“Dasar-Dasar Menjadi Orang Tua Hebat di Era Milenial”

Ranking orang tua sebagai “idola” anak pada masa lalu dengan masa sekarang sangat jauh berbeda, pada tahun 60-an dan 1970-an orang tua dan guru agama berada di tingkat pertama dan kedua ketika pertanyaan diajukan kepada anak-anak “siapakah yang paling kamu idolakan dalam hidup kamu”, sekarang kedudukan orang tua, pendidik agama (ustadz, guru ngaji, pastor, pendeta) dan tokoh panutan lainnya sudah berada di ranking 4-5 dan seterusnya. Anak-anak lebih mengidolakan teman sebaya, artis dan olahragawan. Dengan demikian menjadi orang tua di era sekarang berbeda dengan masa lalu. Dahulu orng tua menjadi figur panutan anak dalam keluarga, sekarang posisi orang tua mengalami distorsi. Proses belajar sosial anak seringkali berada di luar figur orang tua.

Read More
Haryono SuyonoComment
Gagasan Kebun Bergizi di Halaman Rumah Menghasilkan Desa Bergizi

Sungguh suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa dalam suasana Peringatan Hari Prklamasi 17 Agustus 2021, dari Malang di Jaqwa Timur, sahabat lama kami dr. Mulyohadi Sungkonono SpOG dari HOGSI Malang bersama Dr. dr. Marwani Ketua STIKES Ken Dedes di Malang mengundang kami untuk mengantar suatu Webinar dengan judul Kebun Gizi halaman Rumah yang sangat menarik. Webinar ini menyajikan dua orang pembawa materi yang sangat berpengalaman, Ir. Bambang Irianto dan Prof. Dr. Djanggan S dalam mengolah, mengelola dan mengembangkan Kebun Bergizi dari satu halaman rumah menjadi “Desa berKebun Gizi” yang berhasil dengan sangat baik. Kami katakan sangat baik karena membuat Kebun bukan membuat suatu Pabrik yang segala sesuatunya bisa diatur dalam isolasi dengan produksi yang bisa dirancang dengan baik atas kondisi yang terkontrol rapi. Sedangkan Kebun Bergizi sangat tergantung pada tanah, pupuk dan kesiapan tanah, sinar matahari dan situasi alam seperti angin dan hujan yang seluruhnya masih sangat diatur oleh alam yang hanya bisa diubah sedikit sekali oleh rekayasa manusia.


Read More
Haryono SuyonoComment
Hari Pramuka yang mengesankan

Selama Bapak HM Soeharto menjabat sebagai Presiden, dilanjutkan oleh Presiden pengganti beliau, kita para pengasuh Gerakan Pramuka, merasa bangga bahwa setiap tanggal 14 Agustus berkumpul dengan baju seragam Pramuka, dihiasi tempelan simbul tanda kehormatan serta pencapaian krida dari masing-masing dengan penuh kebanggaan. Sejak pagi Lapangan Cibubur yang biasanya sepi sudah penuh anggota segala usia, datang dari segala penjuru tanah air, ada yang muda dan ada yang tua. Setalah itu ruang tamu yang sangat luas satu demi satu diisi oleh tamu-tamu terhormat tetap dalam pakaian Pramuka, HIPPRADA, atau pejabat dengan pakaian resmi sebagai tamu untuk upacara yang bisanya dipimpin langsung oleh Bapak Presiden HM Soeharto dalam seragam Pramuka. Biasanya didampingi Ibu Tien Soeharto yang sangat sayang pada Gerakan Pramuka.

Read More
Haryono SuyonoComment
Bulan Agustus Bulan Kenangan yang Indah

Hari ini anak-anak Ria, Fajar dan Rina bersama suaminya, tidak seperti gambar di samping lagi, berkunjung dan makan siang bersama. Kedatangan mereka seakan memenuhi undangan yang disampaikan secara batiniah karena kami lagi rindu mengingat bahwa bulan Agustus adalah bulan yang membawa kenangan sangat indah karena pada akhir bulan, tepatnya tanggal 31 Agustus 1963 kami menikah. Karena acara pernikahan dilakukan dalam “adat Betawi”, maka acara itu “diiringi pesta” tiga hari dan tiga malam tanpa henti di tempat kediaman pengantin perempuan. Biasanya pengantin laki-laki boleh pulang ke rumahnya, tetapi kami bandel ikut dalam silaturahmi antar sahabat pengantin. Sewaktu-waktu nimbrung menemani tamu sambil memperkenalkan diri. Malam harinya, biarpun terpaksa menggelar kasur di lantai kamar pengantin, karena tempat tidur pengantin harus tetap terpajang indah dengan aneka hiasan agar setiap tamu yang ingin melihat indahnya hiasan kamar dan tempat tidur pengantin tetap bisa menikmati. Pengalaman “malam pertama yang indah” tidak di atas tempat tidur dengan kasur empuk, terasa sangat mengesankan, biarpun di atas kasur yang digelar di muka tempat tidur pengantin.

Read More
Haryono SuyonoComment
“Maju Bersama Mitra Kerja”

Ada dua pepatah lama (ungkapan filosofis) yang terkenal dalam dunia kemitraan, 1) “Satu orang musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit” adalah ungkapan yang menggambarkan bahwa menjalin kerjasama dan kemitraan menjadi kunci sukses pergaulan, pekerjaan dan pembangunan khususnya dalam menyelenggarakan kepemerintahan. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh seseorang tanpa intervensi dan campur tangan orang, manusia adalah makhluk “zoon polikon (Aristoteles)”, manusia adalah makhluk sosial, memiliki ketergantungan satu sama lain. Demikian juga “suatu organisasi tanpa mendapat dukungan dan kerjasama dengan organisasi yang lain”, menjadi organisasi ibarat bumi tanpa cahaya, tidak bersinar dan mungkin menjadi organisasi yang tidak produktif, 2) “Kerbau yang punya susu, sapi yang dapat nama”, ini adalah sindirian keras, bila mana ada satu organisasi “meng-klaim” bahwa hasil dan prestasi kerjanya mengabaikan sentuhan dan peran pihak lain”.

Read More
Haryono SuyonoComment
Cikal Bakal FKM di Indonesia

Pada sekitar tahun 1973 – 1980 kegiatan Program KB di Indonesia relatif baru dikembangkan sari pendekatan klinis sejak tahun 1970 menjadi pendekatan berbasis masyarakat. Program yang dicanangkan secara resmi Presiden HM Soeharto tahun 1970 melalui suatu proses panjang dengan awalan Program resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu berkembang sangat cepat. Kegiatan KB didukung secara nasional bahkan oleh Konperensi Kependudukan Asia Tenggara tahun 1967 di Jakarta.

Read More
Haryono SuyonoComment
Juang Kencana, JUKEN, Perkumpulan Pensiunan Pegawai BKKBN Ultah ke 21

Hari ini melalui sistem Zoom diadakan Peringatan Ulang Tahun Organisasi Pensiunan Pegawai BKKBN “Juang Kecana” atau “Juken” oleh para anggotanya dari seluruh Indonesia. Juken yang dewasa ini dipimpin Drs Pristi Waluyo mantan Deputy BKKBN tersebut beranggotakan pensiunan dari seluruh Indonesia yang setelah pensiun tinggal di tempat tugas terakhir, di kabupaten tempat lahir atau pindah ke desa menikmati masa pensiun bersama keluarganya.

Read More
Haryono SuyonoComment
Srikandi Posdaya Malang mengembangkan Penggerak Pembangunan di Daerahnya

Srikandi Posdaya Erlin Sulistyawati binaan Prof. Dr. Suprapto dari Universitas Merdeka di Malang dewasa ini tetap aktif sebagai Ketua Posdaya di desanya dan makin giat membina generasi muda dengan sistem coaching yang ampuh. Bulan Mei lalu Ibu Erlin yang cantik itu menyelenggarakan coaching dalam bentuk Mini Worshop dengan judul Coach Your Teenagers yang mendapat perhatian melimpah. Kegiatan coaching itu tidak diberikan Cuma-Cuma tetapi para peserta dihimbau memberikan sumbangan yang disalurkan kepada keluarga kurang mampu dalam arahan pemberdayaan keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Read More
Haryono SuyonoComment
“Manjujai : APE Lokal yang Memerlukan Sentuhan Teknologi”

Ungkapan “Lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikan”, menggambarkan kekayaan bumi nusantara akan budaya, seni dan cara hidup. Kali ini kita akan bicara tentang salah satu Alat Permainan Edukatif (APE) anak usia dini dengan muatan lokal yang sudah dipakai turun temurun oleh orang tua dalam mengasuh dan mengasah motorik kasar dan motorik halus anak usia di bawah lima tahun. BKKBN sedang menggerakan program Bina Keluarga Balita (BKB) terintegrasi dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pos Pelayanan terpadu (Posyandu) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2013 Tentang PAUD Holistik Integratif, sebagai wujud dari komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya holistik integratifnya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak.

Read More
Haryono SuyonoComment
Ki Bimo Dari Pacitan Bagikan Sedekah Sembako Di Sumberharjo

Pada bulan Proklamasi yang penuh berkah ini, kita catat seorang tokoh suatu desa di Pacitan, kami kenal sebagai Kyai Bimo, dari jalan Sasuit Tubun 46, Pacitan, kami berikan tambahan sebutan Kyai di depan nama beliau karena tiap pagi selalu mengajarkan agama melalui WA yang disajikannya dengan baik. Sebagai seorang Kyai beliau mengajar anak-anak membaca Kitab Suci, pada santri-santri muda di kediaman beliau sesudah anak-anak pulang sekolah. Beliau juga mengajar anak-anak muda sayang pada peninggalan leluhur yaitu berlatih gamelan, musik rebana serta menari wayang orang, seperti dilakukan oleh sesepuh yang mengajarkan agama di tanah Jawa pada masa lalu.

Read More
Haryono SuyonoComment
Warung Kopi Milenial Menjaring Generasi Muda

Sebagai Guru Besar dalam bidang Komunikasi dan Perubahan Sosial dengan pengalaman lapangan puluhan tahun ikut mengantar penerimaan budaya baru keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, kami merasa bahagia karena baur-baru ini dalam ikut menguji skripsi para mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhirnya sebelum ujian akhir pada Fakultas Ilmu Komunikasi dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang dipimpin Dekan Dr. Yoga Santoso MSc., sempat bertemu banyak mahasiswa yang bekerja keras sebagai “konsultan” pada usaha berskala kecil dan menengah dengan berbagi ilmu. Para anak muda itu bekerja dengan teman sebaya berusaha mengembangkan berbagai usaha yang diperkirakan menjadi minat generasi muda melepaskan diri dari kejenuhan tinggal di rumah, belajar dan bekerja dari rumah. Mereka sekali-kali ingin menghibur diri dalam keadaan aman dan tidak mengandung risiko kena tular Covid-19.

Read More
Haryono SuyonoComment
“Dangke-Dadiah-Dali, untuk Pencegahan Stunting”

Genderang perang untuk memacu penurunan angka stunting nasional sudah dimulai, sekecil apapun potensi yang dimiliki, termasuk masakan lokal, dapat menjadi kekuatan agar kasus stunting dapat diturunkan pada titik 14% pada tahun 2024. Kali ini penulis menemukan makanan tradisional yang sudah turun temurun dan bernilai gzi yang tinggi, disebut dengan “Trio Dadada”, akronim dari tiga makan khas lokal yang hampir mirip rasa dan pengolahannya, Danke berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Enrekang; Dadiah berasal dari Sumatera Barat, lebih banyak diproduksi di Kabupaten Tanah Datar; dan Dali makanan tradisional yang berasal dari Sumatera Utara, tepatnya Tapanuli. Pasti ada makanan lokal lainnya yang mengandung gizi tinggi yang tersedia dalam produksi makanan lokal di seluruh Indonesia.

Read More
Haryono SuyonoComment
“Pohon Kebahagiaan… Watering”

Di hamparan hijau sawah yang subur, sumber pengairannya berasal dari banyak penjuru mata air, memancar dan mengalir mengikuti bantalan sawah, sesekali hujan rahmat pada musimnya turun saling melengkapi sumber mata air yang ada. Demikianlah, kebahagiaan (happiness) yang menjadi dambaan hampir semua keluarga dan penduduk. BKKBN di awal kelahirannya telah menempatkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) sebagai “tagline of mass campaign” nya, semua mengacungkan dan bersuara “dua anak cukup, laki-laki perempuan sama saja”.

Read More
Haryono SuyonoComment
“Konsepsi: Harapan & Kecemasan”

Sebuah ungkapan “kau datang, aku tunggu”, demikian ilustrasi dialog imaginatif “pertemuan sperma dengan telur dalam peristiwa terjadinya konsepsi”, setelah pasangan suami istri melakukan hubungan seksual dengan tujuan kehamilan. Lebih jauh, konsepsi adalah peristiwa dimulainya pembentukan “janin makhluk hidup manusia”. Peristiwa “aku datang-AD” dengan “aku-tunggu-AT” menjadi peristiwa kehidupan dalam “Seribu Hari Pertama Kehidupan”.

Read More
Haryono SuyonoComment