Menjadi Tamu Raja Saudi Arabia
Tamu Raja Saudi Arabia bermacam macam dan memiliki gradasi tersendiri. Pangalaman kami sebagai tamu Raja Arab adalah karena kami pejabat tingkat tinggi di Indonesia. Sebagai tamu kami mendapat kehormatan melakukan ibadah Umrah dengan pengawalan dan tinggal di Hotel yang disediakan untuk para tamu Raja. Pada tingkat pertama kami belum mendapat kesempatan beraudiensi dengan raja.
Di tempat kami menginap sungguh sangat mewah dan kami boleh makan enak sepuas puasnya. Bahkan kami diberi tahu boleh mengundang tamu untuk makan siang atau makan malam yang mewah di tempat makan yang menyediakan makan seakan cukup untuk mengundang tamu sebanyak satu desa. Bahkan kalau tamu tidak cukup maka pemimpin dapur kesulitan menyediakan makanan karena variasinya menjadi terlalu sedikit. Karena itu hari kedua dan ketiga kami undang para pengantar kami dari Kedutaan Indonesia untuk makan siang dan makan malam bersama. Mereka ikut menikmati makanan Raja untuk para tamunya. Juru masak istana senang karena bisa masak dengan variasi yang aneka ragam dan pengeluarannya bisa banyak.
Untuk sholat kalau kita pengin sholat bisa di halaman trempat menginap karena sudah gandeng dengan halaman Masjid di Mekah sehingga tidak perlu turun ke halaman Masjid. Tetapi sholat seperti ini kurang nikmat dan kami selalu saja turun sampai dekat dengan Ka’bah.
Pada waktu keliling Ka’bah maka biasanya kami antri untuk mencium Hajar Aswad. {ada waktu menjadi tamu raja, maka kami dikawal dengan mudah bisa mencium sepuas puasnya karena di kawal dan para Jemaah lainnya terrpaksa berhenti menunggu kami selesai dengan puas. Sungguh suatu kenikmatan tersendiri menjadi tamu raja. Semoga ada kesempatan lagi menjadi tamu raja.