Mudah Tersenyum Bikin Awet Muda

Gemari.id - MALANG : Hari ini, Kamis 4 April 2019, Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan pertemuan dan diskusi program Pengabdian Masyarakat dalam rangka Percepatan Desa Mandiri di Era Industri 4.0. Acara ini diisi dengan presentasi beberapa doktor dalam program Doktor Mengabdi dan dibuka oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani, MS. Turut hadir antara para pimpinan dan Dekan di lingkungan UB, mantan Ketua LPPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Hj Mufidah Ch, MAg dan beberapa doktor serta pimpinan LPPM UB lainnya.

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT, Prof Dr Haryono Suyono secara khusus diundang untuk memberikan arahan dalam acara diskusi ini. Dalam arahannya, mantan Kepala BKKBN ini mengharapkan agar UB dalam mengirim mahasiswa ke desa waktunya disesuaikan dengan acara, dimana forum Rembug Desa diselenggarakan, sehingga para mahasiswa bisa secara langsung ikut serta dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan desa.

Lebih lanjut, Mantan Menko Kesra dan Taskin ini siap menjadi Duta Besar Universitas Brawijaya Malang.  Untuk itu ia akan memperkenalkan kepada semua Kementerian, lembaga dan desa-desa di seluruh Indonesia, bahwa UB siap membangun dari wilayah pinggiran. Kemudian mengajak para Professor dan Doktor untuk terjun ke desa dan ikut serta dalam rembug desa. Karena desa saat ini telah menerima dana sekitar 1,2 miliar per desa. Saat ini Universitas Brawijaya telah berkolaborasi dengan Kemendes PDTT. Indonesia dalam tahun-tahun terakhir ini angka kemiskinan sudah mulai turun, meskipun turun nya relatif lambat, ini berbeda dengan sebelum tahun 2000 yang kecepatan penurunannya terlihat lebih tajam. Selama ini pemerintah telah mengembangkan infrastruktur yang bertujuan untuk memperkuat pembangunan desa. Mulai tahun 2018 pemerintah mengembangkan sumber daya manusia, karena sudah mulai terlihat muncul masalah Stunting, sehingga pembangunan SDM menjadi prioritas penting.

Sementara itu, sebelum memberikan kesempatan kepada Prof Dr Haryono Suyono untuk berbicara, Ketua LPPM Universitas Brawijaya, Dr Bambang Susilo, menyampaikan bahwa, kita bersyukur bisa bersilaturahmi dengan Prof Dr Haryono Suyono, selama ini sering mengundang beliau untuk memberikan pembekalan kepada para mahasiswa Universitas Brawijaya. Dalam pengamatannya, Haryono sering berpindah-pindah tempat, hari ini ada di kota A, besok di kota B, lusa di kota C dan seterusnya, bahkan dalam sehari bisa ada di 2 atau 3 kota.

Ketua LPPM UB menambahkan, beberapa waktu yang lalu Haryono ketemu dengan rektor UT di Istana Wakil Presiden dan Rektor mengundang untuk hadir dan memberikan pengarahan kepada para pimpinan UB, khususnya dengan jajaran LPPM.

Sementara Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani, MS dalam arahannya disaat membuka acara menyampaikan terima kasih kepada Prof Haryono berkenan hadir di Malang, Prof Haryono terlihat awet muda, mulai menjadi kepala BKKBN hingga menjadi Menteri di era Presiden Soeharto hingga sampai saat ini tidak banyak berubah.

Haryono dianggap orang yang suka dan mudah tersenyum, mungkin itu yang membuat beliau awet muda, paparnya. Dulu saat saya masih jadi dosen biasa, sering bertemu dengan Prof Dr Haryono di kantornya di Jakarta, papar Rektor. Rektor UB melaporkan bahwa, saat ini Universitas Brawijaya telah memiliki televisi sendiri, yaitu UBTV.  Brawijaya ingin mengukir sejarah baru, sehingga hari ini mengundang Prof Dr Haryono untuk datang ke UB, untuk memberikan arahan sekaligus minta resepnya agar kita semua tetap awet muda seperti Prof Haryono, tandasnya. (mdp).

upload.jpg

Haryono Suyono saat tampil memberikan arahan kepada para pimpinan Universitas Brawijaya.

Double-click to edit...

upload.jpg

Rektor Universitas Brawijaya saat membuka pertemuan dan diskusi di kampus UB Malang

upload.jpg

Prof Dr Hj Mufidah Ch, MAg dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlihat duduk disamping Prof Dr Haryono Suyono

Comment