Transformasi Kolaboratif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Tepat Framework

dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MBA, MKes

GEMARI.ID-JAKARTA. Menteri Kemendukbangga/ Kepala BKKBN, Dr Wihaji, SAg, MPd dalam paparannya pada RAKORNAS 2026 dengan Tema " Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045 " dihadapan ratusan Stakeholders strategisnya memberi kepastian dan ketepatan Frame of Thinking dan Framework Transformasi Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sangat tergantung pada Kolaborasi bersama semua potensi Nasional.

Termasuk antara lain dengan KOWANI. Karena kualitas Keluarga semakin ditentukan peran kaum Perempuan. 8 Program Prioritas Presiden, semua berkaitan sejak awal dan berakhir pada Pembangunan Keluarga. Karenanya Transformasi adalah keniscayaan untuk mengambil posisi yang tepat sebagai pewujud visi misi presiden Prabowo pada periode 2025 2029 menuju era Indonesia emas tahun 2045. Dalam upaya pencapaian Stabilitas demografi dan Ketahanan Demografi, hanya dapat dicapai dengan Kolaborasi tidak hanya lintas Kementerian/Lembaga, tetapi dengan semua potensi non Pemerintah.

Menteri Wihaji mengibaratkan kolaborasi pencapaian puncak kinerja bagai menggerakkan SEPEDA atau memainkan musik GAMELAN. Dimana semua komponennya punya fungsi dan peran berbeda, namun jika menjadi satu kesatuan Orkestrasi, maka semua Rencana menjadi indah dan kompak dibunyikan dan digerakkan. Beberapa capaian yang sudah diterobos memasuki tahun kedua masa kerja Menteri Wihaji telah mampu berkolaborasi dengan Program MBG sehingga bisa memasukkan sasaran baru yang tidak hanya anak sekolah, Tetapi menyasar Jutaan ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia PAUD yang belum terjangkau.

Kinerja ini merupakan satu prestasi kelas dunia karena tidak ada satu negara pun yang memberikan perhatian pada ibu mendapat MBG.  dalam dukungan makanan bergizi kepada kaum ibu. Untuk menggerakkan Transformasi di masyarakat, Kemendukbangga mengerahkan 51.000 tenaga pendamping keluarga (TPK) mendukung tugas puluhan ribu PKB (Penyuluh) yang merupakan kunci sukses seluruh program yang menggerakkan edukasi dan advokasi di tengah masyarakat bahkan 51.000 tenaga pendamping keluarga saat ini sedang diupayakan untuk masing-masing mendapat kendaraan operasional Roda dua agar operasional gerakannya di lapangan semakin lancar.

Banyak catatan penting dalam paparan Menteri Wihaji yang kaya Data dan Fakta. Perhatian pada kaum Perempuan semakin diperkuat karena ada 14,5 juta keluarga dengan Kepala Keluarga Perempuan. Juga perhatian pada 46,7 juta keluarga dengan anak remaja usia 10-24 tahun. Yang butuh pendekatan khusus agar menjadi Generasi tangguh dan berencana.  Juga 25,1 juta keluarga dengan individu berusia diatas 60 tahun.

Khusus lansia, yang populasi nya kini mencapai 30an juta, Kondisinya tidak baik. Hanya 4% yang hidup sehat, beraktifitas tanpa obat. 83% pra-renta dan Renta. Menteri Wihaji mencatat perlu adanya Sistem Pensiun bagi Lansia untuk stabilitas ekonomi dimasa tua. OBKESINDO, komunitas Observer Kesehatan melihat pola pikir dan pola kerja dalam Transformasi Kolaboratif ala Kemendukbangga/BKKBN seharusnya mendapat dukungan seluruh komponen Bangsa. Penulis adalah Ketum BPP OBKESINDO

Mulyono D PrawiroComment