PAK ARIEF
Pak Arief,(nama albiteri\ bukan nama sebenernya) setengah guru dan setengah seniman merasa Kecewa
Setelah perjalan bersama Dirjenya ke Paris dan Bangkok bersama Dirjen (pendidikan dasar)merasa kecewa bahwa gelar alat peraga niatan Indonesia kalah telak di banding dengan buatan Korea dan Jepang yang menurut beliau kaya falsafah dan nilai luhur budaya bangsa.
Penyajian yang kering memotivasi tidak menaruh minat anak2 menyerap kekayaan budaya yang kaya dimasukan dan pesannya di banding kekuatan motovasi dua negara saingannya.
korea dan jepang dengan beragam menurut budaya artikel dalam menterjemahkan falsafah dalam bermacam alat peraga pendidikan sehingga bukan anak2 Korea termasuk peraga itu yang juga anak2 lain pun suka juga.
Yang tua gemar peraga anak muda karena mudah diserap dan nikmat di cerna akal dan segera orang memahani di desa desa yang luas.nilai2 itu tidak disembunyikan dalam tata Bahasa yang rumit tapi dibuka secara gamblang dan transparan. Semua usia bisa secara gamblang mengerti arti dan hakekat ucapan itu.
tidak ada yang disembunyikan atau dirahasiakan. Pernyataan tentang terangan2,memang membuat kaum tua tidak tau menyimpan rahasia tapi haarus memahami dirinya yang di tuju secara tepat. Karena itu para sesepuh parlu gaya serta cara meramu karya yang seimbang.