Globalisasi Membawa Dampak Positif dan Juga Negatif Bagi Masyarakat
Dr Mulyono D Prawiro
GEMARI.ID-JAKARTA. Fenomena globalisasi telah terjadi selama berabad-abad melalui perdagangan dan interaksi budaya. Namun, penggunaan istilah globalisasi secara luas dimulai pada tahun 1980-an, dipopulerkan oleh para ekonom dan akademisi. Untuk penggunaan istilah globalisasi sendiri pertama kali digunakan dalam literatur akademis pada pertengahan abad ke-20, namun menjadi populer di kalangan bisnis dan media setelah ekonom Amerika Theodore Levitt menggunakannya dalam artikel tahun 1983 berjudul "The Globalization of Markets".
Menurut Bapak Manajemen Modern Peter Drucker, globalisasi adalah istilah umum untuk proses inti ekonomi global, termasuk komunikasi instan, pertumbuhan perdagangan pesat, dan pasar modal global, serta merupakan zaman transformasi sosial di mana pengetahuan menjadi sumber daya utama, menggeser masyarakat dari fokus tunggal menjadi pluralistik yang berbasis ekonomi dan pengetahuan, bukan lagi alam.
Globalisasi dapat membawa dampak positif bagi bangsa, hal ini dikarenakan munculnya kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi, perkembangan ekonomi termasuk pasar luas, investasi meningkat, lapangan kerja baru, kemudahan komunikasi dan transportasi, peningkatan taraf hidup, pertukaran budaya, perkembangan pariwisata, serta penguatan supremasi hukum dan HAM, yang semuanya mendorong masyarakat untuk lebih maju dan terbuka terhadap dunia luar.
Dampak positif lainnya adalah munculnya perubahan tata nilai dan sikap, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan peningkatan taraf hidup. Hal ini memberi peluang pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, sehingga industri berbasis ekspor menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan, terutama di sektor manufaktur dan pertanian.
Selain itu juga memberi dampak yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, namun disisi lain globalisasi juga membawa dampak buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dikarenakan dampak negatif dari globalisasi diantaranya adalah bergesernya budaya lokal, budaya peninggalan nenek moyang bangsa berubah menjadi budaya barat atau westernisasi. Artinya budaya lokal secara perlahan akan mulai tergusur digantikan dengan budaya barat yang notabenenya belum tentu sesuai dengan adat istiadat Indonesia. Nah, inilah yang mengakibatkan hilangnya tradisi dan identitas budaya bangsa.
Disamping itu, globalisasi juga berdampak pada munculnya individualisme dan konsumerisme, dalam arti muncul sikap lebih mementingkan diri sendiri, kurang peduli terhadap orang lain, dan kehidupannya cenderung boros karena terpengaruh gaya hidup kebarat-baratan dengan disertai kemudahan bertransaksi. Bukan hanya itu, terjadi pula perubahan pola pikir masyarakat dan munculnya sikap pragmatisme, hedonisme, dan serba instan. Hal ini dapat melemahnya nilai dan norma masyarakat, sehingga dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, dengan globalisasi bisa mengakibatkan adanya ketimpangan antara mereka yang kaya dengan mereka miskin. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk, dengan demikian akan terjadi arus perubahan dan kesenjangan yang semakin melebar. Bagi negara sendiri, khususnya bagi negara berkembang, masyarakatnya akan menjadi konsumen produk negara maju, hal ini akan menciptakan ketergantungan dari negara maju. Dampak negatif lainnya seperti pola hidup konsumtif, sikap individualistik, gaya hidup kebarat-baratan, dan kesenjangan sosial.
Dari segi tenaga kerja, globalisasi juga membawa dampak yang kurang menguntungkan, hal dapat terjadi adanya pengurangan tenaga kerja, dikarenakan adanya otomatisasi dan teknologi yang dapat menggantikan peran manusia dalam menjalankan pekerjaan. Sementara itu dalam bidang politik dan keamanan, globalisasi dapat mengacam kedaulatan nasional. Hal Ini bisa dilihat, dengan adanya pengaruh asing melalui perusahaan multinasional dapat mengancam kebijakan dalam negeri. Sedangkan masalah keamanan juga mengalami gangguan, diantaranya munculnya gerakan radikal, separatis, terorisme, dan perlombaan senjata modern.
Masalah globalisasi menurut, Lynn Barendsen and Howard Gardner dari Harvard University, Amerika Serikat menyatakan, masalah yang timbul akibat globalisasi adalah adanya perubahan demografi, sosial, politik, ekonomi, industri dan perdagangan, organiasi dan manajeman sumber daya manusia. Yang paling menghebohkan dari pernyataannya adalah globalisasi dapat mengakibatkan kurangnya contoh pemimpin yang baik, jadi saat ini kita kehilangan sosok panutan atau orang/pemimpin yang bisa dijadi contoh yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak sedikit para pemimpin berlomba untuk saling menjelekkan satu sama lain, saling memfinah, saling mencaki-maki dan saling menghasut. Bukan hanya sekedar adu argumentasi dan gagasan di depan umum, tetapi mereka sudah banyak yang mengarah pada adu domba yang membuat masyarakat menjadi bingun dan akhirnya masyarakat terbelah. Sebelum ada globalisasi hal ini tidak pernah muncul dan tidak pernah terjadi. Penulis adalah Dosen Pascasarjana dan Anggota Senat Universitas Satyagama, Jakarta