Pelatihan Gamelan di Siti Padmirah Pacitan

Hari Senin kemarin bertempat di Pusat Pemberdayaan Keluarga Siti Padmirah di Pucangsewu, Pacitan, diadakan pelatihan nabuh gamelan. Ki Bimo dari Desa Sumberharjo dan Ibu Sulih pengurus Siti Padmirah di Pucangsewu bertindak sebagai pelatih dan tuan rumah untuk pelatihan tersebut.

Ibu-ibu PKK dari Sumberhardjo dengan rombongan lengkap ikut dengan tekun latihan tersebut dari siang sampai hampir Megrib. Mereka sangat antusias, hanya pada permulaan mereka melihat catatan. Selanjutnya para ibu tersebut seakan sudah hafal irama gamelan dan memukul bagiannya dengan tepat sehingga kebersamaan itu menghasilkan irama yang menggelora.

Rupanya gamelan dan iramanya bisa menjadi instrument untuk mempersatukan berbagai unsur menuju kebersamaan sehingga menghasilkan irama yang sangat enak didengar, bukan hanya bunyi ning neng nong tanpa irama saja tetapi suatu irama yang menggerakkan tangan dan kaki menari sesuai irama gamelan. Irama yang teratur bisa membangunkan daya tahan dan kedamaian didalam hati yang menikmatinya, maka ibu-ibu PKK tersebut seakan tidak mau berhenti berlatih sampai menjelang Mahgrip dan mereka haru kembali kerumah untuk menunaikan ibadah sholat dan mengurus keluarganya.

Hari Senin kemarin bertempat di Pusat Pemberdayaan Keluarga Siti Padmirah di Pucangsewu, Pacitan, diadakan pelatihan nabuh gamelan. Ki Bimo dari Desa Sumberharjo dan Ibu Sulih pengurus Siti Padmirah di Pucangsewu bertindak sebagai pelatih dan tuan rumah untuk pelatihan tersebut.

Ibu-ibu PKK dari Sumberhardjo dengan rombongan lengkap ikut dengan tekun latihan tersebut dari siang sampai hampir Megrib. Mereka sangat antusias, hanya pada permulaan mereka melihat catatan. Selanjutnya para ibu tersebut seakan sudah hafal irama gamelan dan memukul bagiannya dengan tepat sehingga kebersamaan itu menghasilkan irama yang menggelora.

Rupanya gamelan dan iramanya bisa menjadi instrument untuk mempersatukan berbagai unsur menuju kebersamaan sehingga menghasilkan irama yang sangat enak didengar, bukan hanya bunyi ning neng nong tanpa irama saja tetapi suatu irama yang menggerakkan tangan dan kaki menari sesuai irama gamelan. Irama yang teratur bisa membangunkan daya tahan dan kedamaian didalam hati yang menikmatinya, maka ibu-ibu PKK tersebut seakan tidak mau berhenti berlatih sampai menjelang Mahgrip dan mereka haru kembali kerumah untuk menunaikan ibadah sholat dan mengurus keluarganya.

Hari Kamis minggu ini konon anak-anak dari SD di Mujing, Pucangsewu mendapat giliran pelatihan gamelan. Semoga anak-anak muda tersebut sama semangatnya dengan para ibu-ibu yang hari Senin ternyata menunjukkan semangat yang luar biasa.

Kalau beberapa latihan ini berjalan lancar, kami, mbak Sulih dan pak Ki Bimo akan melapor kepada Kepala Dinas Pemda dan pak Bupati. Siapa tahu memperoleh bantuan atau minimal perhatian untuk anak-anak SD dan SMP di luar Kampung Pucangsewu yang mestinya akan sama-sama antusias mendalami kesenian tinggalan nenek moyangnya.

Lebih lanjut apabila pelatihan gamelan makin menjadi bagian dari kesenian dan budaya Masyarakat Pacitan atau Kabupaten, tidak mustahil ditambah dengan pelatihan petikan wayang orang seperti Gatotkaca gandrung, Perang Buta Cakil dan Arjuna, Srikandi Mustaka Weni dan lainnya sehingga desa Pucangsewu bisa menghasilkan rombongan seni menyemarakkan keluarga yang punya hajat. Atau bahkan Desa yang memiliki kegiatan   perayaan desa dengan sajian budaya dengan nilai yang tinggi.

Apalagi kalau kegiatan tersebut berkembang ke desa-desa lainnya bisa membuat Pacitan yang memiliki obyek alam yang indah ditambah dengan aneka sajian seni yang sangat mempesona bisa menjadi seperti Pulau Bali yang sangat tersohor keseluruh penjuru dunia dan menkedatangkan turis yang sangat menguntungkan pembangunan daerah dan kemakmuran masyarakatnya.

Haryono SuyonoComment