Hidup Dalam Gelombang Mimpi dan Angsuran

Mas Teguh Asisten pribadi Prof Haryono Suyono,baru saja kembali dari pulang kampung setelah hanpir dua minggu menjadi petani modern. Galengan sawahnya dipapras karena tidak efisien,Pengurangan sawah nya secara manual dirasakan tidak efisien lagi,

Mas Teguh kaget karena kampung halamannya yang sepi itu mendadak ramai lalu Lalang motor dengan anak gadis tamatan SMP diatas sepeda motor,Ternyata mereka pekerja pabrik atau usaha yang menerima tenaga pekerja muda tamatan SMP.

Sebentar setelah bekerja mereka dapat keterangan bisa punya sepeda motor,karena dengan penghasilan mereka yang di rasa sudah mampu untuk mempunyai kredit.

karena di kampung sepeda motor adalah satu satu nya transportasi praktis untuk para pekerja buruh menempuh perjalanan ke tempat dimana mereka bekerja.

Dengan ketidak sadaran mereka otomatis sebagian gajian tiap bulan mereka akan terpotong guna untuk angsuran kredit sepeda motornya.sehingga rasanya hudup seperti mimpi atau dalam keadaan Bagai gelimpang angsuran tiada henti,Tiap bulan ada catatan mimpi yang harus dibayar,Hidup seakan dalam Angsuran tiada henti. Ramai tetapi kaya mimpi yang bangun tidur tidak ada bekasnya.

Haryono SuyonoComment