Ambar Rahayu : AKU Berencana Ikut Serta Dalam Pengembangan MBG di Kabupaten Purwakarta

GEMARI.ID-JAKARTA. Hari ini saya sebagai Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Andalan Kelompok UPPKA (BPP AKU) diundang Bapak Paul Soetopo Tjokronegoro pemilik Agryaponik yang berlokasi di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dalam rangka pengembangan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Purwakarta. Menurutnya, idealnya program MBG tidak hanya bertumpu pada kekuatan kebijakan, tetapi juga pada ketangguhan implementasi, demikian disampaikan Ketum BPP AKU, Ir Ambar Rahayu, MNS kepada Gemari.id di Jakarta. Minggu (01/03/2026).

Dijelaskan, bahwa program ini memiliki pondasi yang kuat komitmen negara dalam pemenuhan gizi anak dan sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD), namun di lapangan sering menghadapi tantangan: tata kelola distribusi, kualitas bahan pangan, keberlanjutan pasokan, hingga keterlibatan masyarakat yang belum optimal. Di sinilah Purwakarta berpeluang menjadi daerah percontohan yang membuktikan bahwa fondasi kuat harus ditopang oleh ekosistem pelaksana yang kokoh, jelasnya.

Selain itu, untuk memastikan kecukupan gizi terpenuhi secara berkelanjutan, pendekatan tidak boleh berhenti pada pemberian makanan, tetapi harus bergerak menuju pemberdayaan. Gagasan yang dikembangkan oleh Agryaponik tentang pembentukan pusat pelatihan MBG menjadi langkah strategis. Pusat pelatihan ini dirancang sebagai training hub yang menyiapkan standar operasional, kurikulum gizi praktis, manajemen dapur sehat, serta model budidaya pangan keluarga berbasis agryaponik. Jika model ini direplikasi di setiap kecamatan, maka MBG tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi gerakan kemandirian pangan keluarga.

Lebih lanjut Ketum BPP AKU mengatakan, edukasi kepada keluarga menjadi kunci. Setiap rumah didorong memiliki “bahan baku” produksi pangan sederhana di halaman rumah sayuran, sumber protein, dan tanaman bergizi yang terintegrasi dengan prinsip agryaponik. Dengan demikian, keluarga tidak sekadar penerima manfaat, tetapi produsen nutrisi bagi anak-anaknya sendiri. Pendekatan ini memperkuat ketahanan pangan mikro sekaligus menanamkan literasi gizi sejak dini.

Inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi. Kelompok UPPKA dapat berperan sebagai penggerak produksi, pengolahan, dan distribusi pangan sehat berbasis komunitas. Dalam konteks ini, BPP AKU berupaya meraih peluang kemitraan strategis, baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan, untuk memastikan MBG berkembang sebagai ekosistem usaha mikro berbasis keluarga yang unggul dan berkarakter, katanya.

Ia yakin, jika Purwakarta mampu membangun model integratif antara kebijakan, pelatihan, pemberdayaan keluarga, dan penguatan UMKM, maka MBG tidak lagi rapuh dalam implementasi. Ia akan tumbuh menjadi gerakan bersama: negara hadir, masyarakat berdaya, dan generasi masa depan terpenuhi gizinya, pungkasnya. @mulyono_dp