MBah Wiryo sentono protes bayar pajak
Mbah Wiryo suatu pagi ngedumel harus bayar pajak tempat tinggalnya. Padahal di rumahnya itu simbah ngajar anak anak sekitar belajar ngaji dan ilmu semampu beliau ajarkan tanpa memungut bayaran.
Anak anak seneng karena mbah ngajarnya enak dan menyenangkan, Anak anak boleh bermain sesukanya. Kalau di sekolah tidak boleh,jadi senang diajar embah dari rumah nya.
Pas waktu embah masih muda diajarkan juga cara berkelahi dan menang, Jadi embah di juluki juga jago berkelahi tapi tidak pernah kelahi hanya bakat waktu kecil.
Embah juga suka keliling kampung dan cerita apa yang dilihatnya hingga menimbulkan minat untuk itu kebiasaan itu,anak anak suka niru dan tersesat, Baru orang tuanya salahkan embah yang ngajari bertualang. Mereka cari cari bersama embah dan jadi senang kita bertualang. Pengertian itu diterapkan dalam hidup sehari hari di sekitar rumahnya.