Ungkapan “Lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikan”, menggambarkan kekayaan bumi nusantara akan budaya, seni dan cara hidup. Kali ini kita akan bicara tentang salah satu Alat Permainan Edukatif (APE) anak usia dini dengan muatan lokal yang sudah dipakai turun temurun oleh orang tua dalam mengasuh dan mengasah motorik kasar dan motorik halus anak usia di bawah lima tahun. BKKBN sedang menggerakan program Bina Keluarga Balita (BKB) terintegrasi dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pos Pelayanan terpadu (Posyandu) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2013 Tentang PAUD Holistik Integratif, sebagai wujud dari komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya holistik integratifnya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak.
Read MoreHari ini dalam acara singkat di Kantor Yayasan Anugerah, Ketua Yayasan Drs Fajar Wiryono didampingi Sekretaris Drs Rudi Lubis menyerahkan seperangkat alat sederhana kepada Ibu Yuli, Ketua Yayasan Anggrek dari Bekasi, yang didampingi suami dan salah satu staf. Alat sederhana itu akan digunakan Yayasan Anggrek yang dipimpin Ibu Yuli guna merangsang semangat pengembangan Kebun Bergizi di Bekasi yang sedang dirintis di halaman rumah di Kampung-kampung kumuh di daerah miskin di Bekasi.
Read MoreHari Sabtu kemarin kiriman ldua karung bibit Pohon Kelor dari Ibu Monica di Semarang atas pesanan dari Yayasan Anugerah di Jakarta telah sampai di Kota Madiun. Hari ini ibu-ibu dar Kelompok Kampung KB yang umumnya adalah Pimpinan dan Peserta KB yang berhasil di Kota Madiun berkumpul dan sepakat membagi bibit Kelor tersebut. Pertemuan yang diprakarsai oleh Ibu Iin Ardining dari Kampung KB Glandang Carang, Kelurahan Sogaten itu dihadiri oleh berbagai kalangan di desa dan sekitarnya di kota Madiun
Read MoreBerkebun menanam terong atau sayur lainnya, biarpun tanah pada halaman rumah tidak luas, sempit dan tidak menyatu, asal mendapat sinar matahari cukup, bisa diolah menajdi Kebun yng subur. Menurut para ahli pertanian, dari IPB atau Trilogi atau dari petani tradisionil, syarat tanah bisa subur kalau diolah dengan pupuk Organik yang baik komposisinya, bisa mendapat air memadai, cukup sinar mahari dan tidak terganggu dengan angin yang berlebihan serta mendapat perawatan memadai. Kalau ditanamkan bibit yang baik akan enghasilkan tanaman yang tumbuh subur.
Read MoreSetelah bersama mas Fajar, mas Rudi, mas Sule dan Mas Dedi untuk beberapa lama berkebun, baik di halaman rumah maupun di tempat yang agak luas, kita makin tahu kenapa petani rata-rata miskin dan tidak banyak berkembang pesat menjadi juragan yang kaya raya. Alasan yang pertama adalah bahwa tanah yang dimiliki petani rata-rata sempit sehingga biaya mengolah dan memelihara tanaman relatif tinggi dan tidak sebanding dengan hasil panen dari tetumbuhan yang ditanam dan dipetik dari kebun yang ada. Makin luas kebunnya dengan sendirinya pertanian yang dikerjakan makin efisien dan berbagai ongkos mengolah atau memelihara tanaman bisa dihemat dan pertanian dengan skala tanah yang lebih luas itu bisa menguntungkan.
Read MoreSejak pagi-pagi setelah selama satu Minggu melihat Bapaknya Prof. Dr. Haryono Suyono sibuk melayani berbagai Undangan Acara Webinar menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, ananda dr. Rina Mardiana sebagai dokter Bapaknya, memberi petunjuk untuk beristirahat dan mengikuti perjalanan Pimpinan Produksi Kebun Drs. Rudi Lubis memimpin panen sayur di Kebun Ibu Astuty di Loji. Karena itu, segera setelah makan pagi, rombongan yang terdiri dari Drs. Rudi Lubis, dr. Rina Mardiana, Dra Ria Indrastuty dan Sopir Bibit yang setia membawa kita ke arah loji di Sukabumi. Sungguh sangat mengejutkan bahwa dalam situasi PPKM dewasa ini perjalanan ke arah Bogor dan Sukabumi sungguh tidak banyak bedanya dibanding hari-hari biasa. Makin mendekati jalan terpisah ke arah Puncak dan ke arah Sukabumi, jalan ke arah Puncak sangat padat tidak bedanya pada masa sebelum pandemi Covid-19 yang lalu. Barangkali memang banyak keluarga yang bosan tetap tinggal di rumah dan mencoba ke luar rumah mencari hiburan dan udara segar. Sedangkan simpangan Jalan Tol ke arah Sukabumi lancar sehingga perjalanan ke Loji yang tidak jauh dari wilayah Kabupaten Bogor berjalan lancar.
Read MoreLingkungan strategis bukan hanya milik “ketahanan negara” yang dikaji dan diformulasikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), akan tetapi dapat menjadi kajian untuk dan atas nama penyelenggaraan kepemerintahan oleh aparautur sipil. Tulisan ini tidak diarahkan untuk mengkaji latar belakang situasi yang mengharuskan aparatur pemerintah bekerja, akan tetapi bagaimana aparat bekerja ketika sedang terjadi perubahan dan dinamika yang mewarnai kehidupan. Reformasi hidup bernegara dan bermasyarakat di Indonesia sudah berlangsung lebih dari 20 tahun dan terus dipengaruhi oleh perubahan lingkungan yang terjadi. Setidaknya ada 7 perubahan llingkungan strategis yang mengubah cara pandang, cara bekerja, cara beritenraski aparatur sipil negara, ke 7 perubahan itu adalah 1) Pemenuhan Hak-hak Asasi Manusia, 2) Pelaksanaan Demokratisasi, 3) Pengaruh Globalisasi, 4) Implementasi Desentralisasi, 5) Teknologi Infomasi, 6) Milenial & Zilenial, 7) Tuntutan Inovasi dan kreatifitas.
Read MoreSiang ini Ketua Dewan Pembina Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan, Prof. Dr. Haryono Suyono didampingi Wakil Ketua Ibu Dra Nina Akbar Tanjung MSi dan seluruh anggota Dewan Pembina berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pembina nomor 1 tahun 2021 tertanggal 17 Agustus 2021, berhubung Ketua yang lama Ibu Dra Melangoni Subiakto habis masa jabatannya, mengesahkan penugasan kepada Ibu Dra Efin Suhada Effendi SE, MSi sebagai Ketua Umum yang baru. Siang ini Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara dan Pengurus baru lengkap.
Read MoreMelalui Pidato singkat dalam jalur Webinar melalui sistem Zoom diharapkan para Kepala BKKBN dan jajaran relawan dari seluruh Indonesia yang sebagian diwakili oleh para Bupati dan secara fisik oleh Bupati Bogor di Bogor, Deputi BKKBN dan jajaran lainnya yang berkumpul di Kabupaten Bogor diresmikan di Bogor. Kepala BKKBN Pusat Dr(HC) dr Hasto Wardoyo SpOG dalam Pidato singkatnya menjelaskan bahwa dikembangkannya Dapur DAHSAT adalah untuk membantu menangani kasus stunting. Dalam pidatonya yang juga di dukung penuh Bupati Bogor dalam Pidato secara langsung dijelaskan bahwa berbagai langkah telah diambil bersama para petugas dan partisipasi masyarakat secara langsung. Dikatakan bahwa dengan penanganan yang intensif tersebut kasus Covid-19 maupun stunting sudah mulai kelihatan menurun. Bupati dengan seluruh aparat desa bersama Wakil-wakil Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB bekerja keras menangani masalah yang gawat dewasa ini yaitu pandemi Covid-19 dan masalah kurang gizi dan stunting.
Read MoreSatu demi satu Strategi penanganan Covid-19 yang secara berturut-turut dimuat dalam media sosial gemari.id secara terbuka mulai mendapat perhatian dan diterapkan. Yang pertama adalah bahwa serangan Virus tidak dianggap sebagai penyakit seperti halnya kehamilan. Tetapi akan menjadi penyakit kalau “daya tahan” tubuh tidak kuat. Karena itu penanganan pertama adalah memperkuat daya tahan tubuh yang dilakukan melalui Vaksinasi dan memperkuat dengan Vitamin dan makanan bergizi yang sebaiknya dilakukan dengan menggerakkan setiap keluarga menanam sayur, buah-buahan, memelihara ternak dan ikan di kolam sekitar rumahnya. Dalam mengembangkan program KB dibuat Lembaga baru BKKBN, tetapi dalam kasus Corona Menteri Kesehatan yang biasanya selalu seorang dokter ditunjuk Menteri Kesehatan baru yang bukan seorang dokter dengan wakilnya seorang Guru Besar yang dokter yang mempermudah “pendekatan di luar klinik bisa dilaksanakan dengan berani”.
Read MoreSalah satu revolusi media di negara maju adalah konten tayangan televisi, terutama di pagi hari, dengan tontonan yang berisi ketawa dan senyuman. Film komedy berseri “The Cosby Show” yang episode pertama tayang tanggal 4 September 1984, sampai sekarang termasuk film komedi yang diputar ulang, menjadi sitcom.families yang paling disukai.
Read MoreSelama hampir dua jam dengan dipandu oleh Rektor Universitas Guadarma Prof. Dr. ES Margianti SE, MM dan Prof Dr. Ir. Budi Hermawan MM tampil dalam Acara UGTV dengan judul “Jendela Negeriku Ekslusif Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 75” membahas pengalaman mulai dari Sekolah Dasar di Pacitan, Sekolah Menengah di Yogya, Akademi Ilmu Statistik di Jakarta, Pendidikan tinggi pada Universitas Chicaoi sampai kiprahnya dalam program KB yang berhasil di Indonesia serta pengalaman sedikit selama masa pensiun sampai dewasa ini.
Read More