Andalan Kelompok UPPKA akan Menggelar Konsolidasi Nasional 2026 di Surabaya

Sekjen BPP AKU, Erinaldi Alisman terlihat sedang santai bersama Ketua Umum BPP AKU, Ambar Rahayu

GEMARI.ID-JAKARTA. Andalan Kelompok UPPKA (AKU) bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur akan menggelar acara Konsolidasi Nasional 2026 dengan tema “Meraih Peluang Emas Pengembangan Bisnis UPPKA Unggul dan Berkarakter di Lini Lapangan”. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung di Surabaya, pada tanggal 3-5 Februari 2026 mendatang, demikian dijelaskan dalam Term of Reference (TOR) Kegiatan Konsolidasi AKU 2026 yang disampaikan oleh Sekjen BPP AKU, Erinaldi Alisman beberapa hari lalu melalui pesan singkatnya. Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, para peserta yang diharapkan hadir diantaranya adalah Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, para Pejabat PTM dan PTP Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN yang terkait, para Pejabat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi, Pejabat Fungsional Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN, Badan Pengurus Pusat (BPP-AKU), Badan Pengurus Daerah (BPD-AKU), Badan Pengurus Cabang (BPC-AKU) dan Mitra Kerja terkait seperti TP PKK, Perbankan, LSM, Perguruan Tinggi, JuKen, PIM, Lembaga lainnya.

Kegiatan ini bertujuan antara lain untuk mensosialisasikan peluang emas pengembangan bisnis AKU, meningkatkan pemahaman pengurus AKU tentang peran UPPKA DASHAT dalam edukasi dan pemenuhan nutrisi keluarga dan masyarakat, menyamakan persepsi, strategi, dan langkah implementasi di seluruh tingkatan organisasi, memperkuat sinergi AKU dengan program pemerintah pusat dan daerah dan menyiapkan AKU sebagai mitra strategis dan kolaboratif dengan pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dijelaskan bahwa, Andalan Kelompok UPPKA (AKU) merupakan mitra kerja BKKBN yang didirikan tahun 2002 dan telah Berbadan Hukum. Struktur Organisasi AKU telah terbentuk mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat kecamatan. Keberadaan AKU tidak hanya berfungsi sebagai wadah asosiasi UPPKA namun juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi keluarga berbasis komunitas.

Dalam rangka Pembangunan Keluarga yang berkualitas, pemerintah saat ini menempatkan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas Kemendukbangga/ BKKBN dengan fokus khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, termasuk balita yang belum terlayani pendidikan anak usia dini (PAUD). Kelompok sasaran tersebut merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan keluarga yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, intervensi yang bersifat terintegrasi antara aspek kesehatan, gizi, dan ekonomi keluarga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Bakan hanya itu, AKU dengan jejaring kelompok UPPKA yang tersebar luas di lini lapangan, memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung keberhasilah UPPKA DASHAT untuk edukasi dan pemenuhan nutrisi 3B. Potensi besar tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila seluruh jajaran pengurus AKU, mulai dari pusat hingga kecamatan bahkan tingkat desa, memiliki pemahaman yang sama, visi yang searah, serta kesiapan organisasi dan bisnis yang terkoordinasi secara nasional.

Disamping itu, UPPKA DASHAT dapat berhasil apabila kelompok UPPKA mempunyai keunggulan dan karakter yang baik. UPPKA dikatakan unggul apabila dalam menjalankan usahanya memiliki legalitas yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan akses permodalan dan pemasaran serta pendampingan yang berkesinambungan. Disamping itu harus memiliki mindset dan karakter yang dapat meraih peluang emas berusaha. Konsolidasi Nasional AKU menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan persepsi dan pemahaman, dalam meningkatkan kualitas, skala usaha, daya tawar pasar, dan keberlanjutan bisnis dari UPPKA. Melalui konsolidasi ini diharapkan tercipta AKU yang lebih solid, kuat, terintegrasi, membawa UPPKA yang unggul dan berkarakter sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Konsolidasi Nasional menjadi sangat penting karena tantangan Pembangunan Keluarga dan penurunan stunting bersifat lintas wilayah, sehingga membutuhkan keseragaman strategi dan langkah implementasi di seluruh Indonesia, perbedaan kapasitas dan pemahaman antar daerah berpotensi menghambat efektivitas peran AKU apabila tidak disatukan melalui forum konsolidasi, peluang emas pengembangan bisnis SPPG (UPPKA DASHAT), Pengembangan Kemitraan UPPKA Unggul dan Berkarakter, membangun sinergi dan kesiapan organisasi, tata kelola yang baik, serta sinergi antara BPP, BPD, BPC, dan BPR AKU, keberhasilan program pemerintah di tingkat lini lapangan sangat bergantung pada kekuatan organisasi lokal yang telah dipercaya dan diterima oleh masyarakat, seperti TP PKK, AKU, Dinas atau OPD terkait.

Konsolidasi Nasional AKU di Surabaya diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran AKU sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus mitra pemerintah dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Melalui kegiatan ini, AKU siap meraih peluang emas pengembangan bisnis di lini lapangan demi terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera. @mulyono_dp

Mulyono D PrawiroComment