Kemandirian JuKen dan Pemberdayaan Masyarakat

Drs Hamzar Ar, Dewan Pengawan Juang Kencana Provinsi Sumatera Utara

JuangKencana.id-Medan. Bisakah JuKen memberdayakan masyarakat dengan tanpa kemandirian ?, Ini petanyaanyaan yang sulit sebab anggota JuKen adalah para pensiunan dengan gaji atau pendapatan yang pas pasan. Atau pertanyaannya dibalik, bisakah JuKen mandiri melalui program pemberdayaan masyarakat ?, pertanyaan ini juga menggelitik kita untuk menemukan jawabannya.

Untuk itu mari kita coba  mendapatkan jawabannya yakni melalui penelusuran Program yang super anggaran saat ini yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG yang sejak tahun 2026 ini telah memisahkan sasarannya dari anak sekolah beserta Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Baduta/Balita (BBB) yang mana anak sekolah atau siswa ditangani oleh BGN sedangkan Bumil, Busu dan Baduta/Balita menjadi tanggung jawab Kemendukbangga/BKKBN. JuKen sebagai organisasi para pensiunan BKKBN tentu lebih berpeluang untuk masuk kedalam sistem ataupun mekanisme program MBG B3  melalui kemitraan yang kuat dengan AKU, IPeKB serta kelompok masyarakat UPPKA, Dashat dan TPK di desa desa/kelurahan.

JuKen bersama AKU harus bisa melaksanakan dan mendorong Kemendukbangga/BKKBN untuk memudahkan akses  masuk kedalam system atau mekanisme MBG B3 tersebut melalalui :

1.            Kerjasama kemitraan dengan Kemendukbangga/BKKBN yang lebih implementatif sampai ke sasaran MBG B3 di desa/kelurahan

2.            Menjadikan Dashat/UPPKA sebagai institusi operasional MBG seperti SPPG di BGN

3.            Tidak mengunci kriteria dan spesifikasi institusi MBG B3 seperti SPPG yang memakan modal besar untuk penyediaan setiap SPPG dengan setiap satu titik sebanyak 3000 siswa serta spesifikasi peralatan dapur dengan standar tinggi Yang penting higenis.

4.            Kemendukbangga/BKKBN mendukung penuh operasional dan Sumber Daya Manusianya seperti TPK, Kader Dashat/Klpk UPPKA dan lain sebagainya yang tentunya JuKen bersama AKU menyiapkan fasilitas dapur sesuai dengan persaratan yang higenis tapi murah biaya serta melakukan monitoring, evaluasi dan bimbingan tehnis.

5.            Membangun kemitraan usaha terutama sumber biaya sebagai modal usaha  seperti Baznas dan lembaga keuangan lainnya.

Jika peluang ini betul betul bisa dimanfaatkan oleh JuKen maka terjawablah sudah pertanyaan diatas bahwa JuKen memang memiliki kemanpuan yang besar untuk memberdayakan masyarakat dan keluarga sekaligus memandirikan organisasinya. Keluarga melalui kelompok UPPKA bisa meningkatkan pendapatannya melalui berbagai usaha penyedia atau pemasok keperluan MBG seperti usaha ternak ayam, ikan, sayur sayuran, buah buahan dan sebagainya. Apalagi JuKen memiliki Semangat yang tinggi, Pengalaman yang melimpah serta Jejaring yang luas dan terus terbina. Penulis adalah Dewan Pengawas JuKen Provinsi Sumatera Utara

Mulyono D PrawiroComment