Sebelum masa pandemi Covid-19, tatkala Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum PB PWRI silaturahmi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan mantan Wakil Gubernur, Heru Sudjatmoko di Semarng, beliau dengan tekun mendengarkan paparan tentang peran anggota PWRI yang berjumlah sekitar 5 juta dan tersebar di semua Provinsi dalam mengajak peran serta seluruh anggota ikut serta membantu usaha pemerintah dalam pemberdayaan keluarga.
Read MoreHari ini Rabu tanggal 4 Agustus 2021 sebayak 60 Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Prof Dr. Moestopo (Beragama) mengikuti Ujian Guru Skripsi dari Besar menjelang Ujian Akhir yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Ujian tingkat Guru Besar itu diberikan oleh Prof Dr. Haryono Suyono MA, PhD didampingi oleh Dr. Wahyudi M. Pratopo SIp, MS, Drs. Habib dan Drs. Rudi Lubis melalui Sistem Daring dari kediaman para mahasiswa masing-masing. Ujian tersebut di mulai sejak jam 8.00 pagi secara bergilir bagi setiap mahasiswa yang mengajukan skripsi secara individual.
Read MorePWRI Jateng yang dipimpin oleh Bapak Drs. Hendro Martono yang dengan para naggota Pengurusnya terkenal gesit mengusahakan bantuan untuk para anggota dan masyarakat lanjut usia lainnya, baru-baru ini menerima bantuan berupa Masker kualitas unggul dari para sponsor yang secara rajin dihimbau memberi bantuan.
Read MoreDr Bambang Sadono Kumpulkan Pendapat Mengenang Warisan Sesepuh Bangsa
Read MoreDalam suasana pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir, bahkan Presiden Jokowi memperpanjang PPKM sampai tanggal 9 Agustus nanti, kami ajak Saudara sekalian mengadakan kunjungan simpati kepada para ibu petani sayur di daerah Wonosobo yang rajin memelihara kebunnya karena dibutuhkan rakyat dan lebih-lebih dibutuhkan keluarga sendiri mendukung makan dan melanjutkan hidup yang penuh pengabdian untuk sesama keluarga yang makan dengan makanan penuh gizi. Makanan yang mengisi setiap tubuh manusia bukan hanya dilindungi dengan Vaksinasi, tetapi diberi masukan makanan bergizi yang diramu dari sayur, buah-buahan dan lainnya dalam “pabrik pribadi” bagi setiap ummat. Ironinya adalah bahwa masukan sayur bergizi tersebut agak terabaikan, kalah bersaing dengan masukan buatan pabrik, sehingga harga sayur merosot tajam karena konsumen berkurang, suatu paradox yang sangat mengkhawatirkan. Padahal sesungguhnya harga sayur harus meningkat karena konsumen butuh tambah makan sayur lebih tinggi agar daya tahan tubuh bertambah kuat. Tetapi karena mereka “mendengar banyak ilmuan dan pejabat” yang menganjurkan “makan vitamin”, masyarakat menurut dan terkecoh, lebih banyak penduduk yang lari kepada vitamin yang diolah pabrik dari bahan baku alami menjadi ekstrak yang lebih padat vitamin. Saudara-saudara dari “Kelompok Tani” dan “Pejabat Teras Bidang Pertanian” tidak biasa berkampanye agar rakyat makan sayur, akibatnya petani sayur yang menyajikan bahan sayur yang harus diolah secara alamiah kalah bersaing dengan pabrik Vitamin modern. Akibatnya, sementara kebutuhan makanan bergizi bertambah tinggi, kebutuhan sayur menurun, harga sayur jatuh terpuruk menjadi sangat rendah.
Read MoreDalam keadaan petugas Rumah Sakit sangat sibuk menghadapi pasien, termasuk aliran deras penderita serangan Covid-19, kebutuhan sehari-hari para petugas itu menjadi sangat kacau. Yang biasanya pagi hari bisa mampir ke pasar beli keperluan dapur atau ke Mall melengkapi kebutuhan keluarga, kesempatan waktu menjadi makin sempit atau sama sekali tidak lagi bisa berbagi untuk itu. Kalau ada waktu menjadi sangat takut karena harus bergerombol dengan para pedagang dan rakyat banyak yang kemungkinan besar pembawa Covid-19.
Read MoreSebutan 8 fungsi keluarga sudah ada semenjak Undang-Undang Nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang kemudian di-amandemen menjadi UU nomor 52/tahun 2009. Setiap pemeran dan pelaku keluarga berencana, setidaknya pernah mendengar kalimat atau slogan atau sekarang disebut dengan tagline “8 fungsi keluarga”, karena memang dirancang setiap keluarga memiliki 8 fungsi yang saling berkaitan satu sama lain, setiap fungsi tidak bisa berdiri sendiri, (standing up together)
Read MoreSebelum Presiden Jokowi memulai Program Pembangunan Desa dan Masyarakat desa di tahun 2015, melalui inisiasiasi Yayasan Damandiri yang dipimpin mantan Menko Kesra Taskin Prof. Dr. Haryono Suyono, dikembangkan upaya pengentasan kemiskinan yang berhasil sebelumnya menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 11 persen di tahun 1997. Karena pendekatan baru tidak lagi melalui jalur pemerintah, maka dirancang lebih dulu pengembangan jalur swasta di tingkat pedesaan yang mandiri. Untuk itu digagas upaya memperkuat jalur masyarakat tersebut melalui pembentukan jalur masyarakat yaitu membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya.
Read MoreSebuah ungkapan “kau datang, aku tunggu”, demikian ilustrasi dialog imaginatif “pertemuan sperma dengan telur dalam peristiwa terjadinya konsepsi”, setelah pasangan suami istri melakukan hubungan seksual dengan tujuan kehamilan. Lebih jauh, konsepsi adalah peristiwa dimulainya pembentukan “janin makhluk hidup manusia”. Peristiwa “aku datang-AD” dengan “aku-tunggu-AT” menjadi peristiwa kehidupan dalam “Seribu Hari Pertama Kehidupan”.
Read MoreBersama Dalang Kondang Ki Entus Susmono yang kemudian menjadi Bupati Tegal, sebelum beliau meninggal dunia, kami Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono didampingi Dr. Mulyono D. Prawiro mengembangkan Posdaya yang berhasil di Tegal. Pengembangan yang dimulai dengan partisipasi Universitas .. di Tegal itu dilanjutkan dengan baik oleh Ibu Nurlela Entus Susmono melalui Gerakan PKK dan jajarannya.
Read MoreSudah biasa dan terbiasa ada kata-kata yan keluar spontan dari mulut orang-orang yang sudah memasuki usia tua (aging)…”aku sudah tua, tidak muda lagi dan dan…. Kata-kata sendu lainnya. Disarankan kah itu ? Jawabannya tentu tidak. Umur tua secara biologis belum tentu tua dalam bidang yang lain. Ini lah yang ingin kita bincangkan dalam artikel seri/1000 ini.
Read MoreSelama tahun 1998 sampai sekitar tahun 2015, sealaku penggagas dan kemudian Ketua Yayasan Damandiri, yang didirikan bersama Mantan Presiden RI Almarhum Bapak HM Soeharto, Om Liem Soei Liong, Bapak Sudwikatmono, kami selalu keliling dari desa ke desa. Perjalanan biasanya menggunakan pesawat komersial Garuda dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju desa yang jauh dari ibu kota kabupaten.
Read MoreBak dalam Perang Barata Yuda, Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, telah membawa akibat banyak Srikandi dan Bima yang bertempur melawan serangan Pandemi, biarpun sudah sangat hati-hati, waspada dan melengkapi diri dengan Vaksinasi, satu demi satu terpaksa terkapar dengan sangat menyedihkan. Salah satu sebabnya adalah bahwa musuh Covid tidak Satria, tidak menampakkan diri, resisten terhadap berbagai jenis obat atau “senjata pamungkas”, dan lebih dari itu bisa masuk seseorang tanpa tanda-tanda sehingga seorang yang menderita bisa disangka sehat. Tersangka itu dianggap normal, tetapi membawa Virus yang bagi dirinya tidak berbahaya tetapi bisa menular kepada rekan lain tanpa diketahui. Sungguh pelibatan yang sangat keji tanpa tata krama.
Read MoreSemalam, pada saat kami terlibat saling berkabar antar sahabat antar benua yang tinggal di luar negeri, tiba-tiba teringat pada para sahabat yang sedang terkena musibah serangan Covid-19. Secara spontan timbul gagasan untuk doa bersama. Secara spontan Dr. Dono Widiatmoko yang tinggal melakukan penelitian dan mengajar pada Perguruan Tinggi di Inggris langsung membuka link Zoom dan mengajak semua menundukkan kepala untuk bersama-sama membacakan surat Yasin dan memanjatkan doa.
Read More