Kesempatan Baru menjadi Sarjana Kesehatan Masyarakat

Dalam pertemuan virtual antara Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan Mitra Ria Husada di Cibubur Jakarta bersama seluruh Pimpinan Prodi dengan Ketua Yayasan Ria Pembangunan Ibu Milangoni Subiakto dan jajarannya serta Pembina Prof. Dr. Haryono Suyono dan jajarannya serta para pengawas, utamanya setelah mendapat arahan dari Dirjen Dikti Prof. Dr. Ir. Nizam minggu sebelumnya, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat dr. Engkus Kusdinar Ahmad MPH. menjelaskan bahwa dalam lingkungan Prodi Kesehatan Masyarakat, dewasa ini memiliki mahasiswa reguler yang langsung berasal dari tamatan SMA, ada pula Kelas Ekstensi yang memiliki mahasiswa berasal dari pegawai yang sudah bekerja, tamatan SMA yang ingin melanjutkan belajar guna mendapatkan gelar tingkat Sarjana. Dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa Ekstensi ini makin banyak sehingga dirasa cukup menggembirakan karena dengan demikian bagi Instansi tempat mereka bekerja para pegawainya meningkat mutu dan ketrampilan karena mereka mengasah kepandaian dan ketrampilan dengan sedikit sekali memberi beban kepada Instansi atau lembaga mereka bekerja. Mereka belajar di luar jam kerja dan tidak mengganggu pekerjaan di kantornya, suatu pelaksanaan dar gagasan Kuliah Merdeka atau Belajar Merdeka.

Read More
Haryono SuyonoComment
Pengalaman “menjabat Presiden RI” untuk beberapa jam

Hari ini tanggal 9 September adalah “Hari Olah Raga Nasional” yang biasanya diperingati khusus dengan menggelar upacara bendera di lapangan Olah Raga yang dipenuhi pasukan TNI, POLRI, pegawai negeri, pensiunan, pemuda, pelajar SMP dan SMA, serta atlit-atlit segala cabang olah raga, suatu peringatan yang sangat mengagumkan karena para atlit memiliki sahabat dan rekan kerja yang sama-sama sehat, saling mengagumi, gagah dan ceria sesama komponen pembangunan bangsa. Begitu juga pada tanggal 8 September 1999, Kantor Kepresidenan BJ Habibie disibukkan dengan persiapan Peringatan Hari Olah Raga Nasional yang santer diberitakan akan diperingati di Stadion Monumental di Solo, yang konon tempat awal diselenggarakannya Pesta Olah Raga PON di masa lalu. Sejak pagi Menteri Pemuda dan Olah Raga, dr. Agung Laksono, dengan staf sudah ada di Kantor Menko Kesra Taskin di Merdeka Barat untuk bersama-sama mengadakan pertemuan persiapan akhir keberangkatan Presiden BJ Habibie ke Solo guna memberikan amanat pada Peristiwa Nasional itu. Gagasan mengadakan Peringatan Hari Besar Nasional di daerah, di Solo, tergolong baru, dan diharapkan kesediaan dan kemampuan daerah, akan memberi dampak menyebarnya perhatian nasional serta kemampuan menjadi penyelenggara acara nasional, menyebarnya kesematan dan fasilitas serta menyebarnya kebanggaan nasional di seluruh daerah.

Haornas d

Read More
Haryono SuyonoComment
Kenangan Indah “Mengantar Pak Malik Fadjar” menjadi Menteri

Inna lilahi Waina lilahi Rojium, telah wafat dengan tenang sahabat, tokoh Nasional dan pejuang bangsa, Bapak Prof. Dr. Malik Fajar, mantan Menteri Menteri Agama, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tokoh Nasional dan tokoh Muhammadiyah yang ulung, pada hari Selasa yang lalu. Almarhum Bapak Prof. Dr. Malaik Fajar pertama kami kenal adalah sebagai Rektor Universitas Muhammdiyah di Surakarta, pada waktu itu sebagai Universitas yang dipimpin beliau besar tetapi belum terkenal menonjol sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia. Sebagai Kepala BKKBN, kami sangat getol mendukung Gerakan mahasiswa terjun ke desa, seperti kemudian dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) membentuk dan membantu Kelompok-kelompok Akseptor Keluarga Sejahtera di desa-desa. Pengalaman sebagai Kepala BKKBN yang akrab dengan Gerakan Muhammadiyah dan NU dalam membina Kelompok akseptor KB yang sangat berhasil, maka kami juga sangat akrab dengan berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Perguruan Tinggi Muhammadiyah kemudian juga sangat responsif dan aktif menanggapi ajakan KKN dengan tujuan pembentukan Kelompok Posdaya di desa-desa dimana anggota Organisasi Muhammadiyah aktif membina bersama mahasiswa yang terjun dalam KKN tersebut. Tidak terkecuali dengan Universitas Muhammadiyah di Solo yang dipimpin oleh Prof. Dr. Malik Fajar, dalam persiapan KKN ke berbagai desa di sekitar Solo, kami diundang memberikan pembekalan secara lengkap. Pada saat itu pula kami membawa kru televisi lengkap sehingga peristiwa persiapan dan peluncuran KKN tersebut disiar luaskan melalui jaringan televisi dan diliput oleh banyak sekali wartawan media cetak secara luas. Bapak Prof. Malik Fajar sangat berkenan melimpah pada perhatian beliau yang sangat luar biasa pada kegiatan mahasiswanya. Kelompok Akseptor di Desa dan kemudian Posdaya yang dikembangkan mahasiswa di desa-desa menjadi forum pengembangan budaya gotong royong, sekaligus mendorong dinamika masyarakat luas dalam pembangunan desa dan keluarga desa, yang ternyata adalah ciri dan kekuatan gerak Prof. Dr. Malik Fajar dalam kegiatan kemasyarakatan secara luas.

Read More
Haryono SuyonoComment
Program Pendorong Pertanian Organik Makin Populer

Pada acara keempat Pertemuan Webinar Zoom, MAPORINA, yang dipimpin Drs. Joko Sidik Pramono makin kelihatan minat dan popularitas Gerakan Pertanian sistem Organik. Jumlah peminat tetap melimpah sehingga perlu pengaturan yang lebih jelas dan sistematis tentang pilihan para penyaji agar para peminat yang melimpah itu mendapat manfaat yang maksimal. Sangat kelihatan bahwa acara yang dikelola oleh Drs. Fajar Wiryono bersama Tim Drs. Handoko Maestro yang sudah sangat populer itu sanggup mendatangkan peminat yang membanjir dan betah tinggal sampai acara selesai. Dari para peminat yang berkembang pada setiap acara tampak adanya tiga kelompok peserta yang sangat berbeda-beda, yaitu pertama, kelompok pemula, peminat baru yang mulai tertarik pada pertanian dengan sistem Organik. Kedua, peserta pemula, yaitu peserta yang telah mencoba sistem pertanian Organik dan ingin maju. Dan ketiga, peserta maju yang ingin mengembangkan ilmu agar memperolah hasil yang maksimal dari kegiatan pertanian Organik.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mengatasi Problema Listrik dengan Tenaga Surya

Noor Azasi Pegiat Pemberdayaan Masyarakat. Pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan bahwa secara administrasi, Desa Tundakan berada Kecamatan Awayan dan terbagi menjadi 3 Rukun Tetangga (RT), salah satunya RT 3 yang biasa disebut masyarakat setempat sebagai Bayur. Lokasinya terpisah dari desa Tundakan kurang lebih 8 km masuk ke hutan dengan medan yang sangat berat, turun naik gunung serta becek.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Sumberjo Bangun Gedung PAUD/TK dengan Dana Desa

Gedhe Nusantara dari Kementerian Desa PDTT melaporkjan bahwa kepedulian masyarakat dan Pemerintah Desa Sumberjo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur terhadap pendidikan anak usia dini sangat tinggi. Karena itu mereka sepakat bahwa sebagian Dana Desa dipergunakan untuk membangun gedung PAUD/TK Pertiwi.

Read More
Haryono SuyonoComment
Menyegarkan Sekolah Tinggi Guna Melanjutkan Cita-cita Almarhum Ibu Negara

Karena kecintaan Ibu Tien Soeharto kepada bayi dan anak-anak, maka selama mendampingi Presiden RI, Almarhum Bapak HM Soeharto, Ibu selalu memberi perhatian pada bayi, anak balita dan Ibu hamil. Biarpun Ibu Tien telahh wafat pada tahun 1996, kecintaan Ibu Tien itu selalu diingat oleh Ibu-ibu mantan Menteri yang mengelola kompleks bangunan di Cibubur sebagai sarana yang cukup luas menampung kebutuhan pembangaunan nasional, utamanya sebagai pusat pelatihan untuk para calon transmigran yang kemudian dilanjutkan sebagai tempat menampung bapak ibu lanjut usia yang tidak mendapat tempat pada fasilitas pemerintah.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Penyarang Bangun Sirkuit Grasstrack Desa Berstandar Nasional

Ahmad Fadli dari Kementrian Desa PDTT melaporkan bahwa selain wisata yang mengandalkan keindahan alam, Pemerintah Desa Penyarang tengah mengembangkan sejumlah sarana olahraga (sorga) bertaraf nasional. Salah satunya, Sirkuit Bukit Nirwana, sebuah sirkuit grasstrack untuk balap motor. Terobosan ini diambil oleh Desa Penyarang untuk menjawab kebutuhan para hobbies di Kecamatan Sidareja. Peluang itu ditangkap oleh Pemerintah Desa Penyarang lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mukti-nya.

Read More
Haryono SuyonoComment
Universitas Trilogi Makin Mantab dan Siap Menampung Mahasiswa

Hari Selasa kemarin Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajad Kuncoro PhD melaporkan kepada Pembina Yayasan, Prof. Dr. Haryono Suyono, yang ikut mengasuh Perguruan Tinggi ini suatu berita yang sangat menggembirakan. Biarpun dalam keadaan agak terganggu karena adanya serangan Virus Corona, seperti berbagai Perguruan Tinggi lainnya, terpaksa mengalami kendala sehingga kuliah pada akhir-akhir ini diselenggarakan dengan sistem Zoom, sehingga para mahasiswa terpaksa menyimak berbagai materi kuliah dengan sistem on line. Tetapi dengan semangat yang tinggi, menurut Rektor, para dosen yang biasa mengajar tatap muka, dengan gesit dan agak terburu-buru secara sigap menyiapkan dan melakukan kuliah dengan sistem on line tersebut. Untung saja beberapa bulan sebelum terjadi musibah Corona, Universitas Trilogi sedang menyiapkan beberapa materi kuilah on line, sehingga seakan serangan Virus Corona mempercepat usaha tersebut. Dalam persiapan itu para dosen, dengan didampingi Prof. Dr. Haryono Suyono selaku Pembina, beberapa kali mengadakan konsultasi dengan Universitas Terbuka dan mendapat petunjuk yang sangat berharga dalam mempersiapkan bahan kuliah dari Perguruan Tinggi yang memiliki ratusan ribu mahasiswa yang biasa kuliah on line tersebut.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Malalin Latih Warga Bikin Jamu dan Antiseptik

Akhir Juni yang lalu Tim Kerja Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa Pemerintah dan warga Desa Malalin berpartisipasi aktif dalam aksi menangkal penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Enrekang. Dana Desa dimanfaatkan untuk melatih warga dalam pembuatan antiseptik, pemeriksaan suhu tubuh, pembuatan berbagai jenis jamu, dan pengolahan tanaman untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Anjir Kalampan Kembangkan Pertanian di Lahan Gambut

Tim Gedhe Nusantara Kementerian Desa PDTT melaporkan Desa Anjir Kalampan dikenal sebagai desa eduwisata pertanian holtikultura di Kabupaten Kapuas. Desa ini menjadi tempat pelatihan dan pendidikan berbagai kalangan untuk budidaya tanaman holtikultura berbasis ramah lingkungan. Mereka menerapkan sistem pengolahan lahan tanpa bakar dan tanpa bahan kimia.

Read More
Haryono SuyonoComment
Gubernur Sulteng Apresiasi PWRI seluruh Provinsi untuk Bantu Membangun Desa

Ketua Umum PWRI Provinsi Sulteng Bapak Drs. Baharuddin H. Tanriwali MSi disertai Pengurus lengkap pagi ini, Selasa 1 September 2020, diterima oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Drs. Longki Djanggola M Si, didampingi staf seniornya, Bapak H. Mulyono S.Ak, MM. Asisiten Administrasi dan Umum, Bapak H. Asri SH., Kepala BKD serta Karo Humas, Drs Haris Kariming, di Ruang Kerja Gubernur. Silaturahmi Pengurus PWRI Provinsi itu berlangsung dengan sangat akrab oleh Gubernur dan staf sehingga antara pejabat yang aktif dan para pensiunan yang di masa lalu giat membangun daerah yang sangat menjajikan itu tetap terkesan berlangsung dalam suasana kerja sama dan saling menghargai kesinambungan sehingga para pensiunan yang dipimpin oleh Ketua Umum sangat terkesan atas sambutan Bapak Gubernur dan stafnya tersebut. Secara spontan dilaporkan kepada Ketua Umum di tingkat Pusat, Prof. Dr. Haryono Suyono, yang mantan Menko Kesra dan Taskin di jaman pak Harto. Secara spontan Ketua Umum menyambut baik penerimaan Gubernur tersebut dan berharap menjadi contoh kesinambaungan para tokoh yang pada jamannya membaktikan dirinya semata untuk kesejahteraan rakyat banyak.

Read More
Haryono SuyonoComment
Habis Ngopi Makan Nasi Pecel bu Yayuk

Dalam rangka bergembira bersyukur bersama anak cucu memperingati “ulang tahun perkawinan yang ke 57” bersama almarhumah Ibu Astuty di Cinangka, pagi-pagi mas Fajar dan mas Rudi mengantar tamu-tamu dari BPS dan BKKBN yang sengaja datang bersilaturahmi ke Perdatam langsung diajak ke Rumah Kebon Astuty di Cinangka untuk melihat Kebun Bergizi dan Camping Ground tinggalan Ibu Astuty. Mereka umumnya kagum atas pandangan jauh ke depan ibunda yang sederhana tetapi mengandung makna yang dalam karena menyediakan wahana untuk anak muda meningkatkan pengetahuan dan kebersamaan dalam olah bersama membangun kegiatan yang menyatukan diri mereka dalam keberagaman.

Read More
Haryono Suyono Comments