Jambore Kedua sebagai Contoh untuk Diulang

Hari Minggu tanggal 29 Oktober adalah Jambore kedua untuk diulang oleh setiap keluarga setiap minggu secara teratur dan terus menerus continue untuk semua anggota keluarga menjauhkan diri saling tidak menegur, saling tidak peduli dan dengan demikian menghilangkan kemungkinan sakit darah tinggi karena stress atau sakit gula karena konsumsi gula yang berlebihan atau sakit jantung yang dikejutkan oleh peristiwa yang datang mendadak secara menegjutkan, minum alcohol untuk menghilangkan stress atau merokok yang berlebihan menghindari tekanan mental.

Jambore yang diadakan setahun sekali adalah bagaimana berbagai organisasi mengajak anggoatanya hidup sehat bersama masyarakatnya, jauh dari rasa dengki, curiga, hidup dibawah tekanan, dan mengkonsumsi minuman keras dan rokok berlebihan dengan alasan menghindari tekanan stress yang mengganggu. Peserta Jambore diajak bergembira ria adalah alternatip yang diajarkan oleh Lord Baden Powell melalui Gerakan Pramuka yang sejak kecil berbagi kegembiraan sehingga makan dan minum enak dilakukan karena suasana yang gembira tersebut. Tidak hanya sekali kali saja disajikan suasana bergembira tetapi diulang ulang secara teratur sehingga memelihara saaluran darah mengalirkan darah dengan tekanan yang teratur tidak perlu menebal atau menjadi tipis karena aliran darahnya hanya sewaktu waktu d[beri tugas ekstra karena kbutuhan yang meningkat.

Karena itu stroke biasanya terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, kbiasaan minum minuman keras yang berlebihan, merokok dan lainnya yang terlebih dulu membuat bagian-bagian tubuh kita itu sudah rontok sehingga saluran darahnya melilit tebal atau tipis karena aliran yang tidak teratur atau karena kebutuhan yang dirusak supplynya oleh gangguan penyakit itu sebelumnya.

Karena itu ahli-ahli syaraf, ahli penyakit stroke, sangat ingin agar berbagai penyakit yang biasanya diikuti oleh stroke bekerja sama mencegah adanya penyakit itu karena stroke adalah serangan yang disebabkan adanya gangguan saluran darah yang menempit dan atau saluran darah yang pecah karena setelah ketebalan tertentu lalu menipis dan karena ada tekanan menjadi melendung dan pecah. Suatu mekanisme yang wajar seperti halnya kita meniup sebuah balon dari karet yang tidak sama tebalnya.

Karean itu Mayor Jendal (Purn) Dr dr Tugas Wartono (K) Ketua Umum Yastroki sangat menganjurkan agar sebanyak mungkin penduduk dan keluarga Jakarta pada hari Minggu  tanggal 29 Oktober beramai ramai datang ke Monas di Jakatrta untuk gembira dan belajar bahwa apa saja sesungguhnya bisa dilakukan oleh setiap keluarga dan Kumpulan keluarga dengan keluarga dekatnya untuk gembira ceria setiap waktu agar kesenjangan dan rasa saling curiga dapat dihilangkan. Tidak tinggal didalam hati dan merangsang rasa dengki atau rasa kurang enak serta pikiran yang tidak poitip antar keluarga atau antar indivifdu yang satu dengan lainnya.

Ini artinya setiap keluarga tidak dilarang untuk meniru acara gembira ria dan ceria yang dicontohkan dalam jamboree ria di Taman Monas di hari Minggu yang akan datang. Organisasi Masyarakat di RT, RW, Desa atau Komunitas lain bisa mengadakan acara Jambore yang tidak perlu ijin dari Yayasan Stroke Indonesia atau Gerakan Pramuka. Bahkan Gerakan Pramuka perlu menjadi contoh agar anak-anak muda mengadakan Prakarsa Jambore yang sama agar stroke tidak menyerang generasi muda karena tekanan darah yang tidak teratur menyebabkab rusaknya jaringan salutan darah, utamanya yang menuju ke otak kita. Marilah beramai ramai hadir pada Jambore Yayasan Stroke hari Minggu dan meniru secara routine dan teratur dalam lingkungan kita bersama keluarga dan masyarakat sekeliling. Selamat bergembira ria dan ceria menghilangkan tekanan dengan tujuan saluran darah dan alirannya berhalan lancar tanpa hambatan. Semoga, selamat Jambore nasional hari Minggu yang ceria.

Haryono SuyonoComment