Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi

(GEMARI.ID) Jakarta - Rabu pagi 27 Maret 2019 ini Prof Dr Haryono Suyono memberikan pengarahan  kepada 500 peserta Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis  Inklusi Sosial di kawasan Pecenongan Jakarta Pusat. Beliau mengajak kita semua, rakyat Indonesia untuk membangun keluarga yang berbudaya belajar, membaca, kerja cerdas, maju dan akhirnya hidup sejahtera.

 

Read More
Ade SudrajatComment
Kopi Gayo Jadi Minuman Resmi Penganugerahan Nobel

(GEMARI.ID) Jakarta - Indonesia patut berbangga, dengan diresmikannya Kopi Gayo, sebagai minuman resmi pada acara penganugerahan Nobel setiap 10 Desember. Kopi asli Indonesia yang merupakan varietas kopi arabika dari Dataran tinggi Gayo, DI Aceh, ini kini tengah digandrungi penikmat kopi bukan saja di tanah air di mancanegara.


Tak heran, bila Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Stockholm akan mempromosikan kopi Gayo asal Indonesia ini dalam ajang pameran kopi di Swedia pada Juni 2019 mendatang.


"Swedia merupakan negara dengan tingkat konsumsi kopi yang cukup tinggi di dunia, yakni tercatat pada peringkat ke-6 sebagai negara dengan peminum kopi terbanyak di dunia. Oleh karena itu, saya percaya bahwa kopi Indonesia akan dengan mudah masuk ke pasar Swedia," kata Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro, SH, MA, belum lama ini dalam keterangan tertulis dari KBRI Stockholm yang diterima di Jakarta.


Dubes Bagas Hapsoro menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Ricky Joseph Pesik.


Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro bertemu dengan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Ricky Joseph Pesik membahas promosi kopi Gayo di Swedia, di Jakarta, pada Senin 25 Maret 2019 lalu.



Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Dubes Bagas menemui Wakil Kepala BEKRAF untuk mengundang badan itu berpartisipasi dalam ajang pameran kopi di Swedia pada Juni 2019.


Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BEKRAF Ricky menyambut baik undangan dari KBRI Stockholm itu.


Read More
Ade SudrajatComment
Transmigrasi membangun daerah dan keluarga sejahtera

Program transmigrasi adalah bagian yang sangat penting dari upaya membangunan kawasan dan keluarga sejahtera telah dimulai sejak jaman Bung Karno. Pada tanggal 12 Desember 1950 program transmigrasi pertama kali diberangkatkan Pemerintah Republik Indonesia dari Pulau Jawa ke Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung terdiri atas 23 kepala keluarga (KK) atau 77 jiwa. Tetapi dalam acara Musyawarah Gerakan Transmigrasi di Istora Senayan, 28 Desember 1964, bertepatan 14 tahun program transmigrasi dimulai, Bung Karno berpidato dan menyatakan antara lain “soal transmigrasi adalah soal mati-hidup kita. Oleh karena itu, aku setuju sekali bahwa musyawarah ini membuat transmigrasi itu satu persoalan nasional. Bukan soal kecil-kecil Saudara-Saudara, tapi soal nasional." Pesan Bung Karno itu pada jaman Pak Harto dilaksanakan dengan sungguh sehingga kegiatan Transmigrasi dilakukan secara besar-besaran dengan hasil yang sangat monumental. Terakhir tercatat bahwa kegiatan transmigrasi sampai hari ini berhasil membangun dua ibu kota provinsi baru dan tidak kurang dari 104 kabupaten, 383 kecamatan, 1183 desa, 3383 kawasan pemukiman transmigrasi dan ada 610 kawasan transmigrasi yang hampir pasti akan menghasilkan kabupaten dan desa baru dalam waktu tidak lama lagi. Disamping itu terdapat jutaan keluarga yang semula miskin berubah menjadi keluarga sejahtera yang lebih mampu dan berhasil mengirim anak dan cucunya mengikuti pendidikan sampai tingkat yang tinggi, menjadi pejabat atau saudagar yang kaya. Suatu pencapaian yang jarang dikeluarkan secara publik.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Calabai Kembangkan Wisata Desa Lewat Konservasi Biota Laut

Desa Calabai terletak di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bara, dalam wilayah Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora yang mengemban tugas menjaga kelestarian sumber daya alam dengan baik. Namun tidak dapat diungkiri,  sebagian nelayan masih mencari ikan menggunakan bom ikan sehingga merusak ekosistem dan biota laut, mengganggu keberlangsungan terumbu karang.

Read More
Haryono SuyonoComment
Memantapkan Desa Nggorang sebagai Desa Tani di Timur Pulau Komodo

Prinsip Wesak “nera neteng beang, tutung sulu neteng uku, wewa gerak neteng bendar, ba nggalas neteng tana, pati adil neteng nai.” dipegang teguh warga Manggarai. Amanah leluhur untuk menabur cahaya di setiap medan, menyalakan pelita ditiap suku, mewartakan terang disetiap lokasi, membawa kejernihan di setiap tempat, membagi keadilan pada setiap hati. Dalam pengelolaan Dana Desa, prinsip yang disampaikan turun temurun itu tetap dipakai. Termasuk oleh pengelola Dana Desa Nggorang.

Read More
Haryono SuyonoComment
Pembangunan Desa Anyar yang Seimbang Nan Demokratis

Desa Anyar terletak di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering lir (OKI), Sumatra Selatan. Keadaan infrastruktur yang kurang memadai ditambah lokasi yang jauh dari pinggir jalan lintas timur Sumatera menyebabkan Desa Anyar tertinggal. Dalam keadaan musim hujan, dari Banding Anyar ke Desa Anyar, masyarakat harus melewati jembatan kayu yang dibuat masyarakat, yang bila musim banjir menerpa, jembatan yang sengaja dibuat tidak permanen itu akan mengalami kerusakan.

Read More
Haryono SuyonoComment
KUR Membantu Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

Jakarta (GEMARI.ID) -  Potensi perikanan Indonesia patut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai salah satu negara yang mempunyai wilayah perairan terluas di dunia yang kaya akan potensi perikanannya. Tak ayal, pelaku usaha di bidang perikanan terutama para nelayan di berbagai pelosok tanah air sudah selayak mendapat dukungan pemerintah untuk memajukan usahanya.



Melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini tengah gencar dilakukan pemerintah bagi rakya menengah ke bawah diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih sangat besar untuk menyumbangkan kesejahteraan bagi masyarakat.


Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dalam acara Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perikanan Rakyat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, belum lama ini mengatakan para nelayan dan pembudidaya ikan diharapkan memanfaatkan dana KUR agar sektor perikanan rakyat bisa semakin berkembang.


“Kami harapkan potensi perikanan yang ada di Indonesia bisa semakin berkembang dengan memanfaatkan dana KUR,” kata Meliadi.


Apalagi selama ini, pihaknya melihat pengembangan sektor perikanan memerlukan investasi yang besar dan tidak sedikit.Meliadi mencontohkan, investasi kapal atau perahu untuk menangkap ikan misalnya membutuhkan modal yang besar.


Meliadi juga menilai dengan adanya program KUR maka masyarakat bisa berkelompok untuk mengakses program tersebut sehingga bisa berinvestasi untuk usaha perikanan yang dijalankan.


Meliadi sekaligus menyarankan kombinasi program KUR dengan kredit Ultra Mikro atau UMi yang potensial memberdayakan usaha ibu-ibu skala rumah tangga.

“Para istri nelayan juga bisa diberdayakan sehingga bisa bersama-sama produktif untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.


Acara sosialisasi KUR perikanan rakyat tersebut dihadiri oleh Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan digelar di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah.


Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan KUR menjadi salah satu andalan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat termasuk nelayan agar semakin meningkat usahanya.


“Suku bunga KUR juga sudah dipangkas dari semula dua digit tahun ini hanya sebesar 7 persen pertahun,” katanya.


Darmin berharap berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam program KUR dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan nelayan sehingga sektor perikanan rakyat di Tanah Air semakin berkembang dan menyejahterakan.

 

Read More
Ade SudrajatComment
Pencegahan stroke

Apabila seseorang memiliki “bakat” atau kecenderungan bisa atau mudah terkena stroke, maka seseorang dapat melakukan pencegahan dengan mengurangi risiko terkena stroke melalui upaya sadar mengurangi atau menghilangkan unsur-unsur atau kebiasaan yang bisa mempengaruhi atau merangsang serangan stroke tersebut. Apabila diketahui faktor-faktor negatif yang kita miliki, maka seorang dokter dapat memberikan petunjuk yang perlu dikurangi atau sama sekali dihindari agar unsur yang mendorong serangan stroke itu ditiadakan dari diri seseorang.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mengenal Stroke yang makin berbahaya

Stroke adalah suatu serangan kepada setiap orang, tidak peduli muda atau tua di mana seseorang yang terkena serangan stroke bisa terjadi karena supply darah ke bagian otak kita terganggu atau berkurang, kemudian mengganggu bagian penting dari otak karena supply kebutuhan sel-selnya terganggu.

Read More
Haryono SuyonoComment
Menggelar Event Kreatif sebagai stimulus Anti Narkoba

Acara sangat meriah pada hari Sabtu lalu di Universitas Trilogi, yang diprakarsai Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dipimpin oleh Dr. Rudi Ritonga MM, PhD, beserta dua orang Srikandinya, Febriyanti Yuli Satriyani, SPd, MPd, Dr. Roostriyanawati Soekmono, sebagai Ketua Prodi dan jajarannya, serta pasukan mahasiswa yang kompak bersatu sebagai penyelenggara yang berhasil, merupakan salah satu dari kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak-anak muda SD, SMP dan SMA, yang merupakan calon pemimpin bangsa memilih kegiatan alternatif positif menonjolkan diri dan menempa jati diri melalui tampil dalam kegiatan positif sekaligus merangsang seorang anak muda menjadi sosok yang cerdas, kreatif dan mandiri menumpuk bekal guna tampil sebagai pemimpin bangsa yang mumpuni di kemudian hari.

Read More
Haryono SuyonoComment
Gebyar Pendidikan Guru di Universitas Trilogi

Pada hari Sabtu yang cerah, sejak pagi Loby dan halaman Universitas Trilogi di Jalan Taman Pahlawan di Jakarta penuh dengan  anak-anak berpakaian aneka ragam diiringi oleh guru dan orang tuanya bergerombol seakan datang dari berbagai Sekolah sebagai rombongan yang penuh kebanggaan. Agak aneh, Perguruan Tinggi yang biasa penuh mahasiswa anak muda usia dewasa, pagi itu penuh anak-anak anak usia dini, usia SD dan anak SMA lengkap dengan pengawalan guru dan orang tua muda yang dengan penuh kasih sayang menggerombol bersama anak-anaknya.

T

Read More
Haryono SuyonoComment
Buku Baru DRUGS diluncurkan di UI

Dengan dihadiri oleh antara lain Rektor Universitas Indonesia Esa Unggul Prof. Dr Arief Amongpraja, Prof Dr Agus Purwadianto SH, MSi Kepala Litbang Kemenkes, Aktris Ria Enes, yang terkenal sebagai penyanyi cilik serta Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT, mantan Menko Kesra Taskin, pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019, bertepatan hari lahir penyusunnya Dr dr Cri Sajjana Prjna Wekadigunawan, Ph. D, biasa dipanggil Weka, sebuah buku mungil tetapi padat “DRUGS aren’t cool, THEY MAKE you act like a Fool!”, resmi diluncurkan kepada publik.

Read More
Haryono SuyonoComment
Pendaftaran Program Akademi Desa 4.0 diperpanjang

Pada pertemuan antara para wakil Rektor Universitas Terbuka, para Dekan, Dosen dan staf Universitas Terbuka dengan jajaran Kementerian Desa PDTT yang diwakili oleh Ketua Tim Pakar Haryono Suyono, Ibu Dr. Helmiyati Direktur Pusat Pelatihan, pak Ocang dan staf pada hari Kamis siang sampai sore, diputuskan pendaftaran untuk mengikuti Akademi Desa 4.0 yang sedianya ditutup pada akhir Maret diperpanjang sampai Akhir bulan April yang akan datang.

Pe

Read More
Haryono SuyonoComment
DRUGS, Buku Baru yang menarik

Dalam suasana era industri 4.0 yang  sekaligus terancam serangan Narkoba dalam berbagai bentuk yang makin ganas di tanah air tercinta, yang konon didukung prevalensi pemakai ada yang tokoh terkenal, artis, politisi dan anak-anak muda, yang meningkat secara deras dari 2 persen penduduk menjadi sekitar 4 prosen sungguh sangat mengerikan. Kalau dilihat dari angka presenstase memang kecil, tetapi jumlah penduduk dewasa ini diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa atau lebih. Jumlah penduduk itu adalah proyeksi berdasarkan data basis dan komponen hasil survei penduduk antar sensus (Supas) 2015. Jumlah tersebut terdiri atas 134 juta jiwa laki-laki dan 132 juta jiwa perempuan, dan gawatnya Indonesia saat ini sedang berada di tengah periode bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yaitu lebih dari 68% dari total populasi berada pada usia produktif.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Leles yang Strategis Berkembang Dinamis

Desa Leles terletak di Kecamatan Leles, merupakan salah satu desa dari 421 desa di Kabupaten Garut. Desa ini memiliki 2 dusun, 10 RW, dan 39 RT. Jumlah penduduknya sebanyak 4.247 jiwa yang terdiri dari 2.061 perempuan dan 2.186 laki-laki. Desa Leles dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama H. Tatan Tanurudin F, melalui pemilihan secara langsung, terhitung mulai tahun 2013 sampai dengan 2017.

Read More
Haryono SuyonoComment
Desa Leles yang Strategis Berkembang Dinamis

Desa Leles terletak di Kecamatan Leles, merupakan salah satu desa dari 421 desa di Kabupaten Garut. Desa ini memiliki 2 dusun, 10 RW, dan 39 RT. Jumlah penduduknya sebanyak 4.247 jiwa yang terdiri dari 2.061 perempuan dan 2.186 laki-laki. Desa Leles dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama H. Tatan Tanurudin F, melalui pemilihan secara langsung, terhitung mulai tahun 2013 sampai dengan 2017.

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Leles Tahun Anggaran 2017 terbilang besar. Pendapatan asli desa mencapai 50 miliar rupiah. Sedangkan besaran penyaluran Dana Desa bagi Desa Leles sebesar 794 miliar rupiah. Nampak bahwa pendapatan yang bersumber dari Dana Desa berkontribusi paling besar terhadap total pendapatan desa yaitu sebesar 50%. Posisi Desa Leles sangat strategis karena dilalui jalan Bandung–Garut serta adanya Candi Cangkuang, Desa Leles menyimpan potensi besar di sektor pariwisata, adanya sumber mata air Cicapar yang airnya tidak pernah surut.

 

Proritas penggunaan dana desa ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Untuk tahun 2016, Pemda Kabupaten Garut merekomendasikan Desa Leles menjadi salah satu contoh desa yang dinilai sukses memanfaatkan dan mengelola Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa demi kesejahteraan masyarakat berdasar Permendes Nomor 21 Tahun 2015. Untuk tahun 2017, Desa Leles menggunakan Dana Desa untuk Bidang Penyelenggaraan Pembangunan Desa sebesar 539 juta rupiah dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa sebesar 254 juta rupiah. Alokasi Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dasar dan peningkatan kapasitas ekonomi desa.

 

Penggunaan Dana Desa untuk bidang fisik di antaranya untuk pembangunan kavtering dan pipanisasi sumber air Cicapar, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), dan perbaikan drainase saluran air dan MCK. Di bidang nonfisik, penggunaan Dana Desa di antaranya untuk kegiatan bimbingan teknis budidaya pertanian dan tabulampot, Bimbingan Teknis Pengembangan Seni-Budaya lokal, dan Bimbingan Teknis penunjang sarana prasarana kesehatan PHBS dan rumah sehat warga miskin.

 

Menurut Kepala Desa Leles, pembangunan kavtering dan pipanisasi sumber air Cicapar yang dibiayai dari Dana Desa ini memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dalam hal penyediaan air bersih. Ke depan, sumber air Cicapar yang saat ini dikelola oleh BUMDes akan terus dikembangkan sehingga menjadi andalan Pendapatan Asli Desa. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, sebagian Dana Desa dialokasikan untuk membeli mesin jahit sehingga diharapkan taraf kehidupan masyarakat akan lebih meningkat. Semoga.

Read More
Haryono SuyonoComment
Jaringan At’Taqwa bantu Warung Tradisional di Desa

Pimpinan Pesantren At’Taqwa Kyai Jabbar dan Kyai Amin sepakat menugasi Ibu Yuli yang semula mengelola Industri At’Taqwa untuk kegiatan jahit menjahit dan produksi jilbab serta pakaian seragam lainnya, sekaligus menangani pengembangan warung tradisional bekerja sama dengan Yayasan Anugerah Kencana Buana dan mitra lainnya. Tidak kurang dari sekitar 100 Warung Tradisonal yang sudah terdaftar mulai minggu ini akan mengikuti pelatihan koordinasi dengan Ibu Yuli guna menata kebersamaan dan kerja sama antar warung dan supplier yang ditunjuk.

Read More
Haryono SuyonoComment