Cahaya Kebaikan Itu Memancar dari Hati yang Tulus, Bersih dari Setitik pun Rasa Iri Hati.

Oleh: Dedi Priadi

Orang-orang pilihan ini memahami rahasia kehidupan, di mana setiap manusia memiliki jalur uniknya. Mereka tidak sibuk membandingkan, melainkan mensyukuri keberadaan orang lain dengan penuh sukacita.

Ketika melihat orang lain bersinar, hati mereka ikut berpendar bahagia. Tidak ada rasa sesak, tidak ada keraguan, karena mereka tahu karunia Sang Pencipta tak terbatas.

Ibarat sumur yang airnya tak pernah surut, meskipun ribuan ember mengambil, hatinya justru semakin dalam dan sejuk saat melihat orang lain bahagia.

Kebahagiaan orang lain menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Keberhasilan sesama adalah saksi hidup atas kebesaran-Nya yang tak terhingga.

Tangan mereka tak pernah lelah merangkul, kata-katanya tak pernah pahit menyindir. Hati yang bersih tak memiliki ruang untuk kedengkian, hanya untuk kasih sayang.

Seperti padang rumput yang tak iri pada birunya langit, mereka mengerti bahwa keindahan ada dalam setiap keberagaman. Setiap ciptaan saling melengkapi, tidak saling menyaingi.

Mereka melangkah dengan tenang, senyumnya menyembuhkan luka. Di sekeliling mereka tumbuh kehangatan, karena kedamaian batin mereka menular ke setiap sudut.

Tiada sekat yang memisahkan antara dirinya dengan saudaranya. Kerendahan hati adalah mahkotanya, membuat mereka dihargai bukan karena tumpukan harta, tapi karena ketulusan hatinya.

Dunia mereka luas karena hatinya tak sempit. Mereka adalah taman bunga di tengah gersangnya ego manusia, terus menebar aroma kedamaian. Semoga kita termasuk orang-orang pilihan yang beruntung, yang nanti kembali kepada Tuhan dengan membawa hati yang bersih. 

"(𝘠𝘢𝘪𝘵𝘶) 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 (𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢) 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬-𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵, 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘢𝘭𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩 (𝘲𝘢𝘭𝘣𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘮)." (Q.S: Asy-Syu'ara: 88-89)

www.priaditest.com

Photo: Mian Farhan Rashid.

Editor: Aam Bastaman

Aam BastamanComment