STIKes Mitra RIA Husada Jakarta Secara Perlahan akan Berubah Menjadi Universitas
Ketua STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, Dr Sri Danti Anwar, MA terlihat sedang memimpin Rapat di kampusnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur
GEMARI.ID-CIBUBUR. Minggu lalu, Ketua STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, Dr Sri Danti Anwar, MA memimpin Rapat Pimpinan yang dihadiri oleh Para Wakil Ketua, Para Kepala Pusat dan Badan Penyelenggara, diantaranya hadir Dr dr Andi Julia Rifinana, SH, M.Kes dan Dr Mulyono D Prawiro. Seusai memimpin rapat, Dr Sri Danti Anwar, MA kepada Gemari.id menyampaikan, hari ini kita baru saja Rapim dengan Badan Penyelenggara SMRHJ. Beberapa hal yang kita bicarakan pertama, pada tahun ini mulai April 2026, kami akan mempersiapkan diri untuk proses Re-Akreditasi institusi. Akreditasi institusi ini akan berakhir tahun 2027, tetapi biasanya 6 bulan sebelum SK itu berakhir tentu kita sudah submit untuk Re-Akreditasi. Kamis (09/04/2026).
Dijelaskan, itulah rencana jangka pendek yang akan kami lakukan mulai bulan April ini, mengumpulkan Stakeholder yang ada di STIKes Mitra RIA Husada Jakarta, dan membagi tugas. Karena untuk Re-Akreditasi ini target kita adalah unggul, sehingga banyak sekali syarat-syarat yang harus dipenuhi. Langkah awal adalah kita akan melakukan self-assessment, jadi masing-masing unit nanti akan melihat kekuatan dan kelemahan yang ada, dan juga sarana prasarana yang ada. Istilahnya kekuatan existing-nya itu apa, kemudian kita akan compare dengan indikator-indikator yang ada untuk akreditasi unggul tersebut.
Kemudian yang kedua, sejak tahun lalu sedang proses untuk menambah Prodi baru. Kami mempunyai visi bahwa STIKes Mitra RIA Husada Jakarta dalam 3 tahun ke depan itu, secara perlahan-lahan akan berubah bentuk menjadi universitas. Kita akan mulai dulu di tahun ini dengan menambah satu prodi yaitu prodi Administrasi Kesehatan. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan LLDikti, bagaimana membuka sistem administrasi kelembagaan. Karena untuk mengusulkan prodi baru, artinya menambah jumlah prodi, syaratnya kita bisa memasukkan administrasi maupun juga Borang untuk penambahan prodi, itu di sistem siaga, jelasnya.
Ia yakin, kalau kita sudah berhasil membuka satu Prodi baru yaitu Administrasi Kesehatan, tentu kita akan lanjutkan dengan planning berikutnya yaitu membuka Prodi Non-Kesehatan. Rencananya itu kita akan membuka Prodi Ekonomi Digital. Kenapa Ekonomi Digital, karena seperti kita ketahui, era sekarang ya era digital. Untuk ekonomi semua orang juga akan memanfaatkan digitalisasi, jadi saya pikir prodi ini tentu ini sangat diperlukan masyarakat, untuk bisa bagaimana lulusannya itu juga nanti bisa bekerja untuk membangun ekonomi digital. Setelah itu tentu kami juga akan melihat prodi lain, misalnya prodi hukum juga menjadi target kita ke depan, pungkasnya. @mulyono_dp