AIPNI Berdiri dengan Tekad Kuat, Melahirkan Perawat yang Bermartabat
GEMARI.ID-PALANGKA RAYA. Dalam rangka upaya peningkatan mutu pendidikan Ners di Regional XI Kalimantan, Universitas Eka Harap (UNEKA) menyambut tamu peserta Workshop Item Review Asosiasi Intistusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) dengan penuh rasa syukur dan siap menerima wawasan baru dari semua peserta yang hadir. Acara ini telah berlangsung di Aula UNEKA pada tanggal 29 – 30 April 2026. AIPNI sendiri merupakan sebuah organisasi yang mewadahi seluruh institusi pendidikan keperawatan (khususnya program Ners) di Indonesia.
Penyelenggaraan acara workshop ini digelar di Aula UNEKA dan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik ibu Meilitha Carolina, Ns., M.Kep mewakili ibu Rektor yang berhalangan hadir, didampingi oleh Sekretaris Senat UNEKA ibu Mariyati A. Sangkai, M.Kes beserta jajaran struktural yang ikut hadir diantaranya ibu Melisa Frisila, S. Kep., M.Kes Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang konsisten dengan pola sarapan sehatnya, ibu Chintia Monica, MPd Dekan Fakultas Ilmu Budaya foodies yang humble sama mahasiswa dan rekan kerja, ibu Angga Arsesiana, SST., M. Tr. Keb yang hobi masak mewakili Dekan Kebidanan, ibu Eva Prilelli, SKM., MKM Kajur Ilmu Kesehatan Masyarakat entrepreneur makanan sehat Mora Kiting, bapak Ipan Dwi Nata, MPd serta penulis sendiri selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kami hadir oleh undangan panitia yang sangat solid dalam bekerjasama menyukseskan acara ini, tentu tidak lepas dari arahan Ketua Panitia ibu Wakil Rektor I sendiri yang sebelumnya juga merupakan Dekan Fakultas Keperawatan, dan tongkat estafet ini dilanjutkan oleh ibu Vina Agustina, Ns., M.Kep yang enerjik di setiap saat. Di kesempatan ini pula beliau menitipkan pesan bijak agar ibu Dekan yang baru beserta Kajur S1 Keperawatan ibu Karmitasari Yanra Katimenta, Ns., M.Kep dilibatkan dalam giat AIPNI yang akan datang.
Kegiatan Workshop Item Review ini sangat penting karena AIPNI berperan besar dalam memastikan lulusan Ners. Kenapa penting? Karena lulusan Ners (Ns) harus kompeten secara klinis; siap aktualisasi diri dan memenuhi standar nasional maupun internasional. Hal ini disampaikan oleh bapak Solikin, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB selaku Ketua Regional XI Kalimantan, didalam kesempatan ini pula beliau punya harapan besar bahwa semua dosen harus memiliki akun PIMAN dan selalu berkontribusi membuat soal – soal sesuai blue print. Beliau merasa bangga sekaligus bersyukur saat datang di UNEKA karena ibu Putria Carolina, Ns., M.Kep mohon ijin pamit tidak bisa membersamai acara ini dikarenakan jadwal bimbingan beliau yang baru menempuh S3 nya di UPR.
Beliau juga sounding bahwa sekitar 2 – 3 minggu lagi Sekretaris AIPNI bapak Warjiman, Ns., MSN yang asli Gunung Kidul DIY akan menjadi seorang Doktor. Sikap tawadhu yang ditunjukkan oleh para senior AIPNI ini menggambarkan legacy yang ditanamkan secara tidak langsung oleh para senior yang ada dilingkup FK-KMK UGM. Dimana penulis melihat dan merasakan sendiri bagaimana Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD menempa semua elemen yang ada di beberapa devisi Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) saat itu yang telah berubah menjadi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) sejak 15 Maret 2013 di bawah Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Beliau senang bila ilmu dan wawasan yang telah diberikan selama menjabat Direktur PMPK dapat berguna untuk para penerusnya, apalagi bila mereka telah berdikari di suatu tempat menebarkan ilmu dan kebaikan bagi sesama, insha Alloh…
Workshop Item Review AIPNI ini bila disinergikan dengan pembangunan SDM Kesehatan tentu arahnya bukan sekadar pendidikan, tapi membentuk ekosistem tenaga kesehatan yang kompeten, merata, dan adaptif terhadap kebutuhan layanan. Karena dengan workshop ini tentu dapat menyelaraskan kurikulum Ners dengan prioritas nasional dari Kementerian Kesehatan. Harapannya agar lulusan tidak hanya “siap kerja” tapi juga tepat guna sesuai kebutuhan lapangan. Selain itu, dengan penguatan kompetensi berbasis standar nasional dan global bersinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dapat berdampak pada lulusan yang berdaya saing nasional dan internasional.
Begitupun dengan pemerataan distribusi tenaga perawat, program AIPNI diarahkan dalam mengatasi masalah klasik yaitu tenaga kesehatan yang menumpuk dikota besar, dan bapak Warjiman, Ns., MSN serta para senior lain memberikan contoh nyata bahwa ilmu yang bermanfaat bisa kita tebarkan dimana saja selama dinegri Indonesia tercinta. Beliau “berproses dalam senyap” tahu – tahu sudah menjadi seorang Doktor, sebuah percakapan yang cair antara beliau ibu Warek I dengan penulis sesaat coffe break setelah pembukaan workshop. Sebuah insight bagi kami untuk terus berjuang apapun tantangannya, tidak perlu berisik tapi terus berkarya demi masa depan anak bangsa, bismillah…. Sumber : Ardhining Westri H, SE., MM Dosen Kewirausahaan, FEB Universitas Eka Harap