Matursembah nuwun Prof Haryono Suyono atas Teladan dan Didikannya

Ardhining Westri Hindarti, SE., MM

GEMARI.ID-PALANGKARAYA. Selamat Hari Pendidikan Nasional negeriku Indonesia tercinta, 2 Mei 2025 yang mengusung tema : “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” hal ini mencerminkan bagaimana semangat kolaborasi antara pemerintah, pendidik, peserta didik, keluarga dan masyarakat luas untuk bersama – sama menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merata. Dengan kontribusi nyata dari semua pihak, diharapkan pendidikan di Indonesia mampu menjadi pondasi kuat bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Di suatu hari saat penulis menjemput keponakan Aqiila Azra Sidqiyah di MI Siti Hajar Patihan Kota Madiun, sejenak terpaku pada tulisan besar di dinding “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” kalimat sarat makna tersebut membuat penulis untuk terus belajar hingga terbang ke Bumi Tambun Bungai. Semakin dipelajari, penulis sadar semakin banyak yang tidak penulis ketahui, menggali ilmu tidak hanya kepada para guru besar, para pimpinan di RS tapi juga tidak sengaja penulis dapatkan dari Satpam Kampus Bapak Ketut Muti yang ternyata ahli menjahit maupun juru pakir di Masjid Nurul Iman Palangka Raya.

Sejalan dengan tema HARDIKNAS, ijinkanlah penulis menghaturkan Sugeng Ambal Warsa kagem Prof. Haryono Suyono pada hari Selasa tanggal 6 Mei tepat berusia 87 tahun semoga sisa umur menjadi berkah aamiin yaa rabbal alamiin, dimata penulis dan orang terdekat Beliau bukan hanya memberikan pendidikan bermutu sebagai seorang bapak, guru tapi juga seorang pendidik.

Setiap Lebaran, bila ada undangan Halal Bihalal Yayasan Rumah AL Maun Khatam di Jakarta yang digagas oleh Bapak Brigjend. Dr. dr. Supriyantoro, SpP, MARS (mantan Sekjend Kemenkes 2012-2014) kami selalu berupaya menyempatkan bersilaturahmi ke rumah Prof. Haryono Suyono. Belajar bersama beliau tidak pernah merasa digurui, kami bisa bercerita dengan cara kami sendiri, dimana penulis mempunyai 2 (dua) anak lahir di bulan April dengan jarak 13 (tiga belas) tahun yaitu kakak Hasna AlifaH Hindarti yang generasi Z (gen Z), sedang adiknya Abhinaya Samiaji generasi Alpha. Perbedaan generasi ini tentu penulis mempunyai pola asuh keduanya berbeda, hal ini dilatarbelakangi kehidupan jaman serta lingkungan yang berbeda. Saat kakak Ifa kelas 4 (empat) SD Muhammadiyah Condong Catur Yogyakarta harus pindah ke SDN Madiun Lor 05 (Endrakila), begitupun adiknya Aby dikelas 4 (empat) juga harus pindah karena mengikuti tugas penulis, dari SDN Madiun Lor 05 (Endrakila) pindah ke SDN Menteng 04 Palangka Raya, tentu masing – masing anak mempunyai cerita sendiri yang biasa dikomunikasikan ke Beliau.

Hal ini juga pernah ditegaskan oleh Prof. Rizal Martua Damanik saat berdiskusi ringan dengan penulis bahwa Prof. Haryono Suyono merupakan sosok yang “paten” dalam mengkomunikasikan atau menyampaikan suatu ide/program/gagasan dengan bahasa yang mudah dipahami, mudah dicerna oleh berbagai kalangan atau lapisan masyarakat sesuai dengan situasi dan kondisinya. Begitupun dengan dr. Trijoko Hadianto, DTMH, M.Kes salah satu dosen di Bagian Parasitologi FKKMK UGM pernah menyatakan kepada penulis : “Beliau (Prof. Haryono Suyono, red) itu adalah teladan personal promosi kesehatan paling handal…”

Untuk Lebaran tahun 2025 ini penulis dan keluarga belum bisa bersilaturahmi dengan Beliau lagi karena sudah tinggal di Kalimantan Tengah, tapi ada pesan Beliau di Lebaran tahun lalu yang masih teringat dibenak penulis dan anak – anak, saat itu kami bercerita bagaimana kami tidak sengaja merintis usaha kacang klici di tengah pandemi, gegara ada teman kantor di salah satu rumah sakit swasta di Jogja menyarankan agar produk kami (kacang klici, red) dititipkan di koperasi atau kantin RS, dari situ kami punya pelanggan dari manajemen hingga dokter spesialis yang rutin pesan saat Lebaran (2021-2022). Saat kami pulang kampung di Madiun pun kami meneruskan usaha itu hanya berbekal from mouth to mouth dan sesekali memberikan free sebagai tester ke beberapa teman – teman di RSUD Kota Madiun maupun Dinkes KB Kota Madiun dan meluas hingga kolega di BKKBN, BPJS, UGM dan RS swasta yang penulis kenal.

Prof. Haryono Suyono menanyakan kepada penulis; “bagaimana rasanya bisa memberi? Seneng kan..” benar saja dampaknya luar biasa dari kata “memberi” oleh Beliau yang hikmahnya sekarang baru bisa tuliskan, Tuhan akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang kamu pinta. Menjelang Lebaran 2023 kami sampai kuwalahan menerima order, pesenan kacang klici yang rutin dari Direktur RS Yap Yogyakarta dr. Alida Lienawati, M.Kes sebanyak 80 pack untuk kantor; Direktur RSUD Kota Madiun dr. Agus Nurwahyudi, SpS dengan jumlah kiloan yang lebih besar untuk kolega Beliau; Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Timur ibu Dra. Maria Ernawati, MM 40 pack untuk keluarga; Kepala Dinkes KB Kota Madiun dr. Denik Wuryani 60 pack masih nambah 10 pack kembali; ibu Ina Ghufron Mukti mengirim untuk putranya yang menempuh belajar di London UK; dr. Dodo Anondo Ahmad, MPH 60 toples untuk kolega di RSI Surabaya dan bekal ke tanah suci bersama keluarga tercinta, ibu Walikota Dra. Yuni Setyawati Maidi, MPd; ibu Dra. Fitriana Saryanti Damanik, Apt serta sahabat – sahabat lain yang tidak bisa penulis sebut satu per satu, yang alhamdulillah rutin tiap Lebaran pesan bahkan ditengah “era efisiensi” penulis tidak blasting promo seperti biasanya. Tapi diluar dugaan penulis, ada yang masih berkenan setelah Lebaran terkirim seperti kakak Nia Yulianthie, menantu kesayangan Bapak Dr. Mazwar Noerdin mantan Sestama di BKKBN. Sungguh berkah itu nyata adanya, bila kita tulus memberi.

Catatan penting bagi penulis tentang “dawuh” alias pesan dari Prof. Haryono Suyono yang masih kami pegang, syukur manfaat untuk diri penulis sendiri dan adik – adik di Stikes Eka Harap Palangka Raya adalah meskipun sederhana, kebaikan tetap kebaikan. Pedagang kecil yang kamu beli dagangannya. Gojek yang kamu ucapkan terima kasih. Teman yang akun bisnisnya kamu follow, konten kreator yang kamu repost kontennya, orang yang kamu senyumin hari ini, penjual yang kamu bayar pakai uang pas dan hal – hal sederhana itu pun bisa jadi besar untuk orang lain, sudahkah kamu lakukan hari ini? Bahagiakan…..tanya Simbah Bapak Prof. Haryono Suyono mengakhiri diskusi video call kami dari jauh. Penulis adalah Kader Kampung KB ‘Glandang Carang’ Sogaten, Kota Madiun; Dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Stikes Eka Harap Palangka Raya