Rakorda Program Bangga Kencana Provinsi Kalimantan Selatan

JuangKencana.id-Banjarmasin. Hari ini, bertepatan dengan tanggal 6 Maret 2026, Drs.H.Sajali sebagai Ketua Juken Provinsi Kalsel periode 2025-2029  didampingi sekretaris Drs. Abd.Munir, S.Sos., M.Sc., M.M. berkesempatan memenuhi undangan Ibu Kaper Kemenduk Bangga/BKKBN Prov.Kalsel.dalam rangka menghadiri Rakorda program Bangga Kencana yang  dilaksanakan di Mahligai  Pancasila oleh Kemenduk Bangga/BKKBN Prov.Kalsel.

Agenda Rakorda diawali oleh Kaper Kemendukbangga/BKKBN ibu Farah Adibah, M.Si yang menyampai secara jelas, lugas dan  komprehensif tentang program kependukan dan Pembangunan Keluarga menyongsong penduduk Indonesia di tahun emas 2045. Kemudian dibacakan sambutan Gubernur Kalsel tang pada intinya sangat bersedia mendukung program kependudukan dan pembangunan di Kalsel. Di samping itu, diisi pula presentasi dari DR. Norma dosen FKIP ULM yang memaoarkan oanhang lebar mengenai komponen dsssr demografi seoerti fertilitas, mortalitas dan migrasi, serta penduduk tumbuh seimbang dan kualitas penduduk yang berhubungan dengan mengisi kesempatan kerja di daerah. Menurut beliau TFR di Kalsel sudah rendah sedangkan usia kawin muda masih tinggi. Sementara kohot atau kelompok penduduk lansia tertinggi di Pulau Kalimantan.

Agenda Rakorda diawali oleh Kaper Kemendukbangga/BKKBN ibu Farah Adibah, M.Si yang menyampaikan secara jelas, lugas dan  komprehensif tentang program kependukan dan Pembangunan Keluarga menyongsong penduduk Indonesia di tahun emas 2045. Kemudian dibacakan sambutan Gubernur Kalsel tang pada intinya sangat bersedia mendukung program kependudukan dan pembangunan di Kalsel. Di samping itu, diisi pula presentasi dari DR. Norma dosen FKIP ULM yang memaoarkan oanhang lebar mengenai komponen dsssr demografi seoerti fertilitas, mortalitas dan migrasi, serta penduduk tumbuh seimbang dan kualitas penduduk yang berhubungan dengan mengisi kesempatan kerja di daerah. Menurut beliau TFR di Kalsel sudah rendah sedangkan usia kawin muda masih tinggi. Sementara kohot atau kelompok penduduk lansia tertinggi di Pulau Kalumantan.

Pada kesempatan lain, dari Dinas Kesehatan lebih khusus membeberkan MBG yang sedang dan terus berlangsung di Kalsel setahun lebih dan terus dimonev baik pemerintah maupun masyarakat yang ternyata masyarakat ada yang mengeluhkan kualitas makanan dan lauknya, begitu keluh dari salah satu kabupaten yang hadir. Yang tak kalah pentingnya topik stunting tetap menjadi prioritas dalam pembangunan keluarga taitu oergstian kepada ibu hamil, menyusui dan mengasuh balita. Dan, mengingatkan kita kembali jangan terlalu muda dan tua hamil dan jangan terlalu dekat jarak kehamilan serta jangan terlalu banyak anak. Sumber : Sekretaris JuKen Provinsi Kalimantan Selatan