Keberadaan AKU Sangat Dibutuhkan Masyarakat untuk Membangun UPPKA

GEMARI.ID-JAKARTA. Pada tanggal 25 Februari 2026 lalu, Badan Pengurus Pusat Andalan Kelompok UPPKA (BPP AKU) yang terdiri dari Ketua Umum, Ir Ambar Rahayu, MNS, Sekjen, Ir Erinaldi Alisman, MH, Mukhtar Bakti, SH, MA dan Dra Len Bustami beraudiensi dengan Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PerMas) Dra Maria Ernawati, MM serta Deputi KSPK, Nopian Andusti, SE, MT dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, demikian disampaikan Ketua Umum BPP AKU, Ir Ambar Rahayu, MNS kepada Gemari.id hari ini di Jakarta. Jum’at (27/02/2026).

Dilaporkan bahwa, dalam pertemuan tersebut, BPP AKU menyampaikan hasil Konsolidasi Nasional di Surabaya yang mengusung tema “Meraih Peluang Emas Pengembangan UPPKA Unggul dan Berkarakter.” Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kelompok-kelompok UPPKA dari berbagai daerah, sehingga terbangun jejaring, kolaborasi, serta pertukaran praktik baik dalam pengembangan usaha ekonomi keluarga.

Selain itu dikatakan, dalam diskusi bersama Deputi PerMas, ditegaskan bahwa keberadaan AKU masih sangat dibutuhkan masyarakat untuk membangun UPPKA yang lebih berdaya saing. Momentum konsolidasi nasional dinilai penting karena memberi kesempatan bagi kelompok UPPKA untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas akses kemitraan lintas daerah, katanya.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Deputi KSPK, Nopian Andusti, SE, MT dijelaskan bahwa pemerintah pusat perlu terus melakukan advokasi kebijakan yang berpihak pada pembangunan keluarga agar terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera. Menurutnya, penguatan program ekonomi keluarga harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan keluarga secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, peran Tim Penggerak PKK (TP PKK) dinilai sangat besar di lapangan karena memiliki jaringan hingga tingkat desa/kelurahan dan bersentuhan langsung dengan keluarga.

Ketua Umum BPP AKU menjelaskan, audiensi dengan kedua pejabat BKKBN itu berlangsung hangat dan konstruktif, dengan berbagai lesson learned yang mengemuka, antara lain pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kewirausahaan berbasis karakter, serta sinergi multipihak dalam mendukung UPPKA agar semakin unggul, mandiri, dan berkelanjutan, jelasnya. @mulyono_dp

Mulyono D PrawiroComment