Jumpa Akbar Penyiar dan Fans Radio DFM Jakarta

(GEMARI) Jakarta - Radio DFM Jakarta belum lama ini menggelar acara Jumpa Akbar antara penyiar dengan para fans radio di TMII Jakarta. Acara yang diadakan Radio yang kini menjadi Radio Dangdut ini mendapat antusias yang luar biasa dari pemirsanya. Tercatat tidak  dihadiri sekitar 1500 orang.


Acara Jumpa Fans  hiburan oleh  Camelia Malik, Evie Tamala, Caca Handika & Mega Mustika, pemeriksaan kesehatan gratis, games dan senam aerobik.


Sponsor Pendukung KFC, Bakmie Naga, Arumdani Estate, IMF, TGR, NQC dsb.

Read More
Ade SudrajatComment
Sharmila: Wanita Harus Bisa Tampil

(GEMARI.ID) Jakarta - Selasa Pagi 2 April 2019 ini Ketua INKOWAPI Ir Hj Sharmila, MSi bersilaturahmi dengan Ketua Tim Pakar Kementeria Desa Prof Dr Haryono Suyono di kampus Universitas Trilogi Jakarta.

 

Sharmila mengungkapkan rasa kagum dandpada bangga pada sosok Prof Haryono Suyono yang diusia yang tidak muda lagi tap masih masih semangat mendharma baktikan tenaga dan pikirannya bagi bangsa ini terutama kesejahteraan keluarga Indonesia.

Dirinya menilia, sosok Prof Haryono belum ada yg bisa menyaingi dalam mengembangkan program KB dan Kependudukan. "Bangsa Indonesia harus banyak belajar dari mantan Kepala BKKBN ini. Bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga tokoh dunia," tandas Sharmila.

 

Kebersamaannya dengan Menko Kesra dan Taskin era Presiden HM Soeharto dan Presiden BJ Habibie ini dimanfaatkannya untuk berbincang-bincang tentang pentingnya pemimpin wanita dalam segala bidang kehidupan. "Wanita harus bisa tampil dimana-mana, termasuk di forum internasional, hal ini terinspirasi dari pertemuan Wanita Dunia di Beijing tahun 1995," cetus Sharmila semangat. ADS

Read More
Ade SudrajatComment
Kopi Bakar Bapak Endut Asli Pandeglang  

Dalam berbagai kesempatan Menteri Desa PDTT Eko Priyo Sanjojo menyebut Pandeglang sebagai wilayah maju dengan Prukades yang berhasil mengubah kabupaten miskin melalui kerja sama yang akrab rakyat dan aparatnya membangun usaha mengolah tanah gersang ditanami jagung yang dibeli langsung pengusaha peduli. Ternyata di Kabupaten ini ada daya tarik yang tersembunyi yaitu adanya kopi bakar pak Endut yang sangat nyaman.

Read More
Haryono SuyonoComment
Bank Sampah Sidodadi Indah Mampu Tingkatkan Penghasilan Warga

Menurut Minan, Kepala Desa Sidodadi, untuk mengatasi masalah sampah, pemerintah Desa Sidodadi mendirikan bank sampah guna mendorong masyarakat mengelola sampah dan mencari tambahan penghasilan. Inovasi tersebut membantu pemerintah desa mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman. Sekaligus pendirian bank sampah merupakan tindak lanjut Musyawarah Desa (Musdes) untuk mewujudkan kebersihan desa, sekaligus memberi tambahan penghasilan bagi masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Read More
Haryono SuyonoComment
Pembangunan SDM Solusi Tangani Stunting Indonesia

(GEMARI.ID) Jakarta - Senin pagi 1 April 2019 ini Ketua Tim Pakar Kementerian Desa Prof Dr Haryono Suyono menerima kunjungan Ketua Gerakan Membangun Bangsa (GMB) Bonita Harsadi dan tim.

 

 

Menko Kesra dan Taskin era Presiden HM Soeharto dan Presiden Habibie ini berbincang-bincang dg Ketua GMB Bonita Harsadi dan tim terkait masalah Stunting dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

 

Prof Haryono menyampaikan bahwa Stunting tidak terjadi secara mendadak, ada hal-hal lain yg mempengaruhi, seperti keluarganya miskin, ibunya sering hamil dan yang lainnya. Pembangunan kulaitas SDM perlu digelorakan untuk tangani masalah Stunting di Indinesia. ADS

 

 

Read More
Ade SudrajatComment
Pot Bunga Ban Bekas Olah Sampah Jadi Produk Bernilai

Pada tahun 2015, tumpukan ban bekas yang tersebar di sekeliling rumah penduduk menjadi sumber munculnya penyakit malaria dan demam berdarah yang diderita warga desa. Sampah identik dengan sumber penyakit. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah desa bersama masyarakat berusaha keras mencari cara yang tepat untuk mendaur ulang ban-ban bekas tersebut menjadi barang ekonomi yang bernilai jual. Awalnya, pengolahan ban bekas terkendala dengan belum adanya alat untuk membalik ban. Gagasan daur ulang ban bekas dan pembuatan mesin pembalik ban menjadi program prioritas pembangunan desa 2017 yang ditetapkan Musrenbangdes 2016. Pemerintah desa dengan APBDes dari pos dana Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan serangkaian penelitian hingga mendapatkan prototype alat pembalik ban yang tepat. Pada 2017, pemerintah desa berhasil membuat alat pembalik ban bekas.

Read More
Haryono SuyonoComment
Kelompok Akseptor, Kampung KB, UPPKS dan Desa Sejahtera

Salah satu ciri dari program KB yang sejak diperkenalkan pada tahun 1850-an secara resmi oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) adalah dinamika yang tidak kunjung surut. Pada awal KB diperkenalkan pada ibu hamil dengan risiko tinggi oleh dokter ahli kandungan, program ini menaik, tetapi tidak laku keras Banyak Ibu hamil dengan risiko tinggi biasa tidak dikenal oleh khalayak, bahkan yang hamilpun tidak tahu bahwa kehamilannya beresiko tinggi.

Read More
Haryono SuyonoComment
Peningkatan Pendidikan bagi Bidan Desa

(GEMARI) Banjarmasin - Kamis,  28 Maret 2019 lalu di Banjarmasin, Ketua Umum PWRI yang juga Ketua Tim Pakar Kementerian Desa Prof Dr Haryono Suyono didampingi Sestama BKKBN, H Nofrijal, MA berbincang dengan Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Drs H Abdul Haris, MSi soal peningkatan pendidikan bagi bidan  desa.

Langkah sangat untuk peningkatan kualitas bidan desa. Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN era Presiden HM Soeharto ini pun merekomendasikan para bidan desa agar bisa melanjutkan pendidikan ke STIKes MRH Jakarta.

Di sela perbincangan itu, pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 6 Mei 1938 ini juga mengusulkan pembangunan tempat Parkir Bertingkat bagi kendaraan roda 4 untuk lahan sempit di kota-kota besar. ADS

 

Read More
Ade SudrajatComment
Kampung KB siap menjadi Kampung Sejahtera

Dari kesan berkunjung ke Kampung KB di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Haryono Suyono yang Kamis pagi bersama Sestama BKKBN Nofrizal dan Kepala BKKBN Kalsel Lina Agustina, memberikan masukan pada Rapat Kerja Daerah BKKBN dan jajarannya dari seluruh Kalimantan Selatan, yang tingkat fertilitas telah menurun mencapai 2.4 anak dan rata-rata tingkat kemiskinan sudah berada hampir separo dari rata-rata tingkat kemiskinan nasional, ternyata banyak Kampung KB yang dibangun oleh BKKBN sejak empat tahun lalu, lebih-lebih di desa, gara-gara adanya keterpaduan dengan program Dana Desa yang langsung masuk ke desa telah siap dan berubah menjadi Kampung Sejahtera.

Read More
Haryono SuyonoComment
Mendorong Kampung KB menjadi Desa Sejahtera

Dalam kesempatan memberi semangat kepada Program KB yang dirasakan “berhenti”, tidak maju dan tidak mundur, pada awal Jokowi menjadi Presiden RI, beliau memberi petunjuk kepada Kepala BKKBN agar membuat program KB tetap menarik seperti pada tahun-tahun 1980-an - 1990-an di mana rakyat di desa dilibatkan secara masif dan ceria dalam pengelolaan program KB. Kepada Kepala BKKBN dianjurkan agar di desa dilakukan berbagai kegiatan yang menarik sehingga pasangan usia subur berjubel kembali ikut program KB. Pada awal lima tahun lalu itu keadaan program KB seakan berhenti dengan tingkat kelahiran berada pada posisi sekitar 2,6 anak, padahal sebelumnya sudah berhasil diturunkan pada tingkat yang lebih rendah.

Read More
Haryono SuyonoComment
Model Parkir Bertingkat di Lahan Sempit

Beliau berbincang tentang pengembangan Parkir kendaraan di kota-kota besar yang memiliki lahan sempit untuk dibuat model Parkir Bertingkat Dalam bincang-bincang itu diketahui bahwa di Jakarta telah ada pengalaman beliau membangun gedung Parkir di lahan sempit yang memungkinkan penggunaan lahan scara efisien dan sekaligus memberi keleluasaan yang makin bagus bagi pmilik gedung. Pengerjaan itu dilakukan dengan kerja sama dengan perusahaan dari Korea yang mempegunakan tehnologi yang maju dan aman.

Read More
Ade SudrajatComment
​Wujudkan Modal Sekolah Ramah Anak

Lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Tak pelak, suasana sekolah yang aman, nyaman dan ramah baik bagi anak-anak peserta didik maupun seluruh warga sekolah menjadi modal utama suksesnya mencetak generasi penerus bangsa yang handal. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Pengembangan Modal Sekolah Ramah Anak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun anggaran 2019.


Acara yang berlangsung tiga hari sejak Rabu, 27 Maret 2019 hingga Jum’at, 29 Maret 2019 ini mendapat perhatian para pimpinan SMP dan SMA se-Provinsi DKI Jakarta. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti acara yang berlangsung di Aula Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Lt 5, Jl Jenderal Gatot Subroto Kav 40- 41, Jakarta Selatan. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya seperti dari Kadis Pendidikan/PPAPP, Kementerian PPPA, KPAI, Tim Save The Children, Kemendikbud dan BPBD.

Read More
Ade SudrajatComment
Besarnya Penyerapan Tenaga Kerja, Bukti IKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

(GEMARI.ID) Bogor  - Perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia terus mendapat perhatian serius pemerintah. Berbagai upaya dilakukan agar sektor ini bisa terus eksis dan meningkat. Tak dipungkiri, keberadaannya menjadi salah satu faktor penting dalam menopang ekonomi nasional.

 

Tak berlebihan, bila Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pun menegaskan bahwa sektor IKM mampu menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini dilihat dari kontribusinya yang cukup besar, mulai dari jumlah dan penyerapan tenaga kerjanya.


“IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Indonesia,” kata Airlangga belum lama ini di Bogor, Jawa Barat.


Dari jumlah unit usaha tersebut, sektor IKM menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.


Menperin mengungkapkan, ada empat aspek yang dapat membentuk IKM lebih berdaya saing di pasar global


“Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital dan pola pemasaran yang baik,” ujarnya.


Menurut Airlangga, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan Kemenperin adalah pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP).


“Ajang ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global,” ungkapnya.


Aspek berikutnya untuk pengembangan produk Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI, sertifikasi GMP, HACCP dan lainnya.


Berikutnya untuk SDM berkualitas, Kemenperin memiliki program pengembangan SDM Industri yang meliputi,  pendidikan vokasi menuju dual sistem model Jerman, pembangunan Poltek/Akom di kawasan industri, pembangunan link and match SK dan industri.


Selain itu, pendidikan dan pelatihan sistem 3 in 1, sertifikat kompetensi tenaga kerja industri, dan pengembangan SDM menuju Industri 4.0.


“Sementara itu dalam pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0,” jelasnya.


Program Making Indonesia 4.0 startup  merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi Industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu. Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik.


Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online.


“Nantinya produk IKM dalam negeri akan dapat membanjiri e-commerce Indonesia,” imbuhnya. Semoga. ADS

 

 

 

Read More
Ade SudrajatComment
Dana Desa Untuk Membangun Posyandu

Gemari.id - BANJARMASIN :  BKKKB Kalimantan Selatan, hari ini Kamis, 28 Maret 2019 menggelar acara Rakerda KKBPK tingkat Provinsi di kota Banjarmasin. Mantan Kepala BKKBN, Prof Dr Haryono Suyono tampil sebagai pembicara bersama Sestama BKKBN, H Nofrijal, MA. Acara ini dipandu oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Dra Ina Agustina, MPH. Dalam sambutannya, Ketua Tim Pakar Kementerian Desa PDTT ini mengatakan bahwa, Stunting tidak terjadi secara mendadak, tetapi bisa juga karena ibu-ibu dipaksa hamil dalam kondisi kurang gizi, air susu tidak keluar sehingga berat badan nya tidak bertambah. Setiap Posyandu harus mau menimbang ibu hamil dan anak-anak bayi, sehingga perkebangannya bisa dipantau. Bila di desa belum  ada Posyandu, bisa saja diusulkan dalam forum rembug desa untuk dibangun Posyandu dengan menggunakan Dana Desa. Jadi bisa diusulkan agar dana desa bisa dipergunakan untuk membangun Posyandu.  Bila perlu diadakan upacara penyerahan Posyandu oleh kepala Desa.

 

Read More
Mulyono PrawiroComment
Kemenperin Pacu Perkembangan IKM dan Wirausaha Baru di Sumsel

(GEMARI.ID) Palembang  -  Pemerintah terus berupaya meningkatkan  perkembangan industri kecil menengah (IKM) dan wirausaha baru di berbagai pelosok tanah air. Langkah ini ditempuh dalam rangka mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat.


Itulah sebabnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyalurkan bantuan mesin produksi ke sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penumbuhan dan pengembangan IKM dan wirausaha baru.


Kasubdit Program Pengembangan Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Aneka Ditjen IKMA Kemenperin, Rifky Yuswandi, mengatakan di Palembang, Sumsel, Selasa, mengatakan bantuan ini sudah disalurkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu ke sejumlah daerah, termasuk Sumatera Selatan.


Pada 2019 bantuan mesin di Sumsel diberikan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) yang tiap KUD itu terdiri atas 20 IKM, seperti realisasi di Ogan Komering Ulu berupa bantuan mesin mebel, di Palembang bantuan mesin konveksi, dan di Ogan Komering Ulu Timur bantuan mesin perbengkelan.


“Bantuan ini diberikan pemerintah ke IKM apa saja jenisnya, asalkan proposal yang diajukan KUD lolos seleksi,” kata Rifky.


Ia mengatakan mula-mula para pelaku IKM membuat proposal mengenai bisnis yang dijalani,  termasuk potensi usahanya di masa datang.


Kemenperin sama sekali tidak memberikan kuota, asalkan usaha IKM tersebut dinyatakan layak berdasarkan hasil penilaian tim penilai Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat.


Khusus di tahun 2019, Kemenperin juga bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan anggota legislatif.


Plt Kepala Disperindag Palembang Agus Kelana belum lama ini menyerahkan secara simbolis bantuan mesin ke pelaku IKM di Palembang, Sumatera Selatan.



Setelah menerima bantuan mesin ini, pelaku usaha tersebut akan mendapatkan bimbingan teknis dan pendampingan dari tenaga ahli sehingga usaha yang dijalankan akan semakin baik di masa datang karena sejatinya pelaku IKM ini masuk kategori usaha inkubator.


Nantinya apabila sudah berhasil atau naik level ke industri menengah maka program bantuan mesin akan beralih ke bantuan restrukturisasi.


“Nah khusus untuk program restrukturisasi, bantuan pemerintah hanya 30 persen dari dana pembelian mesin,” kata dia.


Selain itu memberikan bantuan mesin, Ditjen IKMA juga akan memperluas akses pasar IKM melalui program e-smart, yakni program pemasaran produk di pasaran digital. Saat ini Kemenperin sudah bekerja sama dengan Bukalapak, Shopee, Blibli, Blanja.com, Tokopedia, Gofood, Dusdusan, dan Ratali. Pasar e-commerce Indonesia, katanya, menguasai 52 persen pasar Asia Tenggara.


Seperti diketahui rasio wirausaha di Indonesia pada 2017 sebesar 3,1 persen mengalami kenaikan 1,4 persen jika dibandingkan 2014. Rasio ini masih berada jauh dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Adapun rasio negara maju di atas 14,0 persen. ADS

 

Read More
Ade SudrajatComment