Membersihkan Pikiran yang Penuh dengan Prasangka
Oleh: Dedi Priadi
Membersihkan pakaian yang kotor itu mudah, cukup dibilas air bersih. Namun, membersihkan pikiran yang penuh dengan prasangka adalah tugas paling berat dalam hidup kita.
Pikiran kita ini mirip seperti pabrik cerita yang tidak pernah berhenti bekerja. Sayangnya, kita malah sering menjadi korban dari drama-drama seram yang kita buat sendiri.
Di dalam kepala, kita sering membuat rencana yang disebut ekspektasi. Kita mengatur dan memaksa agar hari esok harus berjalan persis seperti apa yang kita mau.
Ekspektasi itu seperti tali yang kita ikatkan pada masa depan. Celakanya, ketika kenyataan di lapangan berbeda dengan rencana, tali itulah yang akhirnya menjerat diri kita sendiri.
Dari sanalah muncul rasa khawatir, seperti kabut yang mendadak membuat jalan jadi gelap. Padahal, jalanan di depan sebenarnya aman; hanya ketakutan kita yang membuatnya terlihat menyeramkan.
Kita sering kali stres bukan karena masalah yang sedang menimpa kita saat ini. Kita tersiksa karena sibuk meramalkan kesusahan-kesusahan lain yang belum tentu terjadi nanti.
Para bijak selalu mengingatkan bahwa hidup yang nyata itu adalah hari ini. Namun, pikiran yang tidak tenang selalu mengajak kita terlampau menyesali masa lalu dan terlalu mencemaskan masa depan.
Secara psikologis, kita merasa cemas karena kita selalu takut pada ketidakpastian. Kita ingin mengendalikan semua hal di dunia ini, padahal banyak hal di luar kendali kita.
Padahal, kenyataan hidup yang terjadi di depan mata kita sebenarnya biasa saja. Kejadian itu menjadi terasa buruk atau baik, murni karena cara kita menyikapinya saja.
Membersihkan pikiran artinya belajar menikmati rintik hujan tanpa perlu takut akan banjir. Kita belajar melihat masalah yang datang tanpa harus ikut tenggelam ke dalam rasa sedih.
Mulailah menurunkan ego dan melonggarkan ekspektasi yang terlalu tinggi. Izinkan hidup berjalan apa adanya, dan terimalah setiap kenyataan yang ada dengan hati yang lapang dan ikhlas. Jalani, syukuri, dan nikmati.
Ketika pikiran kita bersih dari drama, semua rasa khawatir akan hilang dengan sendirinya. Di titik itulah, Anda akan merasakan kembali ketenangan jiwa yang selama ini dicari.
Photo: Gllow
Editor: Dr. Aam Bastaman (Universitas Trilogi).