Kenangan Pak Try Sutrisno
Oleh: Aam Bastaman
Wafatnya Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno (Pak Try) pada tanggal 2 Mei 2026, meninggalkan banyak kenangan bagi segenap lapisan masyarakat, termasuk saya pribadi.
Tahun 2018 sudah cukup lama, tapi sy masih ingat Rektor Universitas Mercubuana saat itu Prof. Arissetyanto (pak Aris) mengundang saya untuk hadir pada acara sarasehan kebangsaan, dengan pembicara utama Dr. Yudi Latif, dan dihadiri oleh Mantan Wapres Try Sutrisno, dan mantan pejabat lainnya, termasuk pak Soehardjo yang juga mewakili keluarga Cendana.
Saat menunggu acara, kami dipersilahkan masuk ruang tungu eksekutif. Di situlah saya bertemu dengan pak Try. "Hallo Mas, apa kabar?" Sapanya akrab.
"Ini pak Aam dari Universitas Trilogi," prof. Aris memperkenalkan. Kami bersalaman hangat, Pak Try tersenyum mengangguk. Ramah sekali.
Di tengah- tengah obrolan, selain Prof Aris, hadir juga beberapa tamu lainnya termasuk perwakilan keluarga Cendana dan Dr. Yudi Latif sendiri, pak Try sempat cerita mengenai sekolahnya yang didirikan oleh bu Tuty Sutiawati Try Sutrisno, sekolah unggulan SMA Terpadu Krida Nusantara di Bandung.
"Pernah ada seorang teman yang minta tolong anaknya dimasukan ke sekolah itu, karena sebelumnya tidak lolos seleksi...”
Jawaban pak Try, "wah, untuk urusan seleksi itu urusan bu Tuty, dia pengelolanya... saya ga bisa ikut campur, bu Tuty di sekolahnya lebih berkuasa dari pada saya," sambil tertawa. “Padahal dia teman baik saya, tetap tidak bisa dibantu”
"bu Tuty itu disiplin sekali," cerita pak Try.
Luar biasa.
Yudi Latif berbicara dengan menarik, salah satu poinnya adalah jangan mempertentangkan pak Harto dan Bung Karno, keduanya sangat berjasa kapada Indonesia, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Masing-masing lahir dan hadir di eranya.
Pak Try kelihatan senang sekali di acara tersebut. Tekun mendengarkan. Kelihatan sekali dia sangat setuju dengan materi Yudi Latif.
Sarasehan berjalan sukses, diakhiri photo bersama. Dr. Yudi Latif semula berdiri di samping, seperti biasa, gaya rendah hati Yudi. Pak Try kemudian menggandeng tangan Yudi Latif untuk duduk di tengah disampingnya. Betapa pak Try sangat menghargai kepakaran Yudi Latif.
Itulah kenangan bertemu langsung terakhir dengan pak Try, mantan Wakil Presiden di era Pak Harto, jenderal ramah yang senyumanya selalu menghiasi wajahnya.
Selamat jalan pak Try...
(Aam Bastaman, Ketua Senat Universitas Trilogi)