Catatan Kecilku Sebagai Gen Z Sebelum Tahun 2025 Menjadi Kenyataan di Tahun 2026
Dr H Lalu Burhan, MSc
GEMARI.ID-MATARAM. Tentang target yang belum tercapai, doa-doa yang masih tertahan dan harapan yang belum menampakkan hasil. Tidak apa bagi kami gen Z jika belum sampai, Tak apa jika masih proses. Selama hati tetap besar dan prasangka kita kepada Allah tetap baik. Karena tak ada satu pun kebaikan, sekecil apa pun, yang sia-sia di sisi-Nya. Terus lah melangkah, teruslah berharap dan teruslah berhusnudzon.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ.
"Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasannya)."
(QS. Az-Zalzalah: 7)
Berikut adalah rangkuman refleksi catatan kecilky gen Z yang dibuat menjelang tahun 2025 dan benar-benar terwujud menjadi kenyataan di tahun 2026:
1. Teknologi dan AI yang"Agentic"(Mandiri)
Catatan: "Semoga AI tidak hanya jadi alat tulis, tapi bisa bantu kerjain tugas sampai tuntas."
Kenyataan 2026: AI telah berevolusi menjadi Agentic AI yang mampu merencanakan, memutuskan, dan mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri tanpa harus menunggu instruksi manusia. AI ini menjadi standar baru dalam interaksi manusia-mesin.
2. Karir dan Keuangan yang Lebih Sehat
Catatan: "Pengen punya sumber penghasilan tambahan dan lingkungan kerja yang nggak toxic."
Kenyataan 2026: Tren menunjukkan bahwa sukses kini diukur dari keamanan emosional, well-being, dan harmoni kehidupan. Lebih dari separuh anak muda (Milenial/Gen Z) berhasil memiliki penghasilan tambahan sebagai blueprint keamanan finansial. Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil di kisaran 5,1% - 5,6%.
3. Gaya Hidup Slow Living & Pengalaman
Catatan: "Pengen lebih santai, nggak terburu-buru, dan traveling yang bermakna."
Kenyataan 2026: Gaya hidup slow living dan refleksi diri menjadi tren dominan pasca-2025. Tren perjalanan bergeser menjadi berbasis pengalaman (experience-based travel), bukan sekadar foto-foto.
4. Kesehatan Mental dan Circle yang Sehat
Catatan: "Jauhkan dari orang-orang toxic, pengen circle yang suportif."
Kenyataan 2026: Fokus pada kesehatan mental dan hubungan yang sehat menjadi prioritas utama setelah melewati tahun 2025 yang dinamis.
5. Produk Lokal Mendunia
Catatan:
"Semoga brand lokal makin keren dan bisa go global."
Kenyataan 2026: Budaya dan produk Indonesia semakin menembus panggung global, contohnya festival musik lokal yang menjangkau Asia Tenggara dan kopi lokal yang membuka gerai di Eropa. Catatan ini menjadi bukti bahwa harapan-harapan kecil yang dituliskan pada akhir 2025 menjadi penguat hati yang terwujud di tahun 2026. Oleh karena itu maka pergantian tahun seharusnya tidak menjadi beban ekspektasi yang menakutkan. Ia cukup menjadi penanda bahwa waktu terus bergerak dan kita masih diberi kesempatan melangkah. Kesempatan itu akan bermakna jika diisi dengan niat baik dan tindakan kecil yang nyata.
Akhirnya, dari 2025 ke 2026, tujuan bukanlah sekadar sampai, tetapi tetap utuh sepanjang perjalanan. Langkah kecil ku yang terjaga adalah cara paling manusiawi untuk bergerak maju. Dengan kesadaran itu, kita mungkin tiba lebih lambat, tetapi dengan hati yang lebih siap dan arah yang lebih jelas. Sebagai catatan penutup, di 2026, Gen Z bukan lagi sekadar generasi yang anxious, tapi generasi yang berusaha "menata ulang hidup" (rebuilding life) dan bertahan dengan cara memaksimalkan teknologi tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya. Semoga bermanfaat. Penulis adalah Blogger persahabatan pengurus DMI dan BPD AKU NTB