
Read MoreSetelah kemarin naskah akhir Buku baru dengan judul “Zaman Berubah”, suatu “refleksi Sosiologis dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Masa Depan” kepada Drs. Habib Umar yang diutus khusus oleh Dr. Prasetyo Yoga Santoso MM, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), hari ini bersama Mas Fajar, dr. Rina, Rudi, Bima dan teman-teman lainnya kami melakukan ziarah ke Makam Ibu Astuty istri tercinta di Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta.
Read MoreSejak memangku Jabatan sebagai Kepala BKKBN sampai masa pensiun di tahun 2000 Prof. Dr. Haryono Suyono diangkat sebagai anggota Tim Ahli Internasional Walikota Kobe di Jepang. Pengangkatan itu dilakukan setelah Kota Kobe dilanda gempa luar biasa yang dalam waktu singkat dibangun kembali sebagai Kota dagang dan industri yang sangat modern dan luar biasa. Para Penasehat terdiri dari para Guru Besar dan ahli dari berbagai Negara sengaja dibentuk untuk setiap tahun bertemu, berbincang dan memberikan saran kepada Walikota Kobe bagaimana melalui tukar menukar tenaga ahli dan pengalaman bisa saling membantu negara lain. Kegiatan itu dilakukan dengan mengajak salah satu Kotamadya yang tidak terlalu besar asal dari anggota Penasehat Internasional atau kota-kota lain di seluruh dunia menjadi Kota mitra dari Kota Kobe. Suatu keistimewaan dari Kota Kobe adalah bahwa biarpun setiap kali Walikota berganti Tim Penasehat Internasional tidak diganti sehingga rentetan nasehat bersifat berlanjut lengkap dengan follow up kerja sama yang dilakukan antara Kota Kobe dan mitra kota lainnya.
Read MoreSejak siang tadi, anak, cucu dan cicit tercinta berdatangan memberikan rasa sejuk dan menyenangkan. Setiap ada cucu datang selalu menubruk eyangnya memberikan ciuman kasih sayang yang sungguh sangat menyejukkan. Kalau di Makam Pahlawan tadi pagi sempat menitikkan air mata karena teringat perjuangan Ibu Astuty Haryono dalam bulan Autum tahun 1972, tatkala keadaan di luar apartemen pohon-pohon mulai menguning coklat dan udara mulai panas, maka kita berdua menjadi lebih betah tinggal di dalam apartemen yang terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar tamu dan satu dapur. Ada alasan tertentu karena apartemen kami memiliki AC yang lumayan sejuk dan lebih dari itu dengan setia Ibu Astuty menghadapi meja dengan mesin ketik listrik, menunggu naskah dan instruksi yang bisa datang setiap waktu dari suami tercinta yang mondar-mandir dari rumah ke Komputer Center mengolah hasil penelitian. Suami yang telah melengkapi hampir semua persyaratan bertekad menyelesaikan Disertasi guna memperoleh gelar Akademis Doktor dalam bidang Sosiologi dengan pilihan Komunikasi dan Perubahan Sosial dengan baik pada akhir musim.
Read MoreHari ini Prof. Dr. Haryono Suyono, setelah kemarin melakukan Rapat terakhir dengan para editor yang terdiri dari Timoty, Tison, Fajar Wiryono, Rudy Lubis dan Rina Mardiana, naskah akhir dari Buku baru “Zaman Berubah” yang disusunnya sebgai “refleksi Sosiologis dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Masa Depan” diserahkan kepada Drs. Habib Umar yang diutus khusus oleh Dr. Yoga Santoso Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama - Fikom). Naskah akhir itu disusun lengkap sebagai format buku siap cetak yang akan segera diserahkan kepada Percetakan yang diatur oleh Fikom Universitas Prof. Dr. Mustopo (bergama) untuk segera diedarkan bagi para mahasiswa dan kalangan umum.
Read MoreDalam memberikan arahab pada Rakornas Kemitraan Bangga Kencana di Istana Negara, hari ini Presiden Jokowi menugaskan BKKBN dan seluruh jajaran dan mitra kerjanya di seluruh Indonesia, untuk fokus pada penanganan peningkatan ketahanan keluarga dan menurunkan kasus stunting dalam lima tahun mendatang menjadi 14 persen. Dengan diiringi doa semoga Bapak Dt(HC) dr. Hasto Wardoyo SpOG dengan seluruh jajaran dan mitra kerjanya berhasil dengan baik seperti di tahun 1980 - 1990-an, kami terkenang pada rentetan kerja keras jajaran BKKBN, mitra kerja, utamanya PKK serta komitmen dan dedikasi Pimpinan Pemerintah Daerah selama tahunn 1980-an hingga akhir btahun 1990-an.
Read MorePagi ini Kepala BKKBN Dr(HC) dr. Hasto Wardoyo SpOG memberikan laporan pada Rapat Kerja BKKBN 2021 yang diadakan di Istana Negara. Raker ini merupakan peristiwa pertama sejak Pak Harto selalu menyelenggarakan Raker BKKBN di Istana Negara mulai tahun 1970. Dalam pembukaan itu Kepala BKKBN melaporkan terjadinya penurunan tingkat pertumbuhan penduduk sebagai hasil sensus tahun 2000 dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa dan petambahan jumlah penduduk yang besar.
Read MoreHarini pagi-pagi Prof. Dr. Haryono Suyono mantan Menko Kesra Taskin menerima informasi bahwa Mensos Ibu Tri Rismarini berkenan berkunjung ke kediaman di HSC Jl. Pengadegan Barat Jakarta. Setengah kaget karena menurut pembicaraan dengan Bapak Sekjen Kemsos Drs. Hartono Laras MSi yang beberapa hari lalu berkunjung ke rumah, telah mohon perkenan Inu Menteri untuk berkunjung ke kantor Kementerian guna mengucapkan selamat atas pengangkatan beliau sebagai Menteri Sosial. Pertemuan siang ini dihadiri oleh Drs. Fajar Wiryono, Ketua Yayasan Anugerah, Dr. Mulyono Dani Prawiro, Drs. Rudi Lubis serta dr. Rina Mardiana BSc sebagai Pengelola Yayasan Anugerah.
Read MoreKita mengenal almarhum Pak Tjuk, Dr. Haji Tjuk Kasturi Sukiadi, seorang aktifis relawan sosial senior dari Surabaya sebagai sosok yang tidak putus-putusnya membela, membantu dan pro keluarga miskin serta kaum disablitas tanpa pandang bulu. Pak Tjuk meninggal dunia pada hari Sabtu, 16 Januari, 2021 dan akan dikenang sebagai tokoh kesetiakawanan sosial yang sangat tangguh. Kita ucapkan belasungkawa yang mendalam, kita doakan semua kesalahan dan dosanya diampuni oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan di tempatkan disisi-Nya sesuai amal ibadahnya. Aamiin.
Read MoreDalam rangka ulang tahun Yayasan Damandiri yang ke 25, kami ucapkan selamat atas ditetapkannya Ketua Yayasan Damandiri yang baru, Bapak Letjen (Purn) Soegiono,, mantan Wakasad, Kasum TNI ABRI, Sekjen Kementrian Pertahanan, dan Pangkostrad. Kita berharap misi utama Damandiri guna mendampingi menolong keluarga prasejahtera di seluruh Indonesaia, yang di masa lalu dilakukan melalui kerja sama dengan sekitar 450 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Gerakan PKK di desa-desa dengan membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang sejak tahun 2015 secara kecil-kecilan dilenjutkan Yayasan Anugerah yang dengan bantuan Damandiri memelihara keakraban dengan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Sementara dalam hubungan dengan Pemda, para aktifis BKKBN yang ikut merintis Damandiri, menyatu dengan PWRI yang memiliki sekitar 5 juta anggota meneruskan sebagian cita-cita yang diamanatkan pada Damandiri seperti “Kewbun Bergizi” melalui anggota PWRI yang tersebar di semua desa di seluruh Indonesia. Semoga semua ini bisa dilanjutkan lebih gegap gempita dengan cakupan lebih besar.
Read More