Ibu Yeni Heryani salah satu staf dari Radio DFm , anggota Gerakan Masyarakat Mandiri IGemari), hari ini ikut terjun ke jalan-jalan membagikan tutup hidung dan mulut sumbangan Yayasan Anugerah. Sasaran yang dituju sebagai sukarelawan adalah para pedagang muda yang mencari nafkah dari rumah ke rumah yang dengan hati-hati memperhitungkan risiko pada diri sendiri. Ibu Yeni dengan kawan-kawannya berkenan menjadi sukarelawan membagi dan memberi petunjuk kepada anak muda pedagang tradisional yang jarang dikenal lagi. Mereka ternyata anak kampung yang tahun ini tidak bisa pulang kampung sehingga dengan sukarela telah mengirimkan tabungannya ke kampung halaman untuk orang tua dan sanak saudaranya yang bisanya menghabiskan liburan bersama di kampungnya. Tahun ini dia dengan lega tidak pulang kampung tatapi dengan rela melepaskan tabungannya untuk ibu dan saudara-saudaranya yang sangat dirindukan untuk sekedar bersenang ceria bersama di kampungnya. Di tanya apakah tidak sekolah, dia menjawab bahwa di masa lalu sempat sekolah tetapi karena kehidupan di kampung sulit, maka dia pindah ke Jakarta dan berakhir menjadi tukang makanan keliling dengan pendapatan yang tidak seberapa tetapi bisa membantu orang tua dan menabung sekedarnya untuk bersenang bersama orang tua dan rekan di kampungnya. Kehidupan yang berat tetapi bisa dijalaninya dengan ceria.
Read MoreDi Keith, Australia Selatan, kota kecil (town) tempat saya tinggal selama belajar dan menetap di Australia, yang berpenduduk waktu itu hanya sekitar 300 orang, mungkin hanya saya satu-satunya penduduk Muslim. Keith memang sebuah kota kecil di sebuah daerah pertanian, sekitar 3 jam dari Adelaide, ibukota South Australia, terletak antara Bordertown, kota perbatasan dengan Negara Bagian Victoria dan Adelaide. Makanya teman saya yang kuliah di Adeliade dan pernah melintasi Keith bilang, ini kota “in the middle of nowhere”. Dengan penduduk yang kalau di indonesia (di pulau Jawa) barangkali setingkat RW, maka Ternak domba (lamb) jauh lebih banyak populasinya dari pada manusianya.
Read MoreSungguh luar biasa, bulan Ramadhan tahun ini yang merupakan bulan Ramadhan menyedihkan, bisa berubah menjadi kesempatan yang apabila kita mendapatkan Ridho dan menggunakan petunjuk Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, akan membawa kebahagiaan yang luar biasa karena keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ditunjukkan jalannya dengan sangat baik. Jalan itu secara tidak kita duga diberikan secara oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Virus Corona sehingga pemerintah memerintahkan kita untuk tinggal di rumah, melakukan kegiatan dari rumah atau di rumah, mulai sekolah, bekerja dan beribadah, tidak ada satu pun yang dikecualikan, termasuk kebiasaan pulang kampung selama masa liburan bulan Ramadhan.
Read MoreYayasan Anugerah Kencana Buana (Anugerah) yang didiriknn berkat keberhasilan Program KB yang ditandai dengan Penghargaan UN Population Awards pada tahun 1989 pada Presiden HM Soeharto, dan dewasa ini dipimpin oleh Drs. Fajar Wiryono, Drs. Rudi Lubis dan dr. Rina Mardiana serta dibina oleh Prof. Dr. Haryono Suyono, sejak awal bulan suci Ramdhan, hari Jumat 24 April 2020, berkat bantuan beberapa lembaga dan rekan-rekan yang peduli, telah membagikan ribuan Tutup Hidung dan Mulut kepada beberapa keluarga kurang mampu binaan Posdaya di beberapa Kabupaten di Indonesia. Bantuan itu disalurkan melalui para Serikandi atau Pengurus Posdaya yang dimasa lalu ikut pelatihan Posdaya di HSC Center di Jakarta untuk para Pengurus , Aktifis dan anggota Posdaya di masing-masing daerah.
Read MoreDalam suasana perang besar-besaran melawan penyebaran Virus Corona akhir-akhir ini kita melihat Bangsa ini bekerja dengan luar biasa. Berbagai Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dari Provinsi sampai ke tingkat kelurahan, Perguruan Tinggi, Wakil-wakil kita di DPR dan lembaga swadaya masyarakat memeras keringat mengadu Strategi bekerja secara gotong royong melawan Virus yang seakan berada di sekitar kita tanpa kelihatan. Tenaga dokter dan aparat dekatnya bekerja di garis depan mengadu tenaga dan pikiran dengan menyabung nyawa dalam lindungan perlengkapan yang dirasa bisa melindungi diri dari serangan yang mencari celah-celah kelemahannya. Serangan mereka melebihi musuh Belanda dalam perang kemerdekaan yang dilengkapi senjata mdern tetapi kelihatan nyata dengan mata telanjang karena badan mereka besar-besar dan tidak bisa berbahasa Indonesia atau bahasa daerah. Karena itu mudah dikenal dan dengan demikian, biarpun senjata mereka lebih ampuh dari bambu runcing, dengan semangat dan kerja sama yang erat, kita lawan mereka dan akhirnya kita menang. Kita merdeka menjadi negara yang maju. Namun, musuh Virus kali ini, kita dan bangsa-bangsa sedunia lainnya tidak bisa melihat musuh, bahkan para ahli masih berdebat bagaimana ciri-ciri Virus ini menyebar dari satu wilayah ke wilayah lainnya, biarpun WHO sepakat bahwa Virus bisa menyebar lewat udara dan tahan hidup dalam beberapa media lebih lama.
Read MoreBeberapa hari yang lalu kita dengarkan keterangan Menteri Des PDTT, Gus Abdul Halim Iskandar yang menjelaskan secara terperinci bahwa atas Keputusan Presiden Jokowi seluruh jajaran Kepala Desa di seluruh Indonesia perlu segera menyesuaikan Rencana Penggunaan Dana Desa 2020, baik yang sudah dicairkan atau akan segera dicairkan untuk memastikan disediakannya dana khusus untuk kegiatan Padat Karya Tunai guna melawan serangan Virus Covid-19 yang sedang melanda seluruh wilayah tanah air tanpa pandang bulu. Dalam keterangan yang disiarkan langsung dan diikuti Kepala Desa di seluruh Indonesia itu Menteri secara jelas menyebutkan program dan kegiatan yang dapat dibiayai dengan Dana Desa dalam kegiatan Padat Karya Tunai melawan Virus Corona tersebut.
Read MoreSekali lagi Tim Kerja Ruang Kendali Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT mengajak kita sekalian untuk meninjau Desa Bedali dengan kegiatannya untuk anak-anak penyandang desabilitas. Di desa ini atas prakarsa ibu Kertaning Tyas berhasil melakukan terobosan hambatan birokrasi dan kelembagaan memperjuangkan kelompok disabilitas yang termajinalisasi dalam proses pembangunan di tingkat pusat sampai desa. Kertaning Tyas menginisiasi Posyandu yang melayani penyandang Disabiilitas.
Read MoreSeperti halnya perkotaan, desa-desa, terutama desa-desa yang mulai fokus sebagai destinasi desa wisata, saat ini berkompetisi untuk membuat nama baik dan citra desanya menjadi lebih unggul, desanya terlihat lebih mempesona, sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan, atau investor, bahkan menarik kaum terpelajarnya untuk tetap nyaman tinggal di desanya dan bekerja membangun desanya dengan penuh gairah dan rasa cinta.
Read MoreRiza Alahi dari Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa PKK, organisasi ibu-ibu di Desa Durian mengelola potensi desa, hutan mangrove dan pantai, menjadi destinasi wisata. Pada 2018, PKK melakukan penataan ruang, pembenahan, perawatan, hingga promosi. Meski masih minim fasilitas, objek wisata hutan mangrove Desa Durian mulai dikenal masyarakat luas. Mereka berharap terobosan ini, apabila suasana serangan Virus Corona sudah mereda, mampu meningkatkan perekonomian mayarakat, sekaligus menjadi sektor penyumbang pendapatan asli desa (PADes).
Read MoreTim Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa Budidaya ayam petelur yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Rejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan cukup pesat. Dalam sehari omset yang diraup mencapai Rp 3.200.000, dengan kakulasi harga 1 Kg telor Rp 20.0000.
Read MorePada tulisan yang lalu telah kita bahas strategi kedua pada bagian sasaran, yaitu masyarakat dan keluarga yang terkena dampak serangan Virus Corona atau Covid-19. Pada tulisan ini kita membahas bagaimana peran tenaga pelayanan untuk mengatasi serangan Virus Corona tersebut secara massal dan efektif. Suatu bagian yang sangat penting mendapatkan dukungan “roh atau nyawa” agar Unit-unit Pelayanan yang sangat vital dan harus tersedia di berbagai tempat di mana masyarakat bermukim mendapat dukungan semua anggota masyarakat, yang terkena serangan atau tidak sehingga semua anggota masyarakat dapat di selamatkan nyawanya. Tenaga yang melayani sasaran tersebut perlu dibantu dukungan tenaga masyarakat sasaran yang terkena dampak Virus dengan harapan secara aktif sasaran langsung menjadi “mitra dari unit pelayanan” yang profesional dan bertugas menjaga dan melayani sasaran yang terkena dampak lebih lancar dan merasa mendapat kehormatan.
Read MoreTim Kerja Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa di Desa Cilalahab, Kecamatan Banjar telah dibangun lapangan sepak bola dengan luas 85×80 meter. Lapangan ini selalu terlihat ramai meskipun usianya belum genap dua tahun. Tempat itu sering menjadi pusat kegiatan pemuda warga sekitar yang menyebut tempat ini sebagai Sorga alias Sarana Olahraga. Sayang karena ada wabah Virus Corona kegiatan itu dewasa ini tidak kondusif dan menjadi sangat berbahaya karena tidak boleh ada kerumunan masa lagi. Tetapi apabila masa Virus Corona berakhir hampir pasti lapangan itu akan menjadi lebih ramai lagi.
Read More