Haryono Suyono : Saya Belajar Demografi dari Prof Philip Morris Hauser
Prof Dr Haryono Suyono saat berbincang dengan Dr Mulyono D Prawiro di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan
GEMARI.ID-JAKARTA. Pagi ini, tim gemari.id sempat berbincang dengan Prof Dr Haryono Suyono di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Mantan Menko Kesra dan Taskin di Era Presiden Soeharto dan Presiden BJ Habibie ini sempat bercerita. Ketika saya masih muda saya kuliah dan belajar Ilmu Kendudukan di University of Chicago, Amerika Serikat. Suatu hari saya ditanya oleh professor saya yaitu, Prof Dr Philip Morris Hauser. Dia adalah dosen sekaligus seorang ahli demografi dan pelopor dalam studi perkotaan di Amerika Serikat, demikian dikatakan Prof Dr Haryono Suyono di Jakarta hari ini. Sabtu (03/01/2026).
Dijelaskan bahwa, saya pernah ditanya oleh dosen saya yaitu Prof Hauser (nama panggilan Prof Dr Philip Morris Hauser), apa saja yang akan kamu berikan pada mahasiswamu nanti kalau kamu kembali ke Indonesia ? Tentu saya menjawab dan menyebut bahwa saya akan berikan bahan kuliah dari Prof Hauser. Dengan jawaban itu, beliau heran, langsung mengatakan, kamu disini (University of Chicago) belajar Demografi Dunia, jadi kalau di Indonesia kamu harus belajar Demografi Indonesia, kata Prof Hauser. Dalam hati saya berkata, benar juga beliau ini, jelas Haryono.
Kemudian mantan Kepala BKKBN ini mengungkapkan, sepulang dari kuliah di Amerika Serikat, saya mulai dengan mengajak anak-anak belajar demografi di desa sendiri, baru kemudian ke tingkat kecamatan dan kabupaten. Sesudah itu baru ke tingkat propinsi dan nasional. Setelah sampai pada tingkat nasional barulah mengenal demografi dunia, ungkapnya.
Sebagai seorang demografer, Prof Haryono mengajak agar kita juga bisa mulai dengan belajar demografi kelahiran dan kematian beserta sebab-sebabnya, baru kita melihat pertambahan penduduknya. Dalam keadaan penduduk makin tumbuh seimbang dewasa ini, anak-anak SMP dan SMA perlu juga belajar kenapa bisa terjadi demikian. Disamping itu mereka juga perlu belajar KB dan seluk-beluknya. Dikatanya bahwa, dewasa ini kita perlu belajar KB baru yang berlaku untuk semua pasangan usia subur. KB baru bisa dimulai dari anak-anak usia 13 tahun atau setingkat anak SMP, khususnnya untuk anak-anak perempuan, kata Haryono. @mulyono_dp