JuKen Organisasi Yang Sudah Terlatih Untuk Bersahabat dan Membangun Masyarakat

Dewan Pakar Perkumpulan Juang Kencana (JuKen), Saut PS Munthe, SH terlihat sedang menyampaikan masukan kepada pengurus JuKen Pusat pada rapat pengurus

GEMARI.ID-JAKARTA. Salah satu Dewan Pakar Perkumpulan Juang Kencana (JuKen), Saut PS Munthe, SH hadir dalam rapat pengurus JuKen yang diadakan di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bukan hanya sekedar hadir, ia juga memberikan banyak masukan kepada pengurus JuKen. Hadir dalam rapat pengurus JuKen diantaranya, Ketua Umum, Dr Sudibyo Alimoeso, MA, Sekretaris Umum, Dra Sri Rahayu, MSi, Dr Moch Soedarmadi, MKM, Drs Pristy Waluyo, Drs Hardiyanto Wiryo, Dra Setiawati Arifin, MA, Dra Theodora Pandjaitan, MSc, Saut PS Munthe, SH, Dra Sri Murtiningsih, MSi, Dra Winarti, Ibu Sri Partini, SH, Dr Faozan Alfikri, SH, M,Kes, Mukhtar Bakti, SH, MA dan beberapa tokoh JuKen lainnya. Selasa (10/02/2026).

Seusai mengikuti rapat pengurus JuKen, Saut PS Munthe, SH kepada Tim Gemari.id menjelaskan, saya bangga sebagai anggota JuKen, karena JuJen ini salah satu organisasi pensiunan instansi pemerintah yang sampai sekarang ini masih tetap kompak, dan kekompakan ini bisa terjaga cukup baik, karena pada waktu kita aktif kita itu boleh dikatakan BKKBN itu salah satu organisasi yang hampir tidak ada perebutan jabatan yang negative, tidak sikut-sikutan, tidak sogok-sogokan, tidak pakai magic-magic’an untuk mendapatkan jabatan, jadi karena kita di masa aktifnya kompak dan di masa pensiunnya kita tetap penuh persahabatan. Itu salah satu saya pikir yang sangat menggembirakan. Buat apa saya punya banyak duit, punya banyak harta, tetapi tidak punya banyak teman, kita rugi katanya. Lebih baik saya punya banyak teman, biarpun dengan harta yang terbatas, tetapi terbatas pun cukuplah untuk hidup di masa tua, jelasnya.

Kemudian dengan bangga ia mengatakan, saya bangga karena sebagai organisasi pensiunan BKKBN, kita terbukti kemarin, ketika terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kita itu bisa mengumpulkan bantuan sampai lebih dari Rp 203.000.000,-, itu betul-betul pembantuan dari pensiunan BKKBN. Kita sudah terlatih untuk bersahabat, untuk membangun masyarakat, meskipun katakanlah dari segi harta, uang anggota JuKen tidak banyak, beda dengan pensiunan penegak hukum, pensiunan dari teman-teman yang bergerak di bidang keuangan, di bidang perdagangan, industri itu yang lebih lebih makmur lah secara finansial, tetapi secara moral belum tentu mereka lebih bahagia, lebih happy dari kita, dan buktinya kita dalam waktu singkat Rp 203.000.000,- bisa terkumpul

Ini saya kira sesuatu yang harus dijaga oleh JuKen ini, dibina terus mudah-mudahan ini bisa kita tularkan kepada para pelanjut kita. Saya ingatkan bahwa sebetulnya kunci keberhasilan program KB sehingga diakui oleh dunia sebagai salah satu center of Excellent adalah karena pembangunan KB Indonesia dilakukan bersama masyarakat, kekuatan masyaraka. Kalau hanya mengandalkan kekuatan pemerintah dan kekuatan uang, tidak mungkin program kita ini bisa berhasil. Kita dulu melibatkan tokoh masyarakat, ilmuwan, budayawan dan tokoh-tokoh berbagai profesi sampai ke kader-kader di tingkat RT/ RW di jajaran yang paling rendah

Kalaupun katakanlah secara teknis, secara material kontribusinya tidak banyak, tetapi karena dilakukan oleh jutaan orang, Wah… itu luar biasa dan itu kunci keberhasilan. Salah satu indikasi keberhasilan itu menurut saya adalah sustainability atau keberlangsungan. Kalau hanya dilakukan oleh pemerintah dan dengan mengandalkan duit, selama masih ada duit, selama jabatan masih ada dikerjakan, tetapi kalau itu berdasarkan masyarakat, selama itu dibutuhkan oleh masyarakat, mereka akan dikerjakan, katanya.

Sebagai Dewan Pakar JuKen, Saut PS Munthe, SH berharap, saya mengharapkan kepada pemerintah sekarang ini, harus tetap melanjutkan itu, melanjutkan pembangunan bersama dan beserta masyarakat, pembangunan untuk masyarakat, dari masyarakat dan bersama masyarakat, itu harus. Kalau tidak bersama masyarakat pembangunan hanya akan berupa proyek-proyek yang akan selesai ketika proyeknya habis, pungkasnya. @mulyono_dp

Mulyono D PrawiroComment