Andiono Putra Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD Kementerian Desa PDTT, Ketua PC LTN NU Bondowoso menulis laporan yang menarik tentang Badan Usha Milik Desa (BUMDesa) yang mati suri akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Namun ditulisnya ada hal berbeda ditunjukkan BUM Desa Mandiri Jaya di Desa Tangsil Kulon. Aktivitas ekonomi mereka justru semakin mengeliat. Usaha budidaya lobster air tawar, yang merupakan core business BUM Desa ini semakin berjaya.
Menjelang empat puluh hari kembalinya Ibu Astuty Haryono memenuhi panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita semua mengenang jasa-jasa dan peninggalan berharga yang disumbangkan oleh istri, ibu, mertua dan nenek yang sangat kami cintai. Biarpun pernah diterbitkan buku tentang “Cinta tiada henti bersama Ibu Astuty” sesungguhnya masih banyak kisah indah dari Ibu Astuty yang belum sempat di terbitkan, bahkan belum sempat di tulis karena semua kisah itu banyak terpendam dalam hati sanubari pribadi-pribadi yang merasa haru atau memendamnya dalam kenangan indah untuk pribadi. Penulisan singkat berikut ini adalah bahan-bahan awal yang di kemudian hari bisa di kembangkan lebih luas menjadi kisah indah atau suka duka yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang bagaimana seorang Astuty Hasinah dari Kampung Melayu dengan pendidikan tingkat SMA bisa menjadi Asisten Dosen pada dua Perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat, yaitu Universitas Chicago dan Universitas Illinois, Urbana, di samping meninggalkan tidak kurang dari empat Pusat Pendidikan Usia Dini atau PAUD di empat Kabupaten di Indonesia atau dengan ikhlas mewariskan penemuan tentang kesulitan dan penyakit dirinya untuk kepentingan umum tanpa rasa malu atau risi rahasianya terkuak di hadapan publik antar benua demi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan masa depan umat manusia yang lebih baik.
Gedhe Nusantara dan kawan-kawan dari Kementerian Desa PDTT menulis laporan yang menarik tentang Desa Adat Bugbug yang mampu mengelola objek wisata pantai pasir putih menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Karangasem. Pantai Pasir Putih dikelola oleh krama Desa Adat Bugbug. Kegiatan itu mampu menyumbang pendapatan kas desa adat setempat hingga Rp 75 juta perbulan. Pendapatan ini hanya dari penjualan tiket masuk objek, untuk wisatawan asing Rp 10.000/orang dan wisatawan lokal Rp 5.000.
Pertemuan pertama saya dengan bu Astuti di Haryono Suyono Center (HSC), kediaman pribadi keluarga Prof. Haryono Suyono yang “disulap” menjadi kantor dan tempat pertemuan, berlokasi di jalan Pangadegan Jakarta Selatan.
Read Morehttps://so04.tci-thaijo.org/index.php/colakkujournals/issue/view/16690 LINK Vol. 13 No. 2 (2020): Local Administration Journal
Read MoreGedhe Nusantara dari Tim Kerja Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari flying fox, swafoto eksotik, arena trabas ke puncak Gunung Purwosuci hingga edukasi sumur minyak peninggalan Kolonial Belanda. Wisata tersebut tergolong baru di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Daerah ini berada di kawasan hutan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu. Tepatnya di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban.
Read MoreGedhe Nusantara dari Kementerian Desa PDTT melaporkan bahwa sejak didirikan pada 2017, BUMDes Desa Loleo sudah mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Unit bisnis BUMDes Desa Loleo bergerak pada usaha perikanan dan memasarkan hasil tangkapan nelayan. Desa Loleo terletak di Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. BUMDes Desa Loleo memiliki 4 kapal tangkap ikan skala kecil. Dengan keempat kapal itu, 50 nelayan saling bergantian menangkap ikan. Setiap harinya, para nelayan bisa menangkap sekitar 800 kg.
Read More