Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan Mendapat Kunjungan dari GIZ Jerman

Ketua Umum YKBRP, dr Sri Kusumo Amdani, Sp.A(K), MSc terlihat sedang berbincang dengan Mrs. Judith Hepee dari GIZ Jerman

GEMARI.ID-CIBUBUR. GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) adalah perusahaan milik pemerintah Jerman yang menyediakan layanan untuk kerja sama internasional dan pembangunan berkelanjutan, hari ini mengadakan kunjungan ke Sasana Tresna Werdha  RIA Pembangunan (STW-RP) untuk penjajagan kerjasama penyiapan sumberdaya kesehatan khususnya perawat untuk bekerja di Jerman sebagai perawat lanjut usia, demikian disampaikan Kepala Pelaksana STW-RP, Ns Ibnu Abas, M.Kep, Sp.Kep.Kom kepada Tim Gemari.id di Jakarta hari ini. Selasa (27/01/2026).

Rombongan yang berkunjung ke STW-RP terdiri dari, Judith Heepe (GIZ GSP Germany), Narmina Jalalova (GIZ ZME Germany), Pujiarti (GIZ Triple Win Indonesia), Moniq Theresia (GIZ Triple Win Indonesia) dan Makhdonal Anwar (GIZ ZME Indonesia).

Dijelaskan bahwa, Judith Hepee (GIZ Jerman) didampingi pejabat dari Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI perwakilan GIZ berdialog dengan Ketua Umum Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan (YKBRP), dr Sri Kusuma Amdani, Sp.A(K), MSc yang didampingi salah satu pengurus, Ibu Atiek Adiatik dan Kepala STW-RP, Ns Ibnu Abas, M.Kep, Sp.Kep.Kom.

Dalam pembicaraannya, Judith menyampaikan bahwa Jerman membutuhkan banyak perawat dan juga ingin membuat program yang menguntungkan ke dua negara. Diantaranya menyiapkan perawat-perawat dengan tambahan kurikulum tentang Jerman sehingga perawat Indonesia bisa berkarier ke Jerman. Maka GIZ akan menjalin kerjasama dengan Kemenkes RI khususnya  Poltekes Kemenkes Jakarta III dan lembaga sejenis dalam menyiapkan lulusannya.

Kepala Pelaksana STW-RP, Ns Ibnu Abas, M.Kep, Sp.Kep.Kom terlihat mendampingi tamu untuk tour fasilitas dan layanan lansia di STW-RP

Kemudian dijelaskan pula, biasanya tenaga kerja profesional ke Jerman ada ujian penyataraan sebagai syarat bekerja. Namun dengan model kurikulim 400 jam praktik di fasilitas layanan lansia dapat menjadi sebagai pengganti ujian penyetaraan tersebut. Kerjasama sama ini di kemas dalam program Global Skill Parthership, dan sudah dilakukan beberapa negara didunia, sekarang dengan Indonesia. Rencananya Juli 2026 untuk uji coba dan 2028 sudah berjalan 100%. Jelasnya.

Ditambahkan, program ini di Indonesia direncanakan bisa dilaksanakan 100% oleh Poltekes Kemenkes Jakarta III dan  STW-RP siap menjadi mitra penting dalam kerjasama pemerintah Indonesia melalu Kemenkes RI dengan Jerman (GIZ) dalam rangka penyiapan tenaga perawat lansia untuk bekerja di Jerman, imbuhnya. @mulyono_dp

Mulyono D PrawiroComment