Meninjau Implementasi Gagasan Almarhumah Kebun Astuty
Hari ini Kamis 7 April 2021 sejak pagi kami bersama anak-anak dan cucu-cucu meninjau perkembangan penataan ulang Kebun Astuty melanjutkan cita-cita dan gagasan almarhumah istri tercinta yang ingin menjadikan peninggalan beliau sebagai Kebun Pendidikan, Education Center, mulai dari tingkat PAUD sampai kepada penduduk lanjut usia. Perbaikan jalan keliling Kebun sudah hampir selesai diatur begitu rupa tidak ada jalan tanjakan sama sekali, bahkan seseorang lansia yang terpaksa menggunakan kursi roda seperti keadaan ibu pada saat-saat menjelang wafatnya, diatur begitu rapi sampai hampir menjangkau daerah-daerah yang dianggap strategis.
Belum lagi pengaturan selesai, dalam bulan Maret lalu ada dua sekolah yang rupanya buka dengan jumlah murid terbatas melakukan peninjauan. Satu sekolah dengan siswa penyandang autis diantar guru dan sebagian orang tuanya keliling kebun dan mencoba menebak nama-nama tanaman, pohon dan bunga serta ikan dan kambing dalam keadaan yang sesungguhnya, bukan hanya dalam gambar atau vidio. Anak-anak merasa gembira begitu juga orang tua dan gurunya, sehingga mereka merencanakan bahwa kunjungan ke Kebun Astuty akan dijadikan salah satu kegiatan dalam kelompok-kelompok kecil agar anak-anak bisa mengenal alam secara lebih mendalam agar anak-anak menjadi lebih paham terhadap alam sekelilingnya.
Rombongan lain yang mengirim anak asuhannya adalah PAUD Alam yang sangat menyenangi alam sekitar kebun yang ternyata mengandung banyak sekali pohon langka, aneka sayur dan pohon buah-buahan. Semula Almarhumah Ibu Astuty ingin sekali mendirikan PAUD Alam sehingga di Kebun Astuty itu sudah tersedia lengkap alat permainan seperti di Arena Modern untuk anak-anak PAUD hanya bedanya tidak dalam ruang sempit tetapi terbuka luas di antara kebun buah dan pohon rindang. Karena itu anak-anak PAUD Alam yang diantar gurunya meninjau dan bermain di Kebun Astuty sangat menikmati suasana alam yang benar-benar tertata rapi. Bahkan terakhir ada gagasan untuk membuat semacam PAUD terbuka tetapi masih perlu persiapan yang lebih matang agar benar-benar membawa manfaat kepada anak didik serta menolong perkembangan mereka di kemudian hari.
Kegunaan baru yang muncul dari gagasan masyarakat dan terlihat siang tadi adalah adanya rombongan anak-anak yang sengaja diberi selingan oleh guru-gurunya untuk berkumpul, makan siang bersama dan saling bertemu sebagai selingan belajar on line yang mereka anggap sangat membosankan tanpa adanya selingan. Setelah beberapa lama anak-anak itu hanya belajar on line ternyata kesempatan bertemu dengan penggunaan protokol kesehatan di alam terbuka sungguh merupakan selingan yang menarik.
Mudah-mudahan cita-cita almarhumah Ibu Astuty yang digarap dengan kasih sayang oleh anak-anak Ria, Fajar, Rudi, Rina, Sule dan kawan-kawannya itu akan memberikan kenangan yang indah pada almarhumah dan membuat bahagia kepada anak cucunya yang mengenang almarhumah dengan penuh kasih sayang karena di beberapa tempat disediakan spot khusus untuk mengambil gambar yang akan menjadi ingatan sepanjang jaman. Semoga.