Buku RURAL ECOnomics III yang ditulis Drs Eko Putro Sandjojo, MBA, Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada periode Presiden Jokowi yang pertama sempat dibawa oleh Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Prof. Dr. Haryono Suyono, yang mendampingi Kepala BKKBN Pusat Dr. dr. Hasto Wardoyo SPOG menghadiri pertemuan Kependudukan dan Pembangunan PBB 25ICPD di Nairobi, Kenya minggu lalu. Pertemuan yang diadakan di Nairobi, Kenya itu sengaja diadakan guna memperingati suatu Konperensi Kependudukan Dunia di Cairo, Mesir, yang dianggap sebagai pertemuan monumental karena menghasilkan kesepakatan dunia untuk bekerja sama secara global menangani peledakan penduduk dunia melalui pelaksanaan program keluarga berencana dengan menggunakan kontrasepsi dan kegiatan pembangunan terutama peningkatan kesehatan ibu hamil dan melahirkan, pendidikan anak perempuan dan kaum ibu serta peningkatan partisipasi kaum perempuan dalam bidang ekonomi dengan perhatian yang tinggi terhadap kesamaan gender dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Read MoreDalam acara Arum Dalu TVRI Semarang Rabu malam kemarin, ditampilkan seorang dokter yang karena kepeduliannya terhadap kesehatan anak bangsa, telah bekerja keras membangun MCK, menempatkan dirinya seakan gandrung pada MCK dan melepaskan kesempatannya sebagai pegawai negeri dan bergerak dengan “kekuatan sendiri” menjadikan TNI ABRI dan simpatisan lainnya mitra, sahabat dan rekan berjuang menolong rakyat banyak di desa-desa di seluruh Indonesia bekerja secara gotong royong membangun jamban keluarga alias MCK. Dokter yang sosial tersebut, tanpa memberi kabarbahwa istri tercintanya ulang tahun datang ikut acara siaran Arum Dalu TVRI Semarang. Dokter yang berjiwa sosial itu adalah Dr. dr. Budi Laksono dari Semarang. Dokter kecil, pendek, kekar dan gagah itu pada hari ulang tahun istri tercintanya itu datang mengenakan topi di kepalanya pada acara Arum Dalu TVRI Semarang yang sedang membahas masalah BUMNShop bersama Rektor Universitas Jendral Soedirman, Dekan Universitas Ngudi Waluyo dan Direktur Kementerian Desa PDTT yang mewakili Dirjennya, para mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut, para pengasuh BUMNShop dari Trenggalek dan Temanggung bersama Prof. Dr. Haryono Suyono dan Nina Amalia selaku pembawa acara “dialog langsung” yang berlangsung selama satu setengah jam.
Read MoreDua BUMNShop dari Temanggung dan Trenggalek, salah satunya dibuka secara resmi oleh Menteri Desa PDTT, Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd beberapa waktu lalu, dengan diantar oleh Drs. Luthty Latief MSi, Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan, mewakili Dirjen Lina Sulistyorini dari Kementerian Desa PDTT, pada hari Rabu malam kemarin tampil meyakinkan pada Acara Arum Dalu TVRI Semarang yang dikelola selama lebih sepuluh tahun ini oleh Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra Taskin sebagai pembawa acara, di dampingi Nina Amalia dari TVRI Semarang. Kedua rombongan Pengelola BUMNShop dari dua Kabupaten itu tidak saja menceritakan sejarah berdirinya kedua lembaga Bisnis Desa prakarsa Kementerian Desa PDTT yang didukung oleh Kementerian BUMN melalui PPI yang dipimpin oleh Pak Agus sebagai Direktur Utamanya, tetapi juga membawa contoh-contoh produk lokal dan produk berbagai BUMN dan jajarannya yang dijual di desa dan membantu warung-warung di desa memenuhi keperluan hidup rakyat desa yang makin maju. Produk-produk itu di jual secara eceran tetapi bagi pemilik Warung di desa dapat membelinya dari BUMNShop dengan harga khusus sehingga keluarga desa dapat membeli produk yang dibutuhkan dengan harga sama dengan harga kalau harus berbelanja langsung di toko yang lebih besar atau di kota yang menjual produk yang sama, suatu penghematan karena warga desa dapat menikmati hidup di kota tanpa harus membuang waktu dan ongkos pergi berbelanja ke kota.
Read MoreSetelah menyelesaikan tugas dengan berhasil di Ibukota Jakarta, terakhir sebagai Sekjen Kominfo,
Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, sekitar satu tahun lalu terpilih sebagai Bupati Magetan di Jawa Timur. Kabupaten Magetan terletak di sebelah timur Kota dan Kabupaten Madiun, yang seperti berbagai Kabupaten lainnya di Jawa Timur, memiliki keberhasilan yang tinggi dalam program Keluarga Berencana (KB) sehingga hari-hari ini tidak lagi harus bekerja keras mengajak pasangan subur untuk menggunakan kontrasepsi, karena secara sadar pasangan usia subur di Kabupaten itu siap ber-KB. Karena itu program KB bergeser mengganti pasangan usia subur yang berhenti ber-KB karena usia sudah tua, menopause, diganti dengan pasangan usia muda yang sudah memiliki satu orang anak. Lebih dari itu, setiap pasangan usia subur yang sudah ber-KB atau remaja mudanya, bekerja keras berusaha membangun keluarga sejahtera melalui peningkatan pendidikan yang makin maju, mempersiapkan anak muda usia kerja dengan pelatihan ketrampilan yang makin lengkap agar bisa bekerja dalam bidang pertanian modern, membangun industri rumah tangga dan mencoba menggali potensi daerah untuk membangun industri menengah dan besar dari kekayaan alam yang ada di kabupatennya, menggerakkan pembangunan desa dan masyarakat desanya dengan dana yang dikucurkan melalui Dana Desa langsung ke setiap desanya. Tidak kepalang tanggung, Bupati yang tampil tegar dalam Acara “Semanggi Show” TVRI Surabaya atas undangan Kepala BKKBN Jawa Timur Drs. Yenrizal Makmur dan Pengantar Dialog Prof. Dr. Haryono Suyono, kini Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT di Jakarta hari Selasa kemarin, dengan gamblang memaparkan langkah-langkah strategis di hadapan penonton yang memadati studio bersama panel Rektor Universitas PGRI Adi Buana, Dr. Djoko Adi Waluyo, Sekjen DNIKS Edwil Djamaoedin dan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Drs. Yenrizal Makmur. Hadir juga Pejabat Senior Kabupaten Magetan, BKKBN Provinsi, Mahasiswa Adi Buana, Yudha dari Kementerian Desa PDTT, Vera dari Lembaga Disabilitas dan Dr. Mulyono dari Yayasan Damandiri.
Ketua Tim Pakar Kementerian Desa PDTT Prof Dr Haryono Suyono didampingi Sekjen DNIKS Edwil Djamaoeddin dan Dosen Pasca Sarjana Universitas Satyagama Dr Mulyono D Prawiro, setelah malam sebelumnya menyelenggarakan acara “TVRI Show Semanggi” bersama Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Yenrizal Makmur dengan stafnya, hari Rabu pagi menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Dr Djoko Adi Waluyo di dampingi Ketua Yayasan, Prof Setijono, para Wakil Rektor, beberapa Dekan dan Dosen Senior. Pertemuan itu berlangsung santai di halaman di depan Rektorat yang disulap menjadi “Warung Kopi” Mahasiswa dan Dosen, konon mahasiswa yang mengelola bisa dapat koring uang kuliah dan belajar wira usaha sekaligus. Warung di halaman Kampus Universitas PGRI Adi Buana, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya, Jawa Timur itu ternyata menyulut semangat wirausaha dari Perguruan Tinggi yang didirikan atas prakarsa para guru yang bergabung dalam PGRI yang ternyata berkembang sangat maju.
Read MoreDari Konperensi Kependudukan dan Pembangunan di Nairobi yang pada hari pertama dihadiri oleh sekitar 6000 peserta dan konon pada akhirnya terdaftar sekitar 9500 peserta itu di dapat informasi bahwa tidak semua negara bisa menyelesaikan target yang disepakati di Cairo pada tahun 1994, dua puluh lima tahun lalu. Karena itu Indonesia yang ketinggalan dalam menurunkan kematian “Ibu mengandung dan melahirkan” tidak sendirian. Perlu bersama Negara lain membangun solidaritas menyelesaikan komitmen yang belum terselesaikan dengan baik.
Read MoreSebagai Tuan Rumah yang baik, Presiden Kenya Uhuru Kenyata yang dilahirkan di Kenya dan mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, betul-betul tidak saja menjadi Tuan Rumah yang baik, tetapi mampu memanfaatkan kesempatan Konperensi Raksasa ini untuk kepentingan Negara, Bangsa dan pribadinya. Kenya yang terkenal dengan “Kebun Binatang” raksasanya di mana satwa liar segala jenis hidup bebas di alam terbuka, mampu menyelenggarakan pesta besar Konperensi Kependudukan dan Pembangunan Dunia sebagai peringatan 25 tahun Konperensi Dunia yang digelar tahun 1994 di Cairo. Hanya bedanya, di Cairo Konperensi itu dihadiri wakil-wakil resmi setiap Negara, di Nairobi diposisikan sebagai Konperensi terbuka bagi siapa saja hampir tanpa batas, sehingga pada saat pembukaan sudah dihadiri oleh sekitar 6000 peserta dan sampai akhir, konon terdaftar sekitar 9500 peserta terdiri dari Presiden, Perdana Menteri, Menteri dan khalayak dari lebih 100 Negara dan anggota dari lebih 200 Organisasi Sosial Masyarakat serta perorangan yang bergerak dalam bidang kependudukan dan Pembangunan atau Pembela hak Azasi Manusia, Wanita dan Pemuda, Organisasi pro aborsi, Organisasi Pembela Penderita atas Kekerasan terhadap wanita, minoritas dan disabilitas.
Read MoreSungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa begitu sampai di Ibukota Kenya, menginjakkan kaki di bumi airport internasionalnya, langsung kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena airport internasional di Cengkareng jauh lebih bagus dan lebih maju dibandingkan dengan airport di Adis Ababa atau di Nairobi. Pelayanan yang diberikan kepada penumpang pesawat juga jauh lebih cepat dan maju sehingga rasa nyaman bagi penumpang yang capai karena penerbangan yang jauh dari Jakarta sampai ke Ibu Kota Kenya dengan melewati dua lapangan terbang internasional di Singapura dan Adis Ababa. Kita tidak perlu membandingkan Jakarta dengan Singapura yang sanat maju, tetapi kalau kita mampir ke Adis Ababa maka kita harus sabar karena airport internasionalnya juga masih sederhana sehingga kalau kita harus mencopot ikat pinggang di Jakarta, di sana rupanya lebih galak lagi, sepatu harus dilepas dan seluruh isi kantong dikeluarkan tuntas.
Read MoreDalam Kesempatan Konperensi “Population and Development” di Nairobi Kenya yang dihadiri sekitar 6000 peserta dari lebih 100 Negara, hasil keikut setaan para petugas KB dari Nairobi, Kenya, bersama rekan-rekan dari Indonesia, khususnya PLKB, bidan dan PKK serta masyarakt luas di desa, ikut di pamerkan di Gedung Utama Convention Hall di Ibu Kota Nigeria itu.
Read More