Pasca Perang Baratayuda dan Pasca Vaksinasi Covid-19

Baru saja teringat cerita Wayang dengan Lakon Pasca Barata Yuda Binangun di mana Keluarga Pandawa menang mutlak dan seluruh Pasukan Kurawa habis ludes termasuk sang Raja Suyudana, Patih Sengkuni dan Sesepuh Ngastina Pandita Durna meninggal dunia dalam peperangan. Prabu Punta Dewa anggota keluarga Pandawa tertua dinobatkan sebagai Raja di Astina Pura. Zaman Pandawa berubah, secara teoritis tidak ada lagi yang memburu ingin membunuhnya. Pandawa memasuki era pasca perang, tetapi Raja Punta Dewa tampak sedih karena akibat Perang Barata Yuda, banyak kehilangan anggota keluarga, baik warga Astina Pura maupun anak-anak Pandawa. Dalam pertemuan akbar di Istana Astina Pura itu Prabu Kresno dan Bolo Dewo juga hadir dan memberikan nasehat guna menenangkan Prabu Yudistiro.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mempersiapkan Anak-anak Mendoakan Almarhumah Ibu Astuty dari Cinangka

Mas Rudi Lubis dan mbak Ria hari ini ke Kebun Astuty di Cinangka dan di Loji membantu anak-anak pekerja Kebun yang setia menunggu Kebun, menanam sayur dan jagung di tempat itu, yang menyatakan keinginan datang ke kediaman kami di Perdatam untuk bersama-sama berdoa kepada almarhumah pada peringatan satu tahun kepulangan almarhumah menemui Tuhan Yang Maha Esa. Kami minta agar mereka bersama antar tetangga mendoakan Almarhumah Ibu Astuty dari Kebun di kedua tempat yang dekat rumah masing-masing. Larangan itu mengikuti anjuran Pemerintah agar lebih banyak tinggal di rumah dan melakukan banyak kegiatan di rumah agar tidak terkena penularan Virus Covid-19.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mendengarkan Nasehat Sesepuh Bangsa

Minggu depan, tepatnya tanggal 8 Juni 2021, Bangsa Indonesia akan memperingati satu abad Hari Lahir sesepuh Bangsa, Presiden RI kedua, Almarhum Bapak HM Soeharto. Melalui kontroversi dunia yang sangat tajam, secara sistematis beliau mengembangkan program KB setapak demi setapak mengikuti alur yang sangat sistematis membangun komitmen nasional secara bertahap. Mula-mula mengikuti sejarah Bung Karno yang di tahun 1950-an memberi ijin kepada dokter pribadinya ikut aktif dalam gerakan KB oleh para dokter. Tahapan itu diikuti berikutnya oleh Pak Harto dengan memberi ijin kepada salah satu Gubernur dalam lingkungan kepemimpinannya, Gubernur Ali Sadikin dari DKI Jakarta mulai membuka kesempatan kepada para dokter DKI menyelenggarakan program KB di kawasan DKI Jakarta. Selanjutnya, pada tahun 1969 beliau mengutus Menko Kesra Idham Khalid mewakili Presiden RI memberikan sambutan pada Konperensi Kependudukan Asia Pasifik di Jakarta.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mohon doa Untuk Almarhumah Ibu Astuty Haryono

Dengan penuh rasa duka dan kasih sayang kami sampaikan bahwa pada hari Senin tanggal 7 Juni 2021 nanti akan genap satu tahun istri kami, ibu kami, nenek kami, Almarhumah Astuty Haryono telah meninggalkan kita genap satu tahun. Berhubung satu tahun almarhumah meninggalkan kita, kami sengaja hanya berkumpul dengan anak dan cucu membacakan doa bersama dan mohon maaf tidak mengundang sahabat tercinta almarhumah. Keluarga di Kampung Melayu, teman-teman di Cinangka, di Pacitan dan di tempat-tempat lain mengadakan selamatan kecil-kecilan bersama kelompoknya membacakan doa untuk almarhumah. Keluarga inti hanya bersama anak-anak dan cucu bersama-sama akan mendoakan almarhumah agar tetap tenang berada di sisi-Nya. Kami juga mohon doa bagi kami yang masih hidup bisa melanjutkan cita-cita dan amal ibadah beliau dengan memberikan perhatian kepada keluarga dan sahabat lain yang masih tertinggal. Kami bertekad melanjutkan cita-cita beliau sayang pada tanaman langka dan Kebun Bergizi dengan menganjurkan khalayak menanam sayur, buah, memelihara ternak dan berusaha mengajak masyarakat untuk sayang pada keluarganya dengan memberi masukan makanan yang menyehatkan kaya gizi.

Read More
Haryono SuyonoComment
Jualan Pisang Goreng yang Laris Manis

Dalam dua hari ini kami pergi ke Rumah Sakit untuk kontrol mata dan bagian tubuh lain yang karena usia bertamnah tua juga mngalami degradasi dan perlu di kontrol dengan katat. Dalam perjalanan menuju RS Mata di salah satu RS di Menteng Jakarta, ananda dr Rina yang mengantar mengajak sopir Pak Bibit dan Keling keliling lewat Manggarai yang di masa lalu terkenal dengan pedagang dan pendudk yang sangat padat. Daerah ini di masa lalu menjadi daerah sering mengalami kebakaran karena kegiatan penduduki yang padat dan cara menggunakan bahan bakar atau listrik yang tidak mengikuti aturan hukum atau syarat-syarat teknik yang benar.

Read More
Haryono SuyonoComment
Semar Bodronoyo Melalui Wahyu Ketenteraman Berusaha Lenyapkan Pagebluk

Menjelang Peringatan Hari Lahir Presiden RI kedua Almarhum Bapak HM Soeharto tanggal 8 Juni , karena kita tahu bahwa semasa hidup beliau mengagumi figur dan watak Semar, hari ini kita sajikan cerita tentang Semar. Kita sajikan suatu Lakon Wayang tentang niat Semar Bodronoyo melenyapkan Pagebluk yang melanda Kampung halamannya Desa Karang Kadepel. Seperti diketahui Semar dan Bethara Kresna adalah dua figur yang dianggap sebagai kekuatan pendamping lima saudara Pandawa yang dalam cerita wayang merupakan wakil-wakil dari sikap dan tingkah laku yang baik. Semar seakan mewakili kaum jelata biarpun aslinya berasal dari kelompok para Dewa di Suralaya, sedangkan Bathara Kresna adalah kaum elite atau raja yang semasa mudanya diasuh Semar dan anak-anaknya.


Read More
Haryono SuyonoComment
Sejak "Zaman Semar" Membangun Desa Banyak Mengalami Kesulitan

Sejak jaman Almarhum Presiden RI kedua Bapak HM Soeharto sampai hari ini masa jaman Bapak Jokowi sebagai Presiden RI, upaya membangun Desa, masyarakat Desa dan pemberdayaan keluarga di Desa, sungguh merupakan usaha yang sulit. Komitmen dan kegiatan operasional silih berganti, dana mengalir tidak sedikit tetapi masyarakat dan keluarga desa tetap miskin, seakan bertubinya pemberdayaan dan pembangunan tidak ada manfaatnya untuk keluarga dan masyarakat desa.

Read More
Haryono SuyonoComment
Perhatian Terhadap Acara Webinar “Lansia Berkebun” pada HLUN 21 melimpah

Dengan diiringi ucapan terima kasih kepada Handoko Wignyosastro, Maestro Penyelenggara Webinar “Haryono Show” dan kawan-kawannya, di luar dugaan, tetapi dengan persiapan yang matang, Acara Webinar Lansia Berkebun pada Peringatan Hari Lansia Nasional 2021 yang diselenggarakan sesudah Acara resmi di Kementerian Sosial tanggal 29 Mei, ternyata mendapat perhatian dari khalayak yang melimpah. Sehari setelah acara di Kebun Astuty, Cinangka disiarkan secara luas, Kebun di Cinangka mendapat beberapa kunjungan seorang dokter dengan keluarganya yang ingin melihat dengan mata sendiri tayangan yang dihiasi dengan penyajian yang luar bisa oleh Bapak Prof. Dr. Susilo Arifin Dosen Senior yang juga telah mengubah halaman rumah beliau di depan, samping dan belakang menjadi Kebun Bergizi. Mereka juga sangat tertarik menyaksikan Dekan Fakultas Bioindustri Universitas Trilogi Ibu Dr. Unanpi HS yang seakan seperti pembawa acara TV Nasional menjelaskan sebagian kecil Kebun Astuty yang kaya tanaman langka, sayur, kolam ikan, kelinci dan kambing yang saling membantu memanfaatkan limbah mereka seakan di Kebun Astuty itu tidak ada limbah karena setiap limbah bisa menjadi bahan baku untuk proses alamiah berikutnya. Dr. Inanpi HS yang datang ke Kebun seminggu sebelumnya rupanya dengan pengalaman beliau di Tuban melalui Kebun yang luasnya puluhan ha begitu mahir menjelaskan apa yang dilihatnya, seakan pengalaman membangun Agro Wisata yang sangat produktif dan menarik banyak pengunjung itu.

Read More
Haryono SuyonoComment
Webinar Hari Lansia Nasional di Kebun Astuty

Sejak pagi-pagi, mandi dan sarapan, dengan penuh rasa rindu dan selalu mendoakan Nenek Astuty, kita mengadakan persiapan untuk berangkat ke Kebun Nenek di Cinangka. Mas Rudy siap-siap dengan satu mobil penuh bawaan bersama Mas Bibit melaju langsung ke Kebun Astuty di Cinangka. Kami didampingi dr. Rima dan pak Keling mengikuti dari belakang dengan mobil lain membawa beberapa konsumsi untuk keluarga yang mungkin datang ke Kebun untuk ikut menyaksikan Webinar dan meninjau Kebun yang hampir selesai di rehabilitasi agar makin nyaman untuk seluruh keluarga, menarik untuk anak balita tetapi juga nyaman untuk penduduk lanjut usia. Seseorang anak muda juga bisa berpasangan di tengah kebun asyik minum kopi dan merancang masa depannya. Kebun yang ramah bagi lansia yang ingin duduk-duduk minum kopi di tengah kebun serta mendengar suara air mengalir berisik seakan di tengah area pegunungan yang sejuk membuat pasangan tua ingin makin merapat dan berpeluk dengan kasih sayang.

Read More
Haryono SuyonoComment
Menjelang Peresmian Renovasi Kebun Nenek Astuty di Cinangka

Hari ini menjelang Peresmian Renovasi Kebun Nenek Astuty di Cinangka pada Hari Lanjut Usia Nasional tanggal 29 Mei 2021, kami beramai-ramai memerlukan Ziarah ke Makam Nenek di Kalibata. Dengan penuh haru kami berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kiranya nenek Astuty tenang berada di sisiNya menikmati kehidupan baru yang sangat bahagia berkat amal ibadah beliau berupa usaha dan jasa-jasa selama hidupnya. Karena itu anak-anak dan mantu beliau serta cucu-cucu dan cicit tidak habisnya memuji neneknya yang penuh kasih sayang. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat besar bagi mereka. Tidak ada lagi tempat bermanja untuk mendapatkan dukungan belajar atau sekedarnya kepingin baju, sepatu baru, alat permainan serta makanan kesukaan mereka di Restoran favorit.

Read More
Haryono SuyonoComment
Lulusan Universitas Trilogi yang Jadi Pengusaha Properti

Tulisan ini dikutip dariMajalah Property Indonesia yang menulis tentang sosok muda yang mulai menajak maju. Sosok itu bernama Dhaneswara Senowibowo. Anak muda itu baru berusia 38 tahun yang berprofesi sebagai developer yang kesehariannya tampil cukup bersahaja layaknya sang kakek. Dhanes yang putra Tantyo Adji Sudharmono, putra bungsu Sudharmono SH, sehingga dia adalah cucu mantan Wakil Presiden RI.

Read More
Kuliah Umum tentang Sejarah KB pada Mahasiswa FKM UI di Jakarta

Dengan diantar oleh Dr. Tris Eryando MA dan Dr.dr. Toha Muhaimin MPH Dosen senior FKM UI, hari ini, Kamis 27 Mei, mulai jam 16.00 Prof Dr Haryono Suyono mantan Kepala BKKBN selama 17 tahun memberikan Kuliah Umum kepada sekitar 300 Mahasiswa FKM Ui di Jakarta. Kuliah Umum itu secara khusus mengulas sejarah gemilang program KB sampai akhir tahun 2000 yang berhasil. Kuliah dilanjutkan dengan cerita “kecelakaan” yang terjadi setelah tahun 2000 dan diteruskan pada masa transisi sampai tahun 2015., Pada tahun 2015 dilakukan pendekatan yang lebih serius dengan menambahkan tugas-tugas baru seperti penanganan masalah stunting yang semula dikerjakan bersama berbagai lembaga

Read More
Haryono SuyonoComment
Webinar : Kuliah Umum tentang Sejarah KB pada Mahasiswa FKM UI di Jakarta

Hari ini mulai jam 16.00 Prof Dr Haryono Suyono mantan Kepala BKKBN selama 17 tahun akan memberikan Kuliah Umum kepada para Dosen dan Mahasiswa FKM Ui di Jakarta. Kuliah Umum itu secara khusus akan mengulas sejarah gemilang program KB sampai akhir tahun 2000 yang berhasil. Kuliah dilanjutkan dengan cerita “kecelakaan” yang terjadi setelah tahun 2000, kemudian diperbaiki pada tahun 2015 dengan pendekatan yang lebih serius.

Read More
Haryono SuyonoComment
Perdagangan Eceran On Line Makin Menjdi Model Baru yang Praktis

Pada jaman serba elektronik dewasa ini Perdagangan Eceran juga berubah. Dari menghadapi barang dagangannya sambil menunggu mengusir lalat, hari ini makin canggih. Barang dagangan berupa sayur dan buah disimpan dalam kulkas dan pedagangnya tidak lagi memegang pengusir lalat, tetapi memainkan hape mengirim berita tentang adanya produk sayur atau buah yang baru dan segar. Kadang-kadang diselingi adanya buah-buahan yang datang pada waktu sedang menulis pesan, sehingga segera diingatkan sekaligus adanya komoditas baru yang siap dipesan. Ananda Ria Indrastuty, biarpun tadinya hanya iseng-iseng, kini menyerupai almarhumah Neneknya Padmirah dari Desa Pucang Sewu di Pacitan menjadi makin serius dan usahanya makin membengkak.


Read More
Haryono SuyonoComment
Mr Connection Membangun Aliansi dengan Karyawan Pabrik-pabrik Besar

Suatu kenangan indah sejak Dr. Haryono Suyono menjabat sebagai Deputi Operasional BKKBN di tahun 1975, tahap demi tahap oleh para konsultan dari US AID, Ford Foundation serta UN FPA PBB di Jakarta diberi gelar baru sebagai Mr Connection. Gelar tersebut diberikan karena sebagai seorang Deputi yang popularitasnya belum memadai, memiliki akal menghubungi berbagai pabrik dengan karyawan yang melimpah dengan mengandalkan pengaruh Menteri atau Dirjen yang mempunyai tugas membina Pabrik. Secara sabar menghubungi, mengadakan advokasi meminta tolong para Menteri, Sekjen atau Dirjen berbagai Kementerian yang secara fungsional memiliki peran pembinaan pabrik atau karyawannya untuk berkunjung bersama.

Read More
Haryono SuyonoComment