Gadis Yang Luar Biasa

Dewi Kencono Resmi putri Begawan Padepokan di Tjokrowolo itu pasti luar biasa. Pada suatu hari Padepokan Tjokrowolo kedatangan empat tokoh muda yang masing2 mengaku mencintainya dan menghadap Bapaknya melamar ingin mempersunting menjadi pasanganya seumur hidupnya.

Para pelamar itu bukan pemuda sembarangan. Seorang Raja Trajutrisno Boma Narakasura, yang sangat popular putra Raja Dwarawati. Yang kedua putra Mahkota Astina, Raden Lesmono Mondrokumolo. Ketiganya putra Raden Arjuna Raden Wisanggeni. Keempatnya Raja Sabrang yang kaya raya.

Masing2 yang datang membawa oleh2 yang menarik dan pasukan pengawalnya yang menggelar tenda di gunung yang tadinya sepi tersebut. Para santri jadi sibuk melayani tamu2 aneka ragam dengan pola tingkahnya juga bervariasi. Gunung yang sepi mendadak ramai karena tamu yang melimpah. Taman dibelakang pondok yang biasa sehari hari ini ramai bukan hanya karena santri yang mengintip kecantiakan putri sang Begawan tetapi karena santri ingin mendengar aneka argumen tamu2 yang melamar putri sang Panembahan.

Raja Boma ingin melamar putri sang Begawan karena isterinya tidak melayani raja dan ingin sang raja menikah lagi dan sang permaesuri ingin di madu. Sungguh aneh.

Raden Wisanggeni melamar sendiri karena sang ayah sudah terlanjur berjanji akan membantu putra mahkota Astina melamarkan putra mahkota karena ingin dekat2 dengan permaisuri raja Dewi Banowati. Janaka tunduk pada permintaan Pendita Durna.

Raja Sabrang sangat terpengaruh berita kecantiikan Sang Dewi dan mau berkorban apa saja asal bisa mendapatkan sang Dewi.

Akhirnya sang Brahmana tanya anaknya yang mengajukan sarat2 yang cukup berat bahwasang pelamar harus membawakan senjata Tjakra dan Permadani dengan gambar gajah.

Dua pusaka itu adalah milik Raja Dworowat dan sang prameswatinya.

Raja Boma senang tetapi terlambat karena sudah kesaguluan Raden Gatutkoco. Sedangkan permdaninya sudah kedahuluan Raden Omtpredjp pda wajtu Bimo datiamg [ada ibunya. Bomo sial karena nenipu kesfua orang tuanya.

Kedua anak muda Gatutkoco dan Ontoredjo adalah utusan Wisanggeni yang secara sejajar Wusaggeni yang melaksanakan tugas Raden Arjuna,Akhirnya Wisanggeni mendapatkan sang putri dan menikah dengan sang putri.

Haryono SuyonoComment