Hardiyanto Wiryo : Kemandirian JuKen Harus Semakin Kita Latih dan Kita Biasakan
Dewan Pengawas JuKen, Drs Hardiyanto Wiryo saat menyampaikan arahan kepada pengurus JuKen didampingi Ketua Umum, Sekretaris Umum dan para senior JuKen
GEMARI.ID-JAKARTA. Salah satu Dewan Pengawas Perkumpulan Juang Kencana (JuKen), Drs Hardiyanto Wiryo hadir pada rapat pengurus JuKen yang diadakan di Kantor BKKBN Pusat di kawasan Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum JuKen, Dr Sudibyo Alimoeso, MA dan dihadiri oleh Sekretaris Umum, Dra Sri Rahayu, MSi dan beberapa pengurus lainnya dan tokoh senior JuKen seperti, Dr Moch Soedarmadi, MKM, Drs Pristy Waluyo, Dra Setiawati Arifin, MA, Dra Theodora Pandjaitan, MSc, Saut PS Munthe, SH, Dra Sri Murtiningsih, MSi, Dra Winarti, Ibu Sri Partini, SH, Dr Faozan Alfikri, SH, M,Kes, Mukhtar Bakti, SH, MA dan beberapa tokoh JuKen lainnya. Selasa (10/02/2026).
Seusai mengikuti rapat pengurus, Dewan Pengawas JuKen, Drs Hardiyanto Wiryo kepada Tim Gemari.id menjelaskan, mengawali tahun baru 2026 program JuKen yang ke depan ini, tadi sudah kita evaluasi kegiatan-kegiatan tahun yang lalu, beberapa kegiatan yang perlu kita perbaiki, kita kembangkan, terutama kita akan segera mensosialisasikan dan menyelesaikan KTA atau Kartu Tanda Anggota. Itu merupakan identitas yang paling penting sebagai kebanggaan kita semua, jelasnya.
Kemudian yang kedua, kita harus lebih semangat lagi walaupun memang sekarang ini kelihatan kemandirian JuKen harus semakin kita latih, kita biasakan. Kita tidak bisa mengandalkan dukungan dari yang lain, terutama dari instansi. Kita maklumi bahwa instansi sekarang ini anggarannya sudah mulai berkurang, sehingga kemandirian JuKen harus kita mulai, kita biasakan. Ini sampai ke daerah juga kita himbau, yang penting kita tetap semangat, tetap bersilaturahmi kalau bisa membantu program-program instansi BKKBN, pengalaman selama ini yang bisa kita tularkan kepada generasi yang sekarang.
Hardiyanto mengungkapkan, saat ini kita perlu ada Regenerasi, karena jumlah anggota JuKen sekarang ini telah mencapai sekitar 13.000 orang, tetapi lama-lama ada perkembangan pegawai BKKBN yang pensiun, yang perlu kita himbau lagi, kita ajak sehingga lebih memperkuat lagi ke depan. Ia menghimbau, kalau bisa manakala Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mengadakan perpisahan dengan pegawai yang mau pensiun, barangkali bisa kita himbau, bisa diundang ke organisasi JuKen. Nanti dilepas oleh BKKBN, diterima oleh JuKen, otomatis menjadi anggota baru JuKen, sehingga lama-lama ini anggotanya menjadi berkembang, ungkapnya.
Ditambahkan, dengan menangkap tadi, saya kira ada kolaborasi antara JuKen dengan BKKBN untuk saling melepas dan menerima. Ini saya kira penting sekali untuk ke depan, sehingga nanti kita bisa lebih giat lagi, lebih semarak lagi ke depan, terutama pegawai sekarang ini programnya sudah berbeda dengan yang lalu, sehingga nanti kegiatan program kerja JuKen itu bisa diwarnai dengan pengalaman-pengalaman pegawai baru yang sudah pensiun, yang mengalami program yang terkini, sehingga program JuKen juga bisa up to date sesuai dengan perkembangan sekarang ini, imbuhnya. @mulyono_dp