Yayasan Gotong Royong bantu korban banjir

Secara diam-diam Yayasan Gotong Royong yang dulu dipimpin oleh Almarhum Ibu Tien Soeharto dan hari ini sehari-hari di kelola oleh Mbak Tutut Soeharto dibantu HM Yarman SE, Karena musibah banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya telah memberikan sumbangan langsung kepada banyak ssekali keluarga dari wilayah-wilayah yang terkena banjir. Dalam laporan yang diasmpaikan pada Rapat Koordinasi Yayasan hari Selasa kemarin, selama bulan Januari 2020 telah dikucurkan berbagai jenis bantuan senilai Rp. 150.000.000.-. tetapi karena kebutuhan yang mendesak, dan masih sangat besar, di susul tambahan bantuan kedua senilai Rp. 75.000.000-. Sesuai kebutuhan masyarakat bantuan itu diwujudkan dalam bentuk bahan makanan siap saji, pakaian kebutuhan sehari-hari, obat-obatan, selimut dan kebutuhan urgen lainnya. Secara langsung bantuan itu disampaikan kepada masyarakat dengan konsultasi pada Kepala RW atau RT setempat oleh para tenaga muda yang bersedia menjadi tenaga sukarela membantu penyaluran bantuan tersebut.

Read More
Haryono SuyonoComment
Menyongsong Hari Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke-24

Keberhasilan program KB pada tahun 1980-an telah mengantar Presiden HM Soeharto memenuhi undangan Sekjen PBB berkunjung ke Markas PBB di New York, Amerika Serikat, guna menerima penghargaan tertinggi PBB berupa UN Population Awards. Penghargaan yang diberikan setiap tahun bagi pembangunan kependudukan dan KB, menurunkan angka kelahiran, kematian maupun usaha peningkatan kualitas keluarga dan penduduk. Kunjungan Presiden HM Soeharto ke New York dan PBB pada tahun 1989 itu adalah kunjungan Presiden HM Soeharto yang pertama sejak beliau menjabat Presiden RI karena sebelumnya “belum bisa” berkunjung ke Amerika karena dituduh “melanggar hak-hak azasi manusia”. Karena keberhasilan Indonesia dalam program KB dan ternyata dibuktikan melalui kunjungan beberapa kali oleh banyak anggota Senat Amerika Serikat yang diundang dan datang berkunjung ke banyak desa melihat kegiatan dan cara penanganan KB secara langsung, serta melihat keadaan nyata dengan lebih dekat, bertemu secara langsung dengan Presiden HM Soeharto, makin banyak anggota Senat Amerika makin yakin bahwa pak Harto tidak melanggar hak-hak azasi manusia pada tahun 1965. Karena itu akhirnya Presiden HM Soeharto secara resmi diundang oleh PBB ke New York dan diberikan visa resmi oleh Pemerintah Amerika untuk bersama seluruh keluarga yang mengantar pak Harto menerima kehormatan penghargaan itu dari PBB.

Read More
Haryono SuyonoComment
Logo Baru BKKBN Perlu Tindak Lanjut Program yang Segar dan Dinamis

Dalam rangka menyambut Langkah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo SPOG (K) mengeluarkan Logo Baru untuk BKKBN, para senior yang pernah mengantar Program KB mencapai puncak dan sangat peduli atas kelanjutan keberhasilan yang dirintisnya, Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Kepala BKKBN dan Menko Kesra Taskin, Prof. Dr. Priyono mantan Deputy Menteri Kependudukan dan Sekretaris Wakil Presiden, Dr. Muh. Sudharmadi, mantan Deputy dan mantan Sesmenko Kesra Taskin, Dr. Mazwar Nurdin, mantan Deputy dan Sestama BKKBN, Dr. Sudibyo Alimuso, mantan Deputy dan Sestama BKKBN dan Dr. Mulyono Daniprawiro, mantan Asisten Menko Kesra, hari Senin kemarin diterima silaturahmi yang akrab oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SPOG (K) didampingi para Deputy BKKBN, Prof. Dr. Rizal Damanik dan Dr. Dwi Listyawardani di Kantor BKKBN di Halim Perdana Kusuma Jakarta. Silaturahmi yang berlangsung akrab tersebut pertama-tama merupakan kesempatan bagi para sesepuh yang tergabung dalam berbagai Organisasi Masyarakat dan umumnya masih sangat aktif dalam gerakan pembangunan melalui lembaga dan Organisasi Sosial, mengucapkan selamat atas diluncurkannya logo baru BKKBN guna merangsang dan mendorong program KKB yang makin bergairah menolong keluarga Indonesia, utamanya menarik generasi muda yang disebut generasi Mileniial makin mengenal, mewarisi dan mengikuti kepahlawanan generasi sebelumnya yang telah membawa Program KB sukses, terkenal dan membawa manfaat bagi jutaan keluarga di Indonesia dan menjadi panutan program serupa di seluruh dunia.

Read More
Haryono SuyonoComment
Jelajah Negeri: Bunaken

Bunaken, tidak terlalau jauh dari kota manado, Sulawesi Utara, menjadi salah satu destinasi favorit untuk para pecinta wisata alam, terutama laut. Para divers banyak yang mencatat Bunaken merupakan salah satu tempat terbaik untuk diving. Bagi para pelancong yang tidak biasa dengan diving-pun dapat menikmati keindahan laut Bunaken dari perahu, boat, atau kapal motor.

Read More
Aam BastamanComment
Manfaatkan Dana Desa Bangun Sanggar Belajar

Kebutuhan dan kearifan lokal sering mengalahkan petunjuk dari atas dan membuat keputusan itu membawa manfaat yang besar terhadap kemajuan daerah. Laporan dari Gedhe Nusantara dari Negeri Solea yang anak-anak biasa harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk mengakses pendidikan formal telah memberi sinyal dan keberanian Pemerintah Negeri Solea memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk membangun Sanggar Belajar dan memperbaiki Rumah Singgah yang dipergunakan para siswa untuk menginap. Keputusan yang berani dan didasarkan pada kebutuhan daerah itu membawa dampak yang psotif. Angka partisipasi sekolah mampu terjaga, bahkan cenderung meningkat. Para siswa semakin kreatif dengan adanya Sanggar Belajar Remaja di rumah singgah tersebut.

Read More
Haryono SuyonoComment
Catatan Ringan: Aa, Teteh, Mas, Mba

Aa merupakan panggilan kakak laki-laki dalam keluarga Sunda. Oleh karena itu panggilan Aa (sering disingkat: A) tidak digunakan terhadap adik laki-laki. Panggilan terhadap adik umumnya digunakan panggilan Ade. Oleh karena itu tidak setiap lelaki Sunda menyandang sebutan Aa. Kalau KH. Abdullah Gymnastiar (Gym) dipanggi Aa, pastilah Aa Gym adalah saudara yang paling tua di keluarganya, atau memiliki adik, sehingga ia dipanggil Aa oleh adik-adiknya.

Read More
Aam Bastaman Comment