Mulai Tampak Cahaya Kemandirian Finansial Kehidupan Ibu Rumah Tangga di Desa Ini

Oleh: Imam B. Prasodjo

Hari ini tanggal 20 Mei 2026, cuaca nampak cerah. Beberapa hari sebelumnya, hujan turun lebat membasahi Kampung Ilmu, di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Di bawah hangatnya sinar matahari, ibu ibu kader perajin tas rajut di Kampung Ilmu, berkumpul. Mereka bersemangat menyambut kembali kedatangan para instruktur mereka dari Dowa Bags (perusahaan tas rajut dari Yogya) yang selama hampir tiga bulan mendampingi mereka membuat tas rajutan yang indah. Sejak awal pelatihan tatap muka tiga bulan lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan intensif melalui WA Group, hasil pun mulai nampak. Produk produk tas rajutan yang mereka hasilkan telah lolos dan masuk kategori "layak jual". Dowa Bags membelinya. Dan uang pun mereka peroleh. 

Kisah ini sekali lagi menjadi bukti bahwa program pemberdayaan memang tak cukup hanya dilakukan dengan ceramah atau diskusi. Yang efektif, transfer pemahaman harus segera diikuti dengan pendampingan melakukan praktik langsung, mengasah ketrampilan, dan menghasilkan produk berkualitas. Ini pun, bila ketrampilan telah diraih, dan produk telah dihasilkan dengan baik, jaminan pembeli harus ada. Roda ekonomi mikro hanya akan bergerak bila pasar terbangun. Di sinilah kelengkapan Dowa Bags dalam melakukan pemberdayaan, yang awalnya menumbuhkan keinginan (passion), memberi wawasan, melatih ketrampilan, dan akhirnya saat produk dihasilkan, jaminan pasar berkelanjutan disediakan. 

Setelah melalui proses ini, hari ini produk produk rajutan dibeli Dowa Bags. Para instruktur mereka kembali datang dari Yogya. Peran mereka kini menjadi pembeli (off taker) atas produk yang mereka hasilkan. Transaksi pun dilakukan. Uang pembayaran dihitung dan senyuman pun terkulum. Tak terbayangkan, di tengah krisis ekonomi pada saat ini, para ibu kader perajut tas merasakan nikmatnya mendapatkan uang hasil keringat sendiri, bukan uang kiriman suami yang umumya bekerja di kota sebagai tukang bangunan. 

Kemandirian finansial bagi kaum ibu ini sangat penting. Ini tak hanya akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan keluarga, namun juga kebahagiaan. Warga desa yang sederhana, sejatinya tak membutuhkan uluran tangan besar, dengan kucuran uang melimpah dalam program mercusuar. Mereka hanya butuh keutuhan pendampingan konsisten hingga terbukti dapat menghasilkan uang untuk memperkuat penyangga kehidupan. Itu saja.

#imam b prasodjo

Editor: Aam Bastaman (Akademisi Universitas Trilogi).

Aam BastamanComment